
"Bagaimana penampilan ku?" Tanya Yuan memamerkan gaya rambut barunya
Indi langsung merespon dengan memperhatikan penampilan Yuan yang memang lebih modis dari biasanya.
Namun siapa sangka jika Bridav menghampiri mereka.
"Gimana gaya rambut baru aku?" tanya Yuan kepada Indira
"Jelek!" jawab Bridav mengomentari gaya rambut pendek Yuan yang dinilainya tidak sesuai dengannya.
Yuan tampak mencebikan bibirnya saat mendengar ucapan Bridav membuat Indi seketika tertawa melihat raut wajahnya yang lucu.
Yulia kemudian menghampiri mereka dan memintanya untuk segera masuk kedalam Bis.
Semua artis segera masuk kedalam bus jemputan yang akan membawa mereka menuju ke hotel.
Saat semua artis tengah beristirahat, Felisia mengetuk pintu kamar Yulia.
Ia terlihat menggunakan pakaian tidur yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Ia kerap bersin-bersin dan mengusap hidungnya dengan tisu.
"Ada apa kau menemuiku malam-malam begini?" tanya Yulia
"Aku sakit flu berat," jawab Felisia kemudian bersin-bersin
Ia sengaja memasang wajah pucat dengan mata berair dan hidung memerah agar Yulia percaya dengannya.
Tentu saja Ia sengaja melakukan trik itu untuk menarik perhatian Yulia.
Ia tahu jika Yulia bukanlah seorang wanita, Yulia yang bernama asli Julio adalah seorang pria yang sengaja menyamar untuk mencari adik kandungnya Indira.
Felisia berharap, jika sutradara itu akan berempati terhadapnya apalagi saat melihat body goalnya.
__ADS_1
Ia berharap bisa menghabiskan malam berdua bersamanya.
Yulia yang merasa kasian lalu mempersilakan Felisia masuk ke kamarnya. Saat ia hendak menghubungi seorang dokter Felisia justru melarangnya.
Ia mengatakan jika dirinya akan sembuh setelah istirahat cukup di tempat yang nyaman. Feli juga mengatakan jika kamar Yulia begitu nyaman dan ia yakin akan cepat sembuh setelah bermalam di sana.
Yulia pun tak mempermasalahkan hal itu dan mempersilakan wanita itu tidur di kamarnya.
Yulia yang merasa tak nyaman dengan penampilan Felisia memilih tidur di sofa dan membiarkan Feli tidur di ranjangnya.
Namun lagi lagi Selly melarang Yulia untuk tidur di sofa ia memaksa agar wanita itu tidur bersamanya dalam satu ranjang.
"Memangnya kenapa kalau kamu tidur denganku. Apa ada masalah denganku?" tanya Felicia
Yulia menggelengkan kepalanya, membuat Felicia kembali bertanya kepadanya, "Lalu apa masalahnya, bukankah kita sama-sama wanita Jadi untuk apa kita tidur terpisah. Lagipula ranjang ini terlalu besar untuk aku. Kecuali kalau kamu seorang laki-laki?" ucap Felicia kemudian mendorong tubuh Yulia hingga jatuh ke atas ranjangnya
Wanita itu kemudian membaringkan tubuhnya diatasnya membuat Yulia benar-benar tak berdaya dibuatnya.
Felisia mengusap lembut wajah Yulia dan menyibak piyamanya.
"Jangan khawatir, aku tidak akan memberitahukan siapapun tentang rahasiamu," ucap Felisia kemudian mendekatkan bibirnya ke pria itu
Yulia seketika mendorong tubuh gadis itu, dan ia dengan serius memperingatkan Felisia untuk tidak menggunakan trik murahan seperti ini untuk mendapatkan sesuatu darinya.
"Aku tahu kau sengaja melakukan semua ini untuk mendapatkan peran utama, tapi sayang sekali aku tidak tergoda oleh tubuh seksi mu itu!" ucap Yulia kemudian menarik gadis itu dan mengusirnya dari kamarnya.
Felisia yang merasa tidak rela bertanya pada Yulia apakah pria itu menyukai Indira.
"Sebenarnya apa yang sudah indi berikan padamu sampai kau begitu kekeh untuk mempertahankan ia sebagai pemeran utama meskipun aktingnya benar-benar payah. Jangan bilang kalau kalian sudah tidur bersama!" seru Felisia
Yulia tidak menggubrisnya dan langsung menutup pintu kamarnya.
Felisia menjerit kesal melampiaskan kemarahannya.
__ADS_1
Sementara itu Yuan pergi ke kamar Bridav untuk membahas sesuatu.
Bridav begitu terkejut saat mendengar rencana sepupunya itu dan bertanya siapa yang mengusulkan rencana ini.
Yuan mengatakan tidak tahu. Akan tetapi, ia mengatakan jika tingkat keberhasilan rencana ini sangat tinggi.
Akan tetapi Bridav masih meragukan rencana Yuan yang ingin mempromosikan Indira kepada Yulia. Ia mengkhawatirkan Indira.
Sebagai orang yang sudah mengenalnya Bridav tahu benar jika Indi tidak suka dengan cara yang diusulkan oleh Yuan.
Yuan berusaha menyakinkan Bridav jika yang dilakukannya tidak berbahaya, ia juga yakin jika Indi pasti akan setuju dengan rencananya. Ia juga meminta Bridav untuk percaya pada Indira, bahkan mengatakan kalau Indi adalah wanita yang sangat hebat.
Setelah berhasil meyakinkan Bridav, Mereka berdua bersiap pergi menemui Yulia untuk membahas rencana tersebut.
Kebetulan mereka bertemu dengan Indira, akhirnya mereka juga mengajak wanita itu untuk menemui Yulia
Yuan mengetuk pintu kamar Yulia. Yulia mengira jika Felisia yang mengetuk pintu, jadi tidak membukakan pintu.
Karena Yulia lama tak membukakan pintu kamarnya, tidak disangka Indira kemudian mendobrak pintu dan langsung masuk ke dalam.
Tentu saja hal itu membuat Yulia kaget dan panik.
Bridav lalu menjelaskan jika kedatangan mereka untuk menanyakan sesuatu kepada Yulia.
"Saya hanya ingin menggunakan kesempatan saat syuting di depan gerbang penjara untuk menangkap penjahat," ucap Bridav seketika membuat Yulia tercengang mendengarnya.
"Penjahat??" tanya Yulia dengan wajah bingung
Mendengar kata penjahat membuat Indira begitu bersemangat ingin berpartisipasi dalam rencana tersebut.
Yuan hanya langsung menepuk keningnya saat mendengar ucapan Indira.
Ia melirik kearah Bridav untuk memberikan isyarat agar pemuda itu merevisi ucapannya.
__ADS_1
Sementara itu Yulia yang tampak serius menanggapi ucapan Bridav langsung menolaknya dengan tegas.
Ia mengatakan jika Bridav mungkin masih bisa mencari kekasih baru jika terjadi sesuatu dengan Indira. Tapi dirinya hanya memiliki satu adik perempuan. Dan ia tak mau kehilangan Indira.