KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 42


__ADS_3

Indi meminta Ace menunggu diluar dan ia masuk kedalam rumah dengan cara mendobrak pintu rumah tersebut.


*Brakkk!!!


Hema yang sedang meringkuk di ranjangnya terkejut mendengar suara pintu rumahnya didobrak.


Ia segera bangun dan melihat siapa yang datang. Wanita itu begitu geram saat melihat Indira yang datang bersama Ace.


"Dasar tak tahu adab, beraninya kau merusak rumahku!" seru Hema dengan tatapan mata nanarnya


"Maafkan saya karena terlalu khawatir terjadi sesuatu dengan anda makanya saya lancang mendobrak pintu," jawab Indi


Hema menarik sudut bibirnya mendengar Jawaban Indi. Ia semakin benci gadis itu karena dianggap terlalu mengada-ada dan mencari muka.


"Jangan sok peduli denganku, sebaiknya kalian pergi dari sini karena aku tidak mau diganggu haru ini!" seru Hemalia mengusir mereka


Melihat Indi tak mau beranjak ia segera mengambil sapu dan memukulinya hingga akhirnya Indipun pergi dari rumah itu.


"Dasar pengganggu, apa mereka tidak tahu kalau aku sedang sakit!" gerutu Hemalia kemudian meminta assisten rumah tangganya untuk memperbaikinya pintu rumahnya


Sementara itu Indi yang belum pernah menerima penolakan bersikeras untuk kembali ke rumah Hema meskipun Ace melarangnya.


"Sudahlah Indi sebaiknya kita pulang, nanti aku akan mencarikan artis lain yang lebih berbakat untuk melatih skill akting mu," ucap Ace mencoba menahan Indi


"Aku tidak peduli, bukan belajar akting yang ada di benakku saat ini, tapi wanita itu...dia membutuhkan pertolongan kita," jawab Indi


Ia memasukan beberapa roti ke kantong plastik dan bergegas meninggalkan Ace.


Ia kembali mendatangi villa Hemalia, dan langsung menendang pintu rumahnya yang terkunci.


*Brakkk!!


Kali ini bukan Hema yang menyambut kedatangan Indi namun seorang gadis belia dengan wajah pucat menghampirinya.


"Maaf Ibu sedang sakit jadi tidak bisa menemui siapapun," ucap Gadis itu dengan suara lirih


Indi langsung masuk dan menuju ke kamar sang artis senior.


Melihat wanita itu terbaring di ranjangnya membuat Indi langsung memeriksakannya.

__ADS_1


"Denyut jantungnya semakin melemah, jika dibiarkan kau bisa sekarat dan mati," ucap Indi


Ia kemudian keluar dari kamar Hema dan menuju ke dapur. Indi sengaja memasak sup ayam untuk mengembalikan energi Hemalia.


Satu jam kemudian ia kembali ke kamar Hema dan menyajikan semangkuk sup ayam untuknya.


Mencium aroma wangi makanan membuat Hema langsung terbangun.


"Syukurlah kau sudah bangun, sekarang makanlah sup ayam ini agar kau kembali pulih," ucap Indi


Mendengar kata Sup ayam membuat wanita itu langsung membulatkan matanya. Ia segera melompat dari ranjangnya dan berlari keluar untuk melihat ayam kesayangannya.


Benar saja, Ia langsung berteriak histeris saat melihat seekor ayam kesayangannya sudah tidak ada lagi di kandangnya.


"Indi!!" serunya naik pitam


Ia begitu marah saat tahu jika Indi membuat sup ayam itu menggunakan ayam kesayangannya. Hema segera mengambil sapu dan mengejar Indira yang langsung lari saat melihatnya. Ia kemudian memukuli gadis itu berkali-kali dengan gagang sapu.


"Dasar tak tahu adab!!" caci Hema sambil memukulinya


Karena begitu bersemangat memberikan hukuman kepada Indi membuat Hemalia lemas karena kecapaian. Ia kemudian jatuh ke lantai dan pingsan.


Indi langsung mengangkat wanita itu dan memindahkannya ke ranjangnya.


"Sebaiknya kau habiskan sup ini agar kau bisa kembali pulih," ucap Indira


Hema kemudian bangun dan duduk. Ia mengambil sup ayam itu dan memakannya sendiri. Ia merasakan baru pertama kali menikmati sup ayam yang benar-benar nikmat, sayangnya saat ia minta nambah supnya sudah habis karena dimakan oleh putrinya.


"Kalau kau mau aku akan memasakkan lagi untukmu besok pagi," ucap Indi


"Tapi aku sudah tidak punya ayam lagi," sahut Hema lirih


"Tidak apa, aku bisa membelinya di pasar," jawab Indira


Ia kemudian berpamitan dan menyuruh Hema untuk beristirahat.


Keesokan harinya Indi datang mengunjungi kediaman Hemalia untuk melihat kondisinya.


Pagi itu ia terlihat Hema dan putrinya terlihat lebih segar dari sebelumnya.

__ADS_1


Hema kemudian mempersilakan Indi masuk, dan menceritakan tentang anak angkatnya.


Ia memberitahukan kepada Indi jika anak angkatnya pernah diculik dan dibawa lari ke gunung saat ia masih kecil.


Ia kabur dari gunung dua tahun lalu dan jatuh pingsan di rumah Hemalia. Sejak saat itulah ia merawat anak itu dan mengadopsinya.


Kebetulan saat itu Hema juga sudah mengundurkan diri dari dunia entertainment, dan memutuskan untuk merawat anak itu.


Tiga hari kemudian saat Indi memutuskan untuk kembali ke Jakarta, Hema tidak rela melepasnya. Ia meminta kepada Indi untuk sering menjenguknya.


"Kalau kau ada waktu senggang mampirlah ke sini, aku pasti sangat senang jika kau sering mengunjungi ku," ucap Hema


"Tentu saja, aku pasti akan berkunjung lagi kesini. Terimakasih atas bantuan mu," jawab Indi kemudian bergegas pergi


Hari audisi pun tiba. Banyak sekali orang yang berkumpul di tempat audisi untuk mengikuti acara tersebut. Rupanya Bridav juga ada di tempat itu, tidak terkecuali dengan Susan yang juga mengikuti audisi tersebut.


Kemampuan akting Susan memang tidak bisa diragukan lagi, ia bahkan mendapatkan julukan sebagai Ratu Film tahun lalu. Tak heran ia begitu percaya diri saat mengikuti audisi tersebut.


Akting Susan sangat bagus dalam Audisi tersebut, hingga memukau banyak orang.


Susan langsung menyapa Indira begitu melihat gadis itu.


"Halo Indi??" sapa Susan dengan


wajah berseri-seri.


"Hai," sahut Indi dengan nada malas


Semua orang tampak memperhatikan keduamya saat Susan sedang berbicara. Mereka mulai mencaci Indi karena kemampuan Aktingnya yang buruk.


"Wah tidak ku sangka kau ikut audisi juga, padahal kemampuan akting mu masih belu. berkembang tapu kau begitu percaya diri mengikuti akudisi?" ucap Susan berusaha menyindirnya


"Tentu saja, lagipula memang tujuanku mengikuti audisi ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan aktingku," jawab Indi dengan santai


"Wah, akau benar-benar Keren Indi. Bahkan kau tidak sedikitpun gentar meskipun tahu banyak artis berbakat yang mengikuti audisi," ucap Susan


"Kalaupun aku harus kalah nantinya aku tidak menyesal karena sudah mencobanya. Maaf sepertinya aku harus kembali, Ace mencari ku," jawab Indi kemudian meninggalkan Susan


"Sombong sekali, aku yakin dia akan langsung tersingkir setelah maju ke babak pertama. Orang sepertinya tidak akan pernah bisa melakukan peran yang sulit seperti preman wanita. Kita lihat saja Indi, apa kau masih bisa sombong setelah tersisih di babak pertama," ucap Susan menyeringai

__ADS_1


Seorang panitia audisi mengumumkan jika audisi akan segera dimulai. Para peserta diharapkan mempersiapkan dirinya masingmasing.


Indi sedikit merasa lega saat melihat hanya beberapa orang saja yang mengikuti audisi untuk Preman Wanita.


__ADS_2