
Susan begitu panik saat melihat unggahan akun Instagram XX Entertainment. Ia tak menyangka jika pihak manajemen bisa mendapatkan photo-photo manajernya yang sedang mengambil gambar ruangan audisi
"Sial, dari mana mereka mendapatkannya, tidak mungkin
Melihat hal itu Susan langsung panik dan ketakutan. Ia berusaha mencari berbagai cara untuk mengelak dari tuduhan tersebut.
Ia kemudian menghubungi manajernya untuk membicarakan hal tersebut.
Ia sengaja meminta manajernya untuk datang ke apartemennya agar tidak ada seorangpun yang tahu apa yang ia bicarakan dengannya.
Susan langsung menawarkan dua puluh juta kepada manajernya jika ia mau menjadi kambing hitam atas masalah yang menimpanya.
Ia beranggapan jika hanya cara itu yang bisa menyelamatkan kariernya.
"Bagaimanapun juga kau akan kehilangan pekerjaan mu jika karierku hancur, untuk itulah aku memintamu untuk berkorban untukku. Aku janji akan membuat klarifikasi setelah kau menyerahkan diri ke polisi. Aku juga akan tetap menjadikan dirimu sebagai manajerku percayalah," ucap Susan meyakinkan manajernya
Sang manajer terlihat bingung, bagaimanapun juga yang dikatakan Susan benar adanya. Tapi ia juga takut jika harus masuk penjara dan menerima berbagai makian dan umpatan dari para netter terutama penggemar Indi.
"Lalu bagaimana nasibku nanti?" tanya Emy sang manager
"Tenang saja setelah aku membuat klarifikasi di depan media, aku akan berusaha mengeluarkan mu dari penjara dan kau akan kembali bekerja sebagai manajerku lagi," terang Susan
"Kamu gak akan ingkar janji kan?"
"Tentu saja tidak, kau sudah mengenal ku selama 5 tahun, apa kau pikir aku tipe orang yang mudah melupakan jasa seseorang?"
Emy menggelengkan kepalanya, mau tidak mau wanita itu terpaksa menerima tawaran Susan untuk menjadi kambing hitam, "Baiklah kalau begitu aku akan menanggung semuanya, ingat kau harus menepati janjimu," ucapnya lirih
Susan mengangguk senang, semburat senyuman mengembang di wajahnya.
Emy kemudian membuat klarifikasi melalui akun media sosialnya, ia secara live mengaku jika dirinyalah yang menyebarkan berita tentang Indi melakukan penyuapan saat audisi.
Tentu saja Emy langsung dihujat oleh para netizen selesai melakukan siaran langsung di media sosialnya.
Wanita itu hanya bisa menangis sepanjang malam setelah mendapat hujatan dan juga makian dari para Netizen.
Pagi harinya saat polisi menangkapnya, Susan buru-buru membuat konferensi pers untuk membersihkan nama baiknya.
"Saya benar-benar tidak tahu jika Emy akan berbuat senekat ini untuk mendukung karierku. Saya pribadi mohon maaf kepada Indira atas kecerobohan manajerku. Maafkan aku yang tidak bisa mengurusnya dengan baik hingga ia nekad melakukan hal tercela yang merusak nama baikmu. Insya Allah kedepannya aku akan mengurusnya dengan baik agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi. Apapun yang ia lakukan Emy tetaplah manajer ku, meskipun ia sudah melakukan kesalahan besar tidak akan membuatku melupakan jasa-jasanya yang sudah membesarkan namaku di dunia entertainment ini. Saya atas nama Emy meminta maaf sebesar-besarnya kepada Indi karena sudah merugikan nama baiknya, terima kasih," ucap susan kemudian menelungkupkan tangannya dan mengakhiri konferensi persnya.
Tindakan Susan langsung mendapatkan simpati dari fansnya, mereka memberikan dukungan kepada Susan untuk terus berkarir di dunia hiburan.
Susan tersenyum lebar saat mendapat banyak dukungan dari netizen.
__ADS_1
"Setidaknya usahaku tidak sia-sia, meskipun pihak manajemen memberhentikan ku untuk sementara waktu, aku masih memiliki fans setia dan tidak kehilangan mereka,"
Pihak manajemen terpaksa memberhentikan Susan untuk sementara waktu karena mendapatkan peringatan dari XX Entertainment.
Mereka ingin agar Susan tidak muncul lagi di layar kaca sebagai konsekuensi atas kesalahannya.
"Indi, Nick ... kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal karena sudah membuat ku seperti ini," ucap Susan mengepalkan tangannya
*********
Keesokan harinya Ibu angkat Indira datang ke gedung XX Entertainment.
Ia sengaja datang pagi-pagi buta dan menunggu putrinya didepan pintu masuk. Bukan tanpa alasan Melinda datang ke tempat itu untuk menemui Indira yang sudah meninggalkan kediamannya.
Putranya kesayangannya akhirnya mendapatkan pacar setelah berusaha dengan susah payah.
Wajahnya berseri-seri ketika melihat kedatangan Indira. Ia segera berlari menghampirinya dan mengajak gadis itu berbicara.
"Apa kabarmu sayang?" sapanya mencoba menggenggam tangan Indi
"Baik," jawab Indi dingin
"Apa kita bisa berbicara sebentar, ada yang ingin ibu sampaikan padamu,"
Indi memesan dua coklat panas dan mempersilakan Ibunya untuk minum.
"Terimakasih nak," ucap wanita itu kemudian meneguk minumannya
"Sekarang katakan apa yang membuatmu datang mencari ku?" tanya Indira
"Maafkan ibu karena menggangu waktumu, Ibu hanya ingin menyampaikan kalau Ed sekarang sudah mendapatkan pacar," ucap wanita itu sejenak menghentikan ucapannya
"Syukurlah kalau begitu," jawab Indi datar
"Iya tentu saja Ibu juga sangat bersyukur dengan semua itu. Ed sangat mencintainya hingga ia rela melakukan apapun demi wanita itu. Selena hanya mau menikah dengan Ed jika ia memiliki rumah di kota kelahirannya Bandung," Melinda kembali menghentikan ucapannya dan meneguk minumannya
"Jadi apa hubungannya denganku?" tanya Indi seolah sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh ibu angkatnya
"Kau sekarang sudah sukses dan menjadi artis papan atas, aku harap kau bisa membantuku untuk membelikan rumah di Bandung agar kakakmu bisa menikah dengan wanita yang dicintainya." jawab Melinda
"Kau tahukan semua tabunganku sudah aku serahkan padamu waktu itu dan sebagian lagi aku berikan kepada pihak agensi agar aku bisa berkarier di manajemen artis yang bagus. Sekarang aku tidak punya banyak karena aku baru memulai karir ku lagi. Lagipula Pernikahan Ed tidak ada hubungannya denganku, jadi maaf kali ini aku tidak bisa membantumu," jawab Indira
Melinda begitu marah saat mendengar Indi tidak bisa membantunya. Ia berusaha membujuk Indi dengan harapan ia akan berubah pikiran.
__ADS_1
"Tolong bantu kami kali ini saja, aku yakin dengan popularitas mu saat ini mendapatkan uang lima ratus juta sangat mudah bagimu, jadi tolong bantu kakakmu,"
Indi hanya menghela nafas melihat sikap Ibu angkatnya. Ia tahu betul jika Ed adalah seorang penjudi sama seperti ayahnya. Indi yakin jika membeli rumah adalah alasan semata agar ia membantunya membayar hutang judi kakak tirinya yang terlilit hutang judi.
"Ed bertemu dengan Kekasihnya di meja judi bukan?, jadi sama seperti Ibu dan ayah, aku yakin wanita itu tidak akan keberatan jika Ed tidak membelikan rumah untuknya, karena ia tahu uang Ed sudah habis di meja judi," ucap Indi menatap ibunya
Wanita itu tidak mengira jika Indi bisa tahu semuanya.
"Kau benar-benar tak punya hati nurani, bagaimana kau tega membiarkan kakakmu batal menikah padahal kau bisa membantunya!" seru Wanita itu
Indi tak menghiraukan ucapannya, ia segera beranjak dari duduknya dan berusaha meninggalkannya.
Namun wanita itu langsung berlari menyusulnya dan memeluk kaki Indira, untuk mencegahnya pergi.
"Jangan pergi Indi, tolong bantu ibu kali ini saja," pintanya sambil memegangi kaki Indira
"Maaf ibu kali ini aku tidak bisa," jawab Indi berusaha melepaskan kakinya dari wanita itu. Melinda semakin erat memeluk kaki Indira.
"Lepaskan aku Ibu," ucap Indi lagi
"Ibu tidak akan melepaskan mu sampai kau setuju untuk membantu kami. Ibu bahkan akan nekad berbaring di depan pintu masuk sampai kau mau membantu ku membelikan rumah untuk kakakmu" jawab Melinda mengancam Indi
"Lakukan saja, aku tidak peduli," jawab Indi kemudian menghentakkan kakinya hingga membuat Melinda terhempas, membuat semua pengunjung kafe menoleh kearahnya.
Melihat Indira langsung pergi meninggalkannya membuat Melinda langsung berlari dan sungguh berbaring di depan pintu masuk gedung.
Melihat hal ini tentu saja membuat semua orang langsung bergosip. Tidak butuh waktu lama semua orang akhirnya tahu apa yang terjadi.
Bridav dan Nick yang baru saja tiba di kantor melihat aksi Melinda.
Melihat kedatangan mereka, Melinda segera bangun dan berteriak.
"Putri kesayanganku bekerja di kantor ini, tapi dia mengabaikan ibunya yang sedang kesusahan. Ia bahkan menolak untuk membantu keluarganya yang sedang kesulitan keuangan, benar-benar anak yang tak tahu diri!" teriak Melinda
Ia kemudian menghampiri Bridav dan Nick.
"Aku sering melihat mu di layar kaca, kau adalah Briliant Daviano si Raja Film, dan kau... dilihat dari penampilanmu sepertinya kau adalah orang penting di perusahaan ini, apa itu benar?" tanya Melinda menatap lekat kearah Nick
"Putriku bilang dia tidak bisa membantuku karena belum mendapatkan gaji, jadi... bisakah aku meminta gaji putriku dimuka, aku benar-benar sangat membutuhkan uang itu jadi tolong bantu kami," ucap Melihat kemudian bersimpuh di depan Nick
Melihat sikap Melinda membuat Nick kemudian mengajak wanita itu ke ruangannya.
"Kalau begitu mari kita bicarakan di ruangan ku,"
__ADS_1