KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 44


__ADS_3

Susan tak bisa menolak saat Indi meminta dirinya menjadi lawan mainnya.


Sutradara kemudian memberikan naskah kepada Susan. Ia akan memerankan Deuteragonis mendampingi peran Indira.


Susan tampak terkejut melihat adegan Deuteragonis di hajar oleh preman wanita.


Ia begitu ketakutan, jika Indi akan membalas dendam padanya seperti yang ia lakukan pada Indi saat menjadi lawan mainnya.


Tidak mungkin Indi seorang yang lemah, aku yakin pukulannya tidak keras. Lagipula dia anak yang baik jadi mana mungkin ia akan membalas dendam padaku. Aku yakin dia sudah melupakannya dan memaafkan aku,


Susan kemudian menghapalkan dialognya, namun berkali-kali ia mencoba menghafalnya tetap saja ia tidak bisa.


"Kenapa sulit sekali menghafal naskah ini?"


Susan menyerah dan memilih tidak menghapal naskahnya. Sutradara menegur Susan saat ia masih membaca script saat mulai beraksi dengan Indi.


Namun gadis itu mencari seribu alasan agar sang sutradara mau membolehkannya membaca script karena ia belum hafal dialognya.


Indira tak mempermasalahkan Susan yang belum hafal naskah dan meminta sutradara mengijinkan Susan membaca naskah drama.


Susan merasa jika Indi adalah seorang yang naif dan ia merasa jika gadis itu tak akan membalas apa yang ia lakukan padanya.


"Camera, rolling, action!"


Indi langsung melepaskan pukulan keras ke wajah Susan setelah mendengar aba-aba dari sang Sutradara.


Seketika Susan langsung terjungkal setelah mendapatkan pukulan keras dari Indira.


Ia merasakan rasa sakit yang luar bisa hingga menyangka wajahnya hancur berkeping-keping.


"Susan, apa kamu baik-baik saja?" tanya sang sutradara langsung menghampiri gadis itu yang terkulai di lantai


Kerena khawatir Susan pingsan sutradara kemudian meminta tim medis untuk mengevakuasinya ke klinik.


Namun saat tim medis akan memindahkannya ke tandu Susan langsung terbangun.


"Aku baik-baik saja kok, hanya saja wajahku begitu sakit dan memar,"


Petugas medis langsung menyemprotkan cairan penghilang nyeri dan memberikan batu es padanya untuk mengompres lukanya.

__ADS_1


"Aku yakin sebentar lagi memarnya akan menghilang jadi kau bisa kembali syuting lagi," ucap sang sutradara


"Syuting lagi???" tanya Susan membulatkan matanya


"Tentu saja, bukankah kau yang dipilih oleh Indi menjadi lawan mainnya, jadi kamu harus menemaninya sampai selesai." jawab Sang Sutradara


Seketika Susan merasa lemas, kali ini ia baru mengenal karakter Indira yang sesungguhnya.


Ternyata Indi benar-benar berubah, dia bukan lagi gadis lemah yang naif, tapi dia adalah seorang wanita kuat yang berotot dengan pemikiran sederhana yang mengecoh lawan-lawannya.


Setelah merasa baikan Susan kembali beradu akting dengan Indira.


Indi kembali melepaskan pukulannya bertubi-tubi kearah Susan hingga gadis itu menjerit kesakitan.


Semua orang mengira jika Susan sedang berakting hingga tak memperdulikan teriakannya.


Susan semakin geram terhadap Indi yang dinilainya sengaja memilihnya menjadi lawan mainnya agar ia bisa membalas dendam kepadanya.


Dasar licik, aku tahu kamu pasti sengaja memilihku agar kau bisa membalas dendam padaku. Sebaiknya aku membiarkan diriku terus dipukul olehnya dan setelah itu aku akan membuat berita panas dengan kejadian ini.


Indi begitu menghayati perannya hingga terus melayangkan pukulan demi pukulan ke arah Susan.


Sang Sutradara mengira Susan sedang berakting hingga tak menghiraukan ucapannya.


Ia memuji kemampuan akting Indira yang begitu alami, ia bahkan terlihat begitu natural saat sedang menghajar lawan mainnya.


"Tolong, stop memukuliku, tolong hentikan Indi, aku sudah tidak kuat lagi, sakit!!" seru Susan berteriak keras


Karena sutradara tidak memintanya berhenti Indipun melanjutkan adegannya memukuli Deuteragonis yang diperankan oleh Susan.


Para crew dan juga peserta Audisi juga mengira jika Susan sedang berakting hingga tak memperdulikan teriakannya.


Mereka menilai jika Susan berakting sangat bagus saat menjadi Deuteragonis daripada ia menjadi Preman wanita.


"Aaaarrgh!!, hentikan!!" seru Susan kemudian berdiri


"Apa kalian akan diam saja saat seseorang menganiaya diriku, Indi sengaja memukul ku karena ingin membalas dendam padaku. Sekarang juga aku berhenti menjadi lawan mainnya. Aku akan melakukan visum ke rumah sakit dan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib!" seru Susan mengancam sang Sutradara


Sutradara merasa jika Susan sedang mencari perhatian. Ia tahu jika gadis itu pasti akan melakukan apapun jika melihat seseorang yang memiliki kemampuan akting lebih bagus darinya.

__ADS_1


"Lakukan saja apa yang kamu mau, aku tidak peduli!" sahut sang Sutradara membuat Susan semakin kesal dan langsung meninggalkan ruang audisi disusul oleh manajernya


"Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Indira menghampiri Sutradara


"Tentu saja tidak, kau sudah melakukan yang terbaik jadi jangan khawatir kami tidak akan menyalahkan dirimu. Aku tahu kau pasti tidak memukulnya dengan sungguh-sungguh bukan??, mana mungkin gadis lemah seperti dirimu bisa memukul dengan keras, yang benar saja, Susan memang paling bisa mencari sensasi," jawab sang Sutradara


Indi tersenyum simpul saat mendengar jawaban sang sutradara.


"Terimakasih atas kepercayaan sutradara, sebagai seorang artis tentu saja aku melakukan semuanya dengan profesional, aku memukul Susan sesuai seperti yang tercantum dalam script, dan aku juga tidak menggunakan semua kekuatan ku karena itu bisa membahayakan jiwa Susan jika aku memukulnya menggunakan tenaga dalam ku," jawab Indira membuat semua orang seketika tertawa mendengarnya


"Hahahaha, yang benar saja Indi, apa benar kau memiliki kekuatan tenaga dalam seperti dalam film kolosal. Kau bisa saja membuat semua orang tertawa di saat seperti ini," celetuk sang sutradara


"Hehehe, maaf pak saya hanya bercanda!" jawab Indira


Bukan hanya Susan yang akan terancam jiwanya saat terkena pukulan maha dahsyat ku, tapi kau juga bisa mengalami hal yang sama sutradara, itulah kenapa aku harus menyembunyikan kekuatan ku,


Sementara itu Susan yang terus menerus mengeluh kesakitan membuat Sang Manager akhirnya memapahnya dan membawanya keluar.


Saat berjalan menyusuri koridor Keduanya bertemu dengan seorang lelaki berbadan kekar.


Susan kemudian mengatakan kepada manajernya jika ada barangnya yang tertinggal di ruang audisi dan memintanya mengambilkan barang tersebut. Tidak lupa Susan juga meminta sang manajer untuk memotret ruang audisi untuk dijadikan barang bukti saat ia melapor ke polisi.


"Baik, aku akan melakukan semua yang kamu perintahkan," jawab sang manajer kemudian menurunkan Susan dan meninggalkannya.


Susan tersenyum sinis menatap kepergian manajernya.


"Sekarang kita lihat saja, siapa yang akan terpilih untuk memerankan tokoh utama dalam audisi ini??"


Sementara itu di ruang audisi, sutradara bertanya kepada Indira apa dia sudah mempersiapkan diri untuk adegan action.


"Apa kau sudah siap untuk adegan action selanjutnya,"


Indi langsung mengangguk siap.


"Tentu saja aku sudah siap,"


Indi segera memasang kuda-kuda dan bersiap melakukan adegan action yang diminta sang sutradara.


Tidak lama kemudian pintu ruang audisi didorong oleh seseorang dan masuklah seorang lelaki bertubuh kekar.

__ADS_1


__ADS_2