KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 88


__ADS_3

Berbeda dengan Reynold yang begitu bersemangat mengikuti live, para anggota crew lainnya justru begitu tegang melihat Indi menghadapi sang penjahat.


"Dasar jal*ng sialan, kali ini aku pastikan akan menghabisi mu!" ancam pria itu


"Lakukan saja jika kau bisa," jawab Indira tersenyum sinis


Pria itu kemudian melemparkan sebuah senjata tajam kearah Indira hingga membuat gadis itu langsung menghindarinya.


Saat Indi menoleh kebelakang, pria itu sudah menghilang. Hanya terlihat sebuah mobil van melaju cepat menuruni perbukitan.


Indi segera berlari menyusul mereka. Kali ini ia tak mau kehilangan jejak mereka lagi.


"Apa mereka masih mengejar kita??" tanya salah seorang penjahat


Pria lainnya segera menoleh kebelakang untuk memastikan apakah Indi masih mengejarnya atau tidak.


Melihat salah seorang dari mereka mengawasi Indi segera menunduk agar mereka tak melihatnya.


Ia bahkan langsung menarik Bridav yang baru saja tiba dan memeluknya. Keduanya kemudian berguling-guling ke semak-semak hingga para penjahat itu tak bisa melihat keberadaannya.


"Sepertinya mereka sudah tak mengejar kita lagi,"


"Syukurlah kalau begitu,"


Tidak lama kemudian neberapa orang polisi datang ke lokasi syuting setelah mendapat telepon dari Assiten sutradara.


Reynold langsung menyambut mereka dengan suka cita. Ia kemudian menceritakan semua kejadian yang mereka alami di tempat itu.


Mulai dari penyerangan oleh harimau, hingga kedatangan geng pencuri binatang langka.


Ia tak lupa memberitahukan kepada polisi tentang Indi dan Bridav yang masih mengejar kawanan pencuri hewan yang berhasil kabur.


"Kita bisa tahu dimana mereka dan apa yang sedang mereka lakukan dengan alat ini," ucap Rey mencoba memamerkan alat komunikasinya


Reynold kemudian menyalakan walkie - talkie untuk menanyakan keadaan Bridav dan Indira.


Namun bukannya suara Bridav, justru suara Indi yang terdengar.


"Waktu kita tidak banyak, sekarang lepaskan pakaian mu!"


Dari walkie-talkie, sutradara mendengar protagonis wanita meminta protagonis pria untuk melepaskan pakaiannya.


Ia dan beberapa orang polisi saling berpandangan saat mendengar ucapan Indira.


"Apa yang akan mereka lakukan??" ucapnya penuh tanda tanya

__ADS_1


Sutradara dan sekelompok polisi itu merasa canggung saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh Indira, setelah itu mereka mematikan walkie-talkie-nya.


"Mungkin ada hal urgent yang harus mereka lakukan hingga harus berganti pakaian segala," ujar Rey mencoba berpikir positif


Wakil sutradara memperlihatkan video protagonis wanita yang melawan harimau pada polisi, para polisi langsung berkata ingin membantu protagonis wanita.


Mereka kemudian menyarankan para polisi untuk tetap menunggu di sana karena terlalu berbahaya jika mereka ikut membantu Indira.


"Kita serahkan saja semuanya kepada Indi, Bapak tidak perlu cemas apalagi khawatir karena Indi adalah anak yang sangat kuat dan pemberani. Ia bahkan bisa melumpuhkan segerombolan para pencuri hewan seorang diri, jadi santai saja," tegas Rey


"Baiklah, aku percaya padamu,"


Reynold kemudian membawa mereka menemui para pencuri hewan langka yang sudah mereka ikat.


"Mereka adalah komplotan spesialis pencuri binatang langka di kebun binatang, ngomong-ngomong siapa yang menangkap mereka?" tanya lelaki itu


"Indira," jawab Reynold kemudian memberikan rekaman video Indi saat melumpuhkan para bandit itu.


"Hmmm, dia benar-benar bisa diandalkan,"


Sementara itu, Bridav tak mau melepaskan bajunya meskipun Indi berkali-kali menyuruhnya.


Melihat Lelaki itu tak mengindahkan perintahnya, Indi langsung menarik Bridav dan memberikan baju lusuh kepadanya.


"Mereka akan mengenali kita jika tidak menyamar, untuk itulah kita perlu menyamar,"


Mendengar penjelasan Indi, Bridav baru melepaskan pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian lusuh yang diberikan oleh Indi.


Selesai berganti pakaian, Indi kemudian menyodorkan arang kepada Bridav. Ia meminta pemuda itu untuk menghitamkan wajahnya agar sesuai dengan baju yang mereka gunakan.


Mereka kemudian menghitamkan diri mereka dan berpura-pura menjadi pria dan wanita paruh baya.


Indi sengaja ingin menyamar karena para penjahat itu sudah mengenali wajahnya. Setelah berhasil merubah penampilannya, Indi kemudian menghubungi Reynold dan memintanya untuk mengirimkan sepeda motor kepadanya.


Tidak lama kemudian seorang pria mengantarkan sebuah sepeda motor untuknya. Indi segera menaiki sepeda motor tersebut dan menyusul mobil van yang membawa anggota tim pencuri hewan langka yang melarikan diri.


Bridav mengajukan diri untuk membawa sepeda motor tersebut, namun Indi menolaknya.


"Biar aku saja yang bawa, lagipula kamu belum hafal medan pegunungan ini, jadi lebih baik aku saja yang bawa motornya," jawab Indira


Sopir itu tidak banyak berpikir saat mengantar pria tersebut. Baginya ia hanya perlu mengantar pria itu ke tempat tujuannya dengan bayaran yang mahal.


Indi berusaha mencari keberadaan mobil van tersebut, ia sudah kehilangan jejak namun gadis itu tidak menyerah dan terus menyusuri jalanan terjal dan berliku.


Senyumannya seketika mengembang saat ia mulai melihat mobil van itu dari kejauhan.

__ADS_1


Indi mempercepat laju sepeda motornya agar bisa mengejar mobil van tersebut.


Setelah itu, protagonis wanita melewatinya dan menggerakkan jarinya meminta sopir kemari.


Ia sengaja memprovokasi sang sopir agar lebih mudah mengendalikan pria itu.


Melihat Indi mengacungkan jari tengahnya membuat Sang Sopir langsung marah dan tak terima dengan perlakuan gadis itu.


Indi tersenyum senang saat triknya berhasilm


Sang sopir yang terprovokasi kemudian mempercepat laju mobilnya dan berusaha menabrak sepeda motor Indira.


*Brakkk!


Bukannya menghindar Indi sengaja mendekati mobil itu


Sang Sopir semakin marah saat melihat Indi terus meremehkannya.


Ia kembali menginjak rem mobilnya dan menabrak motor Indira, pria itu begitu berharap jika ia bisa menabrak Indira hingga gadis itu mati.


Namun siapa sangka Indi pandai bermanuver dan meliuk-liukan sepeda motornya hingga pria itu kesulitan mengejarnya.


"Dasar jal*ng sialan, beraninya kau mengusikku!" lelaki itu begitu geram namun Ia tak berdaya karena tidak dapat mengejar wanita tersebut. Tak mau dikalahkan oleh Indira ia terus mengikuti gadis itu kemanapun perginya.


Mengetahui sang sopir sudah masuk dalam perangkapnya membuat Indira memasuki sebuah tempat, rupanya itu adalah kantor polisi.


Pria itu berusaha kabur saat mengetahui tempat itu adalah kantor polisi.


Melihat pria itu mencoba kabur membuat Indi segera melompat dan menerjang lelaki itu.


Pria itu meronta-ronta, mencoba melepaskan diri dari Indira.


Dengan segala kekuatannya ia berusaha menyikut Indira hingga gadis itu terjungkal ke lantai.


Melihat Indi terkapar, membuat Bridav langsung berlari menghampirinya.


"Jangan pedulikan aku, cepat kejar pria itu!" seru Indira


Bridav langsung mengejar lelaki itu, namun dengan sekali hantaman kursi pemuda itu jatuh tersungkur ke tanah.


Indi segera bangun dan meregangkan otot-ototnya. Ia kemudian berjalan cepat menyusul pria itu dan menarik pundaknya.


Dengan sekali pukul, pria itu langsung sempoyongan. Beberapa orang polisi segera datang dan memborgol pria itu.


 

__ADS_1


__ADS_2