KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 117


__ADS_3

"Mana mungkin orang awan sepertinya bisa mengobati penyakit seperti itu, bisa jadi Aqila langsung berubah menjadi upik abu setelah diobati olehnya. Pokoknya aku sama sekali tidak setuju jika gadis itu yang akan mengobati Aqila!" cibir manager Aqila.


Mendengar penolakan manajernya. Kemudian, Aqila melancarkan siasat pura-pura ingin bunuh diri dan mengeluarkan pisau. Wanita itu sengaja mencari perhatian agar indi mau menolongnya.


Indi mendekati Aqila dan memberikan pisau yang lebih tajam untuknya.


"Percuma saja, kau tidak akan mati jika menggunakan pisau tumpul itu, pakai saja punyaku, dijamin setengah jam kamu akan segera mati. Jika masih ragu maka aku siap membantu mengakhiri hidup mu," ucap Indi membuat Aqila seketika mundur dan menjauh darinya


" Hmm, kalau begitu aku akan meminta izin kepada Reynold dulu," jawab Aqila kemudian berlari meninggalkan Indira


Pada saat bersamaan, terdengar suara seruling dari luar pintu


Semua orang terdiam mendengarkan suara seruling yang terdengar begitu merdu. Sedangkan aktris cilik, ia langsung keluar untuk memeriksa keadaan. Saat melihat Susan sedang meniup seruling, ia langsung memeluk gadis itu dan memintanya untuk berhenti.


"Permainan seruling mu sangat bagus, tapi akan jauh lebih bagus lagi jika kau tidak memainkannya," ucap artis cilik itu membuat Susan merasa kesal dan menghentikan permainan serulingnya .


"Dasar brengsek, andai saja kau bukan anak kecil, mungkin aku sudah mematahkan kakimu," gerutu Susan


Setelah itu, manajer Aqila terus-terusan bersikap baik pada Indira. Wanita tersebut berusaha mengambil hati Indira agar gadis itu tak melaporkan Aqila.


Ia juga berkata akan memberi Indi uang sebagai kompensasi untuk wanita itu. Indira pun setuju.


Mengetahui Indi bersedia mengobati Aqila membuat sang manager merasa lega. Setidaknya nama baik Aqila tetap terjaga dan ia juga bisa sembuh karena Indi mau mengobatinya.


Meskipun ia belum yakin apa Indi benar-benar bisa menyembuhkannya.


Aqila terlihat ketakutan saat melihat Indi mulai mendetoksifikasi racun dengan jarumnya.


"Tidak usah takut, rasanya tidak sakit kok, hanya seperti digigit ular," bisik Indira membuat Aqila semakin ketakutan saat melihat jarum akupuntur milik Indira.


Malamnya, Reynold mengumpulkan seluruh bintang tamu untuk menerima tantangan terbaru di musim kedua ini.


Sutradara meminta para pasangan untuk berkencan. Semua talent terlihat begitu bahagia saat mendengar tantangan tersebut kecuali Indi yang terlihat gamang.


Meskipun Aqila ingin berkencan dengan Bridav namun melihat Hasson adalah pasangannya membuat wanita itu sedikit lebih tenang. Setidaknya Hasson lebih baik dari semua talent pria yang ada di sana.


Sedangkan Indi terus terdiam setelah mendengar keputusan tersebut. Ia tak bisa menolak challenge kali ini, namun ia juga tak bisa berganti pasangan.


Retno yang mengetahui Hasson menyukai Indi segera menarik pemuda itu. Tentu saja itu karena ia tidak ingin pria tersebut merusak kencan Indi dan Bridav.


Kemudian, 3 orang itu keluar. Retno dengan Rico, Nayla dengan Mario dan Aqila bersama Hasson.

__ADS_1


Mereka berhasil membuat Indi dan Bridav segera keluar dari tempat tinggal mereka. Keduanya tiba di snack street.


Indi tak mengerti kenapa Bridav mengajaknya berkencan ke snack street. Padahal banyak tempat menarik daripada snack street.


"Apa tidak ada tempat lain yang lebih romantis dari tempat ini?" tanya Indi


"Sebenarnya banyak, aku sengaja datang ke tempat ini karena aku ingin mentraktir mu," jawab Bridav


Seketika wajah Indi berseri-seri saat mendengar makanan.


"Karena aku tahu kamu sangat suka makan, maka malam ini aku akan mentraktir mu makan. Kau boleh memilih makanan apapun yang ingin kau makan, jangan khawatir aku yang akan membayar semuanya." ujar Bridav


Indi langsung bersorak bahagia. Bridav kemudian mengajaknya ke kedai seafood. Seorang pelayan segera memberikan hidangan selamat datang untuk keduanya. Seperti biasa gadis itu langsung melahap semua hidangan di hadapannya tanpa sisa.


"Karena kau sudah mengobati penyakit ku, aku juga akan memberikan hadiah untuk mu," ujar Bridav


"Yeaay!" kembali Indi berseru gembira saat tahu Bridav akan memberinya hadiah


Lelaki itu kemudian mengambil tisu dan menyeka sisa makanan yang menempel di bibir gadis itu.


Indi bisa merasakan embusan nafas Bridav saat pemuda itu begitu dekat dengannya.


Mendengar suara perut keroncongan Indi membuat Bridav tersenyum menatapnya..


"Maaf kalau sudah membuat mu lama menunggu,"


Bridav kemudian memanggil seorang pelayan dan segera memesan makanan. Tidak lama kemudian beberapa orang pelayan segera membawakan aneka jenis makanan ke bangku mereka.


Melihat tak ada menu makanan kesukaannya membuat Indi tak berselera.


"Apa ada yang kurang?" ucap Bridav saat melihat raut wajah muram Indira


"Sepertinya malam ini aku ingin makan cumi asam manis, apa aku boleh memesannya?" tanya Indi dengan hati-hati


"Tentu saja," jawab Bridav


Wanita itu pun langsung memesan banyak makanan kesukaannya. Ia kemudian melahap semua makanan itu tanpa sisa.


Setelah Indi menyelesaikan makan malamnya seorang gadis kecil menyapanya.


"Apa kau kak Indi yang pandai memainkan pedang itu?" tanya gadis kecil itu

__ADS_1


"Tentu saja, memangnya kenap, kau pasti sangat menyukaiku ya?" tanya Indi dengan bangga


Gadis itu seketika mengangguk pelan.


"Aku sudah tahu, sekarang kau mau apa?" tanya Indi


"Tanda tangan?" imbuhnya


Gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Terus apa?"


"Ice cream," jawab gadis itu menunjuk kearah kedai es krim di depannya


Bridav pun kemudian bergegas membelikan mereka berdua es krim.


"Terimakasih Om," ucap gadis itu saat menerima es krim dari Bridav


"Sama-sama sayang," ucap Bridav


"Apa om pacarnya Kak Indi?" tanya gadis kecil itu membuat keduanya langsung membelalakan matanya


"Bukan," jawab Indi dan Bridav bersamaan


"Kalau begitu apa Om mau jadi pacarku?" tanya gadis itu lagi membuat Indi seketika tertawa terbahak-bahak mendengarnya


"Memangnya apa yang menarik dari Om Bri?" tanya Indi


"Selain tampan, Om Bri sangat baik dan romantis. Meskipun orang-orang mengatakan dia adalah pria dingin sebenarnya dia memiliki hati hang hangat," terang gadis kecil itu


Indi meminta gadis kecil itu untuk mencium Bridav sebagai tanda ucapan terima kasih.


"Kalau kau menyukainya, kenapa kau tidak menciumnya saja," ujar Indi membuat gadis kecil itu seketika bengong


"Maksudnya, kamu menciumnya sebagai ucapan terima kasih katena Om Bri sudah membelikan ice cream untukmu, bukan yang lain," ralat Indira


Gadis kecil itu berkata dirinya masih kecil dan meminta Indira untuk mencium Bridav menggantikannya.


"Aku masih terlalu kecil untuk melakukan adegan itu Tante, apa kau bersedia menggantikan aku untuk mencium Om Bridav," ujar Gadis itu membuat Indira seketika terkesiap mendengarnya


Wanita itu kemudian melirik kearah Bridav yang tampan menahan tawanya.

__ADS_1


__ADS_2