
"Seandainya saja aku bisa memiliki tubuh ini seutuhnya aku pasti akan mengungkapkan perasaan ku padamu," Indi tersenyum menatap Bridav
"Memangnya apa yang ingin kau katakan?" tanya Bridav menatapnya sendu
"Aku menyukai mu Bridav, I Love You BD...." rancau Indi sambil membentuk tanda cinta dengan kedua tangannya.
Bridav sejenak terpukau dengan penampilan manis Indi saat mabuk.
"Aku juga menyukai mu Indi, Love you too my bar-bar queen," jawab Bridav
Indi tersipu malu mendengar jawaban pria itu. Ia tanpa sadar mencium pipi pemuda itu membuat Bridav ternganga dibuatnya.
"Lope-lope my King," ucap Indi kemudian
merebahkan kepalanya di atas meja karena sudah tidak tahan menahan kantuknya. Tidak lama terdengar suara dengkurannya yang begitu nyaring membuat Bridav tersenyum melihatnya
"Kamu terlihat begitu manis saat sedang tidur. Ternyata dibalik sikap bar-bar mu, kau juga memiliki sisi manis sama seperti gadis lain pada umumnya," ucap Bridav mengusap lembut wajah gadis itu
Mario yang memperhatikan keduanya dari kejauhan kemudian menghampiri keduanya dan berusaha membangunkan Indi, namun Bridav melarangnya.
Kembali ratusan komen bermunculan mengomentari keberanian Indi mengungkapkan perasaannya kepada Bridav. Para Netizen begitu mendukung sikap Indi dab berharap keduanya akan menjadi pasangan kekasih yang bahagia.
Meskipun tahu Indi berbuat curang untuk menyelesaikan misinya kali ini, namun bagaimanapun juga Rey merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh Indira malam itu. Gadis itu selalu bisa membuat rating acaranya meningkatkan dengan aksi-aksi spontan nya.
"Beruntunglah manajemen artis yang akan menaungi mu kelak, semoga sukses Indi,"
Reynold kemudian menutup acara live malam itu dengan mengumumkan Indi sebagai pemenang challenge tersebut.
Semua peserta challenge segera kembali ke villa setelah acara selesai. Dirga dan Susan memilih kembali ke villa lebih dulu dari para talent lain yang masih asyik menikah barbeque.
Melihat Indi yang masih terlelap membuat Bridav menemui Reynold untuk meminta izin mengantar Indi pulang.
Reynold menyetujui permintaan Bridav dan mempersilakan pemuda itu untuk mengantarkan Indi kembali ke Villa.
Setibanya di villa, Bridav segera membaringkan Indi ke ranjangnya dan melepaskan sepatunya. Tak lupa ia juga mematikan lampu kamar gadis itu sebelum pergi.
"Selamat malam Indi, semoga mimpi indah," ucap Bridav kemudian meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Ia segera kembali ke kamarnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara itu Dirga berusaha merayu Susan di depan gudang. Ia sengaja mengajak gadis itu ke tempat sepi itu untuk menggodanya.
Selain tempat itu tersembunyi, para talent juga dilarang untuk mendekati gudang sehingga Dirga merasa aman jika melakukan aksi mesumnya di tempat itu.
Susan sengaja membiarkan Dirga bersandar di bahunya. Merasa mendapat lampu hijau membuat Dirga berusaha mencumbu gadis itu.
Susan berusaha menghindar saat Dirga terus mendesaknya.
"Sebaiknya jangan lakukan di tempat ini karena berbahaya jika ada yang melihat kita. Bagaimana kalau kau datang saja ke kamarku, aku yakin kita bisa leluasa melakukannya di sana tanpa takut ada yang memergoki kita," ucap Susan berusaha membujuk pria itu
"Baiklah, sebutkan saja dimana kamarmu, aku pasti akan menyusul mu ke sana," sahut Dirga
"003," jawab Susan kemudian meninggalkan Dirga
Susan menyeringai saat memasuki kamarnya.
"Tamatlah riwayat mu malam ini Indi, aku harap kali ini kau akan segera sadar jika tak ada yang berjalan mulus dalam dunia hiburan, semuanya penuh liku dan perjuangan. So selamat menikmati malam panjang mu bersama pasangan barumu,"
Dirga berjalan mengendap-endap menuju kamar 003, ia segera masuk kedalam setalah memastikan tidak ada seorangpun yang melihatnya memasuki kamar tersebut.
Ia kemudian tersenyum lebar saat melihat sosok wanita yang dikira Susan berbaring di ranjangnya.
"Sepertinya kau sudah tidak sabar untuk menikmati malam panas bersama ku Susan," ucap Dirga kemudian menghampiri gadis itu.
Ia duduk di bibir ranjang dan membelai rambut gadis itu.
"Sayang," ucapnya mencoba membangunkan gadis itu
"Emmm, jangan berisik!" seru Indi kemudian tidur lagi.
Dirga begitu kaget saat mengetahui jika gadis yang ada dihadapannya adalah Indira bukan Susan
"Sial, ternyata dia berusaha menipuku." ucap Dirga saat menyadari jika ia telah ditipu oleh Susan
Ia mengendus aroma alkohol yang sangat kuat dari tubuh gadis itu.
__ADS_1
Rupanya dia sedang mabuk berat,
Tidak ada rotan akar pun jadi, Tidak ada Susan Indipun jadi, Tak apalah jika malam ini aku harus bersama Indi. Lagipula aku juga penasaran dengan sosok misterius Indira. Kita lihat saja apa dia masih bisa bersikap arogan saat sedang mabuk???
Dirga kemudian berusaha untuk membuka pakaian Indi.
Indi berusaha menahannya meskipun ia masih belum bisa sadar sepenuhnya.
Dirga dengan cepat memegangi tangan Indira dan berusaha menyentuh dua gunung kembar Indi yang begitu menggodanya.
"Lepaskan, atau aku akan mengirim mu ke Neraka!" seru Indi membuat Dirga seketika tertawa mendengarnya
"Coba saja kalau bisa, Apa kau bisa mengajar ku dalam keadaan mabuk seperti ini??. Lagian aku juga tidak suka jika melakukan hubungan dengan wanita yang hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa. Aku lebih senang dan merasa tertantang dengan wanita yang agresif apalagi sedikit bar-bar sepertimu saat bercinta," bisik Dirga
Indi segera melepaskan tendangannya saat Pemuda itu berusaha mencium bibirnya.
*Bruugghhh!!
Dirga segera bangun setelah Indi berhasil membuatnya terhempas ke lantai dengan tendangan kerasnya.
"Wah kau benar-benar membuat ku semakin tertantang untuk menaklukkan dirimu Indi!" seru Dirga kemudian bergegas menghampiri gadis itu
Indi segera melepaskan pukulannya saat Dirga mendekatinya. Ia terus memukulinya hingga ia jatuh pingsan. Dalam keadaan setengah sadar Indi berusaha menyeret Dirga keluar dari kamarnya dan melemparkannya ke tempat sampah.
"Lelaki sampah seperti mu memang lebih pantas berada di tempat sampah agar kau tidak lupa darimana tempat asal mu!" hardik Indi.
Ia kemudian berjalan sempoyongan kembali ke kamarnya. Bukannya masuk ke kamarnya Indi justru naik ke lantai atas dan membuka kamar Bridav yang kebetulan tidak terkunci.
Indi yang masih linglung tidak tahu jika kamar yang ia masuki bukan kamarnya melainkan kamar tidur Bridav.
Ruangan kamar yang gelap membuat Indi mengira jika itu adalah kamarnya.
Tanpa berpikir panjang ia segera melompat naik ke atas Ranjangnya hingga membuat Bridav terbangun dan terkejut saat melihat Indi berbaring di sampingnya.
"Apa dia mengidap sindrom berjalan saat tidur hingga tak sadar datang ke kamarku??" ucap Bridav
Ia kemudian segera turun dari ranjangnya dan membiarkan gadis itu tidur di tempat peraduannya.
__ADS_1
Ia menyelimuti tubuh gadis itu dan memilih tidur di lantai.