
Indi tersenyum dan menerima uang itu.
Ia berkata akan mentraktir pria tersebut makan. Setelah itu, Ia tiba di restoran dan memesan 1 porsi makanan untuk dirinya sendiri.
Ia menunggu kedatangan Bridav dengan memesan seporsi seafood.
Saat makanannya sudah hampir habis, Bridav tiba di restoran.
Indi mengambil sebotol cola dan sebotol bir. Ia berkata hanya tersisa 1 botol cola, membuatnya harus mengalah dan memberikannya pada Bridav.
Bridav menghela nafas dan menerima sebotol cola darinya.
Indi terus bertanya kepadanya kenapa ia begitu peduli dengannya. Meskipun tak mau menjawabnya namun karena gadis itu terus mendesaknya, Bridav terpaksa menjawab protagonis wanita.
"Harusnya kau tak perlu lagi bertanya padaku Kenapa aku begitu peduli denganmu karena kau sudah tahu jawabannya,"
Indi tersipu-sipu mendengar jawaban pria di depannya itu.
"Tapi tetap saja aku ingin mendengarnya darimu. Entah kenapa rasanya begitu senang saat mendengar ucapan itu darimu," jawab Indi malu-malu
Bridav mengacak-acak rambut gadis itu, "Dasar gadis nakal!" serunya gemas
Indi yang mengira botol di sampingnya adalah Cola menghabisinya dalam sekali teguk.
Setelah menghabiskan birnya, Indi berjalan sempoyongan.
__ADS_1
"Kenapa aku merasakan bumi bergoyang, apakah terjadi gempa?" tanya Indi
"Bukan gempa, tapi kau yang mabuk," jawab Bridav
"Bagaimana aku bisa mabuk, padahal aku hanya meminum cola,"
Ia hampir menabrak tiang listrik di depannya. Untungnya Bridav segera mengulurkan tangannya dengan cepat. Ia menarik gadis itu hingga jatuh dalam pelukannya.
Suasana berubah menjadi romantis. Namun sayangnya itu tak berlangsung lama.
Tiba-tiba saja hujan deras turun.
Bridav mengajak Indi berteduh. Indi tampak merona saat Bridav melepaskan jaketnya dan memakaikan kepadanya.
Indira berkata ia sangat menyesal karena tidak membawa sabun mandi, Bridav terdiam mendengarnya. Mendengar Indi terus berkata ngelantur membuat Bridav akhirnya tak kuat menahan tawanya.
Tidak lama Asisten menjemput mereka berdua dan menyindir Bridav. Ia berkata tidak baik jika pria itu membuat mabuk Indira.
"Harusnya sebagai seorang senior kau memperingatkan Indi agar tidak mabuk bukan malah membiarkannya mabuk!"..
Karena kesal dengan pria itu yang terus menyalahkannya.
Bridav meminta asisten untuk diam.
Pria itu seketika terdiam saat Bridav membentaknya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Indi menyadari keberadaan paparazzi di atas sebuah pohon besar.
Asisten terkejut saat tahu Indi bisa tahu jika ada beberapa orang paparazi sudah menunggunya di depan rumah.
"Bagaimana kau bisa tahu jika ada paparazi yang menunggu mu?"
"Itu sih gampang. Aku tinggal memasang indra penciumanmu yang tajam. Setelah itu aku pasti dapat dengan mudah mengendus bau badan orang yang menyelinap," jawab Indi
Kini ia menghentikan langkahnya saat ia mengendus bau paparazi di sebuah pohon.
Indi tersenyum sinis dan menunjuk keatas pohon. Namun sayangnya asisten tak mengetahui jika diatas pohon ada beberapa orang paparazi yang bersembunyi diatas pohon.
Bridav yang sudah mengerti pesan Indi segera menjauh beberapa meter dari gadis itu.
Indi berjalan mendekati pohon itu.
"Harus aku apakan mereka?" tanya Indira
Bridav membisikkan sesuatu kepada gadis itu.
Indi tampak senang dan setuju dengan pendapat Bridav.
Ia kemudian mengumpulkan kekuatannya untuk menendang pohon besar itu. Tentu saja beberapa orang yang ada ditas pohon tersebut hilang keseimbangan saat pohon itu bergoyang hebat.
Hal itu membuat kedua orang di atasnya jatuh.
__ADS_1