
Indi akhirnya berhasil melakukan registrasi tim. Selesai melakukan registrasi petugas mempersilakan gadis itu menuju ke ruangan selanjutnya untuk memilih jenis permainan yang akan diikuti.
Dua orang wanita langsung menyambut ramah kedatangan Indi. Mereka kemudian menyuruhnya duduk dan menjelaskan satu perasatu permainan yang akan di lombakan dalam kompetisi tersebut.
Ada dua jenis permainan dalam kompetisi ini. Forest Competition and Attack & Defend adalah dua permainan yang akan dimainkan dalam kompetisi ini dengan menggunakan batas waktu. Indi harus memilih satu permainan tersebut secara acak.
Setiap Lomba akan diikuti oleh empat tim. Keempat tim akan melakukan kompetisi bersamaan untuk memilih dua tim pemenang sebelum babak final.
Kedua tim ini akan bertanding lagi dalam babak final dan disiarkan secara Live.
Indira mendapatkan tim Attack & Defend yang akan melawan Tim A dari Perancis.
Setelah semua peserta mendapatkan tim secara acak, petugas mempersilakan mereka untuk menemui tutor permainan yang mereka pilih. Tentu saja di sana mereka akan mendapatkan pengarahan tentang rules permainan tersebut dari para tutor.
Indi dan ketiga ketua tim lain segera menuju ruangan permainan Attack dan Defend.
Seorang Tutor sudah menunggu mereka dan bersiap memberikan presentasi singkat tentang permainan attack dan Defend.
Team Attack perlu mengalahkan semua anggota team Defend untuk bisa menjadi pemenang. Sedangkan team Defend bertugas menjaga markas mereka dari serangan team Attack.Team Defend yang bertahan dengan waktu yang sudah ditentukan adalah pemenangnya.
Dikarenakan Team Defend lebih mudah daripada tim Attack maka tim Attack perlu memilih seseorang untuk menjadi medical Army.
Medical Army dapat menolong orang tanpa batasan jumlah. Seorang Medical Army memiliki sinar merah yang dapat menyinari orang-orang yang sudah dikalahkan sehingga mereka yang sudah dikalahkan dan mati bisa hidup kembali.
Kunci kemenangan tim attack ada pada Medical Army.
Asalkan bisa membunuh medical Army maka tim defend akan memenangkan pertandingan tersebut.
Mendengar penjelasan dari petugas membuat Indi mulai memahami permainan Attack dan Defend.
"Sekarang kau akan memilih tim apa?" tanya seorang petugas
Dengan tegas Indi memilih menjadi team Attack. Tentu saja hal itu membuat Dimitri dan Reynold khawatir mereka tidak akan bisa memenangkan kompetisi.
__ADS_1
"Gila, bagaimana mungkin Indi memilih Tim yang sulit, kalau begini bagaimana kita bisa memenangkan kompetisi!" seru Reynold
"Benar, harusnya Indi memilih tim Defend karena lebih mudah bertahan daripada menyerang," sahut Dimitri
"Percayakan saja semuanya pada Indi. Aku yakin diaa sudah memperhitungkan semua dengan penuh pertimbangan, jadi dia tahu peluangnya untuk memenangkan kompetisi ini," ucap Bridav mencoba menenangkan keduanya
Sekarang tiba saatnya petugas menanyakan pada Indira, siapa yang akan menjadi Medical Army dalam Timnya.
"Saya sendiri yang akan menjadi medical Army," jawab Indi dengan tegas
Tiba-tiba terdengar suara gelak tawa dari tim lawan yang merupakan warga asli Perancis.
Mereka menertawakan Indi yang memilih tim attack.
Mereka semakin menertawakan Indi saat gadis itu memilih dirinya menjadi Medical Army. Mereka menilai Indi adalah gadis gila yang konyol.
Sementara itu Reynold dan yang lainnya yang menyaksikan Indi melalui camera yang dipasang di baju gadis itu langsung berteriak saat Indi memutuskan untuk menjadi medical Army.
"Arrggh!!!" ucap Reynold langsung menjambak rambutnya
"Dia memang pantas menjadi medical Army, dia tangguh dan pintar lalu apa salahnya?" tanya Bridav
"Salahnya dia itu seorang wanita yang lemah, jadi mana mungkin dia bisa mengalahkan tim defend yang memiliki postur tubuh tinggi besar dan kuat. Lagipula harga diriku merasa hancur karena dia yang akan menjadi ketua tim kita. Aku tidak bisa membayangkan diriku akan diperintah oleh seorang wanita," jawab Reynold
"Kenapa kau sangat feodal Rey, meskipun Indi seorang wanita tapi dia bukan tipe orang yang suka menindas lelaki. Kalau untuk skillnya jangan diragukan lagi, harusnya kau lebih tahu daripada yang lainnya," jawab Bridav
"Entah kenapa aku memang paling tidak suka jika ada wanita yang memimpin laki-laki, aku merasa jika marwah seorang lelaki adalah memimpin wanita bukan sebaliknya. Kenapa bukan kau saja yang manjadi ketua tim dan menjadi medical Army. Aku yakin Indi akan setuju jika kau yang memintanya," ucap Reynold
"Tapi aku lebih percaya dengan Indi, meskipun tubuhnya begitu mungil dan terlihat sangat lemah, aku yakin ia memiliki kekuatan yang besar. Kau tidak perlu minder, sekarang sudah era milenial jadi ubahlah pandangan mu tentang peranan wanita. Apa kau masih tetap tidak menerima emansipasi wanita??" jawab Bridav balik bertanya
"Tentu saja aku tahu hal itu, tapi entah kenapa aku selalu merasa canggung saat dipimpin oleh seorang wanita,"
"Santai saja, aku yakin kau akan terpukau dengan kepemimpinan Indi nanti," jawab Bridav menepuk pundak lelaki itu
__ADS_1
Tidak lama Indi keluar dari ruangan pendaftaran dan menghampiri Reynold dan yang lainnya di sebuah kafe.
"Bagaimana, apa kalian sudah siap bertempur?" tanya Indi menatap satu persatu anggota timnya
"Aish, kau benar-benar gila Indi. Bagaimana bisa kau memilih tim Attack yang terlampau sulit!" keluh Dimitri
"Kenapa sulit, bukankah menyerang lebih menyenangkan daripada bertahan?" jawab Indira balik bertanya
Gadis itu kemudian memesan segelas jus mangga dan duduk di samping Bridav.
"Tapi menyerang sangat beresiko tinggi, bukankah bertahan lebih mudah daripada menyerang," sanggah Mario
"Aku sudah ribuan tahun berperang, jadi aku tahu betul bagaimana sulitnya bertahan saat musuh menyerang. Memang benar menyerang memiliki resiko tinggi, saat musuh memilih bertahan. Tapi tetap saja dengan terus menyerang kita akan mengetahui kekuatan lawan dan bisa dengan mudah menghancurkan pertahanan mereka. Karena musuh yang memilih bertahan mereka hanya akan menggunakan strategi bertahan dari serangan musuh tanpa berani keluar dari sarang mereka, itulah kekurangannya. Dengan kelebihan yang medical Army miliki aku pasti memenangkan kompetisi ini," jawab Indi kemudian meneguk jus mangga ditangannya
"Jiah, yang benar saja, memangnya kau sudah hidup berapa lama hingga sudah berperang selama ribuan tahun, memangnya siapa dirimu apa kau dewa atau malaikat?" nyinyir Dimitri
Indi tersenyum tipis mendengar ucapan Dimitri.
"Kalau aku seorang Dewi, apa kau akan percaya?" tanya Indi membuat Dimitri langsung tertawa
"Apa kau pikir kita hidup di masa mitologi Yunani sehingga ada Dewa dan Dewi, kau pasti sedang mabuk karena begitu menginginkan anggur merah, sadarlah Indi...sadar!" seru Dimitri menepuk pundak gadis itu
"Hidup adalah perjuangan, perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan, bukankah itu sama dengan berperang?" jawab Indi kemudian segera berdiri
Seorang petugas memberikan isyarat kepadanya.
"Sekarang saatnya kita berperang, bersiaplah," ucap Indi kemudian mengajak semua anggota timnya masuk ke sebuah tempat yang
dipersiapkan untuk kompetisi.
"Waktu pertandingan empat puluh menit, jadi gunakan sebaik mungkin. Kalau kalian tidak bisa menyerang maka tetaplah berada di belakang ku," ucap Indi kemudian bersiap di barisan paling depan.
"Ready, Go!!"
__ADS_1
Suara tembakan menjadi penanda jika perlombaan sudah dimulai!!