
Ronde kedua pun dimulai.
Kedua protagonis memasuki arena dengan meriah. Suara gemuruh tepuk tangan membuat semua peserta lomba begitu antusias.
Hasson sudah tiba, Sang pengawal kemudian meninggalkan arena perlombaan menuju ke kursi penonton.
Karena berada di kursi penonton, tentu saja membuatnya tidak dapat melihat bahu Indira dengan jelas. Seorang gadis kecil duduk disebelahnya. Ia mengeluarkan sebuah stetoskop untuk melihat pertandingan agar lebih jelas.
Ia pun ingin meminjam teleskop si gadis kecil, namun ditolak oleh gadis kecil ini dengan alasan ia ingin melihat pasangan idolanya yaitu Bridav dan Indira.
"Tolong pinjami aku sebentar saja, please," punta Lee memohon
Namun gadis itu tetap tak mau meminjamkan stetoskopnya kepadanya.
"Gak boleh!" seru gadis kecil itu kemudian menjulurkan lidahnya
Lee tak bisa memaksanya lagi, sepertinya gadis kecil itu terlalu pelit untuk meminjamkan stetoskopnya.
Ia kemudian memutar otaknya untuk mencari cara agar bisa melihat Indi dari dekat.
Sang pengawal terpaksa memeriksanya dengan mata kepalanya sendiri.
Sementara itu Reynold meniup peluitnya membuat semua peserta langsung bersiap di garis startnya masing-masing.
Kini Bridav dan Indi langsung menyemburkan diri ke kolam renang. Mereka berenang begitu cepat dan berusaha untuk menjadi pemenang lomba.
Sementara itu di lintasan perenang pria Mario yang sebelumnya finish di urutan terakhir kini terlihat menjadi kuda hitam yang terus membayang-bayangi Bridav dan Hasson yang saling berebut posisi pertama.
Sedangkan di kolam putri, Aqila terus mengejar Indira. Gadis itu tak mau kalah lagi di ronde kedua ini.
Ia mengeluarkan semua kemampuannya agar dapat mengalahkan Indira.
Merasa dibayang-bayangi oleh Aqila, Indi mempercepat gerakannya. Jiwa kompetisi gadis itu tak akan membiarkan siapapun mengalahkannya.
Indi berenang dengan sangat cepat hingga berhasil mengejar Aqila yang berada di urutan pertama.
Dengan kecepatan maksimal Indi berhasil memenangkan perlombaan tersebut.
Suara tepuk tangan penonton membuat gadis itu merasa bahagia karena kembali berhasil memenangkan lomba. Begitupun dengan Bridav pria itu juga berhasil memenangkan perlombaan setelah menyingkirkan Mario diurutan kedua dan di susul Hasson diurutan ketiga serta Rico diurutan terakhir.
Bridav kemudian menggandeng lengan gadis itu dan mengajaknya menuju ke panggung.
__ADS_1
Semua penonton tampak memperbincangkan sikap romantis Bridav saat bersama Indira.
Ia memang terlihat lebih hangat saat bersamanya, sehingga kesan dingin yang menempel padanya seketika mencair saat bersama Indira.
Melihat Indi menuju ke panggung membuat Lee segera berlari untuk menyusulnya.
"Indi!" seru pria itu melambaikan tangan kearahnya
Indi menghentikan langkahnya, menunggu kedatangan Lee yang berjalan kearahnya.
"Selamat Indi, akhirnya kau berhasil memenangkan perlombaan ini," ucap pria itu menyalaminya
"Thanks Lee, aku harap setelah ini kau bisa menghibur Aqila agar ia tak bersedih lagi atau menciptakan masker yang bisa membuat wajahnya menghitam lagi," jawab Indira membuat Lee seketika tertawa
Melihat Lee yang terus menoleh ke punggung gadis itu membuat Bridav sedikit curiga.
Lelaki itu kemudian pergi meninggalkan keduanya untuk mengambil piyama.
Tak lama pria itu kembali dan memakaikan piyama tersebut kepada Indira.
Seketika Lee langsung mengumpat dalam hati dan memaki pria itu.
Karena tak ada yang diperbincangkan lagi Bridav mengajak Indi naik keatas panggung.
Penonton kembali memberikan tepuk tangan meriah saat kedua pemenang lomba itu berdiri diatas panggung.
Reynold segera membisikkan sesuatu kepada Arnold sebelum ia naik keatas panggung menyusul kedua pemenang lomba.
"Ok semuanya, sekali lagi berikan tepuk tangan yang meriah untuk pasangan pemenang kita kali ini!!"
Reynold kemudian meminta para penonton dan netizen yang menyaksikan acara itu secara Live untuk memberikan pertanyaan kepada Indi dan Bridav.
Seorang penonton langsung mengangkat tangannya dan memberikan pertanyaan kepada sang raja film.
"Bukankah kalian berada dalam manajemen yang sama, lalu bagaimana kalian menyikapi larangan dari pihak manajemen yang melarang kalian berpacaran?"
Semua orang langsung tercengang mendengar pertanyaan dari sang penonton.
Indi langsung merebut mikrofon dari Bridav. Wanita itu tak membiarkan lelaki itu menjawab pertanyaan tersebut.
"Ok, perlu aku garis bawahi di sini, sebenarnya aku dan Bridav tidak pacaran. Kami hanya berperan sebagai pasangan dalam challenge saja, hanya sebatas tuntutan profesi tidak lebih. Namun jika kami terlihat seperti pasangan sesungguhnya maka itu adalah keberhasilan dari kami yang begitu mendalami peran," jawab Indi membuat Bridav merasa lega
__ADS_1
Semua orang langsung tercengang mendengar jawaban Indi yang terkenal polos dan jujur.
"Kalau begitu tunjukkan kepada kami bagaimana romantisnya kalian sebagai pasangan terkompak dan teromantis dalam challenge ini!" sahut penonton lainnya
Demi menunjukkan kemesraan mereka, Indi kemudian meminta Bridav untuk memeluknya.
Bridav masih terdiam, tak bergerak.
"Cepat lakukan sesuatu atau aku akan bilang kepada mereka kalau sebenarnya kita saling jatuh cinta," bisik Indira membuat wajah pria itu seketika memerah
Bridav segera menarik pinggang gadis itu kemudian mengecup keningnya.
Seketika para penonton langsung berteriak histeris melihat aksi romantis pria itu.
"Wow, aku tidak menyangka gadis itu bisa membuat kulkas kita menjadi seorang yang begitu menggairahkan," ucap Reynold berkali-kali menepuk-nepuk dadanya
Setelah itu, pembawa acara kembali memberikan pertanyaan kepada Indira, "Di pria kulkas ini dan game, manakah yang akan kau pilih?"
Indi menoleh sebentar kearah Bridav sebelum menjawab pertanyaan dari Pembawa acara.
"Tentu saja aku akan memilih si kulkas yang romantis ini," jawab Indi membuat semua orang langsung memberikan tepuk tangan untuknya
"Wah benar-benar jawaban yang aku tunggu-tunggu. Kalau boleh tahu apa alasannya, apa karena kau sudah mulai jatuh hati dengannya atau kau hanya ingin menghiburnya?" Selidik Reynold
Seketika wajah Bridav langsung memerah saat Indi menggenggam jemarinya.
"Pasti kalian sangat penasaran ya?" tanya Indi kepada penonton
"Tentu saja, bukan hanya penonton dan netizen di rumah yang penasaran tapi aku juga sangat penasaran," jawab Reynold mewakili para penonton
"Ok baiklah, aku akan memberi tahu alasannya agar kalian tidak mati penasaran,"
Suasana tiba-tiba menjadi hening saat gadis itu menarik nafas panjang.
*Deg!!
Sebenarnya dari semua orang yang ada di tempat itu Bridav lah yang paling penasaran dengan jawaban gadis itu.
Bagaimana tidak kini jantungnya terasa meletup-letup saat menunggu jawaban darinya. Bahkan setiap detik terasa begitu lama dan menyiksanya hingga ia ingin berteriak dan memaksa gadis itu agar segera memberitahu jawabannya.
"Kenapa aku lebih memilih Bridav daripada game, alasannya karena jika aju bermain game pasti bisa kalah, namun jika ia memukul Bridav, aku tidak akan pernah kalah. Karena berapa kali pun aku memukulinya ia tak akan membalasnya justru ia akan memberikan tubuhnya untuk aku pukul," jawab Indira membuat semua orang seketika tertawa mendengarnya.
__ADS_1