
"Aku sudah nyaman di kamarku, jadi tidak perlu masuk ke kamar mu!"
Melihat balasan dari Indira semua Netizen seketika langsung tertawa.
Mereka benar-benar geli melihat kepolosan Indira. Berbeda dengan Netizen yang menertawakan kepolosan Indi, Bridav justru semakin kagum dengan Indi yang terlihat begitu dewasa dan terkesan elegan.
Tidak seperti wanita lain yang langsung mengiyakan permintaan lelaki yang di sukainya Indi justru mampu menahan keinginannya dan tidak memperlihatkan kepada semua orang perasaannya kepada Bridav. Itulah yang membuat pemuda itu semakin mengaguminya.
"Ya sudah sampai jumpa besok," jawab Bridav sambil tersenyum tipis membayangkan reaksi Indi.
*Kamar Indira
Wanita itu segera membuka ponselnya saat melihat notifikasi pesan masuk yang dikirim oleh Bridav.
Gadis itu tak berkedip menatap layar gawainya, "Apa maksudnya??" ucap Indi tak mengerti apa maksud dari pesan Bridav
"Apa dia ingin bertemu denganku besok pagi, atau dia masih menungguku sampai besok pagi??" Indi terlihat menggaruk-garuk kepalanya sambil berpikir keras maksud dari pesan itu.
Namun otaknya buntu dan ia memilih tidur daripada memikirkan alasan Bridav mengirimkan pesan tersebut.
"Bodo amatlah," ucap Indi kemudian menarik selimutnya dan menutupi semua tubuhnya
Sementara itu Rico masih terus mengejar Reynold meskipun sudah larut malam. Ia terus mengejar Reynold meskipun pria itu sudah berkali-kali minta maaf padanya.
"Ayolah Rico, kita akhiri saja sampai di sini, aku sudah lelah," ucap Reynold
"Aku tidak akan berhenti sebelum membalas semua yang kau lakukan padaku, kau tahu betapa malunya aku dengan foto yang kau unggah ke akun sosial media??"
"Sungguh bukan aku yang melakukannya," ucap Rey
"Aku tidak mau tahu, siapapun yang mengunggahnya kau tetap harus bertanggung jawab karena itu semua adalah ide darimu,"
"Baiklah kalau begitu, lakukanlah apa yang kau mau, aku sudah tidak kuat lagi berlari, aku pasrah...." ucap Reynold kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sofa
Saat subuh menjelang, Indi bersiap-siap untuk melakukan jogging. Wanita itu memang rutin melakukan jogging di pagi hari untuk melatih fisiknya agar tidak lemah.
Baru saja ia keluar dari pintu kamarnya ia sudah melihat Bridav berdiri di depan kamarnya.
Gadis itupun bertanya perihal kejadian semalam.
"Tidak ada apa-apa," jawab Bridav mengikuti Indi melakukan pemanasan
"Syukurlah kalau tidak ada apa-apa," jawab Indi kemudian berlari melanjutkan joggingnya diikuti oleh Bridav yang mengekor di belakangnya.
Indi terus berlari tanpa menghiraukan Bridav yang terus berusaha mengejarnya.
Saat ia menoleh dan melihat pria itu terus mendekatinya. Ia justru berpikir jika Bridav sedang mengajaknya lomba lari.
Indi kemudian mempercepat larinya dan terus menambah kecepatannya saat Bridav semakin mendekat kearahnya.
__ADS_1
Kepolosan Indi lagi-lagi mengundang gelak tawa para netizen dan juga Bridav.
"Kau benar-benar gak peka Ndi," ucap Bridav mempercepat langkahnya agar dapat mengejar gadis itu.
Ia akhirnya berhasil menyusulnya saat gadis itu berhenti dan mengakhiri joggingnya.
Keduanya kemudian berjalan santai bersama saat pulang menuju ke penginapan.
Ketika mereka tiba ke penginapan semua bintang tamu, sudah berkumpul di ruang utama.
Tanpa ganti baju Indi dan Bridav langsung bergabung dengan mereka untuk mendengarkan pengarahan dan pengumuman dari sang Sutradara.
Hari itu Reynold terlihat kurang enak badan hingga terlihat bersin-bersin saat memberikan pengarahan. Melihat Reynold bersin berkali-kali membuat Arion sang Assisten sutradara berinisiatif untuk menggantikannya.
"Thanks Ario," ucap Reynold kemudian merebahkan tubuhnya ke sofa.
Sepertinya Reynold benar-benar kelelahan setelah berkejar-kejaran dengan Rico seharian.
Bukan hanya Reynold yang langsung drop setelah peristiwa itu, Rico juga terlihat begitu kacau pagi itu.
Air wajahnya terlihat pucat dan sendu.
Melihat kondisi Rico, Rey menyuruh pemuda itu untuk beristirahat.
Melihat Sutradara yang sakit Indi kemudian berinisiatif untuk menawarkan obat sakit flu kepada lelaki itu.
Indi mendekati lelaki itu dan duduk di sebelahnya.
"Hmm, sepertinya begitu," sahut Reynold
"Kalau begitu minumlah obat herbal agar sakit mu segera sembuh, aku takut jika kau tidak segera mengobatinya maka sakit mu akan semakin parah dan menulari yang lain,"
"Ah benar juga, apa kau menjual obat-obatan itu?" tanya Reynold
"Tentu saja, aku selalu mempersiapkan obat-obatan herbal untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal seperti ini," jawab Indi
"Sudah kuduga, dasar otak marketing, kau selalu saja pandai memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan!" cibir Reynold
Indi seketika menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan pria itu.
"Berapa harganya??" tanya Reynold
"Dua ribu saja per tablet," jawab Indir
Reynold kemudian mengeluarkan dompetnya dan memberikan selembar uang dua puluh ribu kepadanya.
"Berikan aku satu strip saja,"
"Ok," jawab Indi kemudian bergegas pergi setelah menerima uang dari Reynold
__ADS_1
"Ah, seandainya semua bintang tamu seperti dia maka aku pasti akan bangkrut," keluh Reynold
Indo segera masuk ke kamarnya dan mengambil obat-obat Herbal itu. Pada saat itu juga Agen Ace menghubunginya. Ia memberitahu Indi untuk melihat kolom pencarian berita terpanas hari itu.
Indi langsung mengernyitkan dahinya saat melihat dirinya dan Rico masuk dalam kolom pencarian berita terpanas di Instagram.
"Sebaiknya kau harus selalu waspada dan berhati-hatilah dengan Reynold, meskipun dia baik namun dia bisa juga membuat kariermu jatuh hanya dengan satu berita gosip saja," ucap Ace memperingatkan gadis itu
"Baiklah, aku pasti akan mewaspadainya mulai sekarang," jawab Indi kemudian mengakhiri obrolannya.
Ia kemudian segera turun dan memberikan obatnya kepada Reynold. Reynold langsung mengambil satu tablet obat dan bersiap meminumnya. Melihat pria itu hanya meminum satu tablet Indi lalu menambahkan obatnya dan mempersilakan Reynold untuk meminumnya.
"Minumlah, aku yakin kau akan segera baikan setelah meminum obat itu,"
"Ok, thanks Indi," jawab Rey kemudian meminum obatnya
"Ah...pahit sekali!" keluh lelaki itu
"Tentu saja, kalau mau manis bukan obat namanya tapi janji mantan," jawab Indi membuat Reynold langsung terkekeh mendengarnya
"Sa ae lo kang obat," celetuk Reynold
Lelaki itu kemudian mengumumkan kepada semua bintang tamu untuk sarapan dan mandi.
Selesai sarapan ia kembali mengumpulkan para talent dan mengumumkan agenda hari itu.
"Hari ini agenda kita adalah melakukan kencan dengan si anonim pengirim pesan rahasia," ucap Reynold membuat semua bintang tamu seketika terdiam
Ia kemudian memberitahukan teknis acara secara runtut kepada mereka agar mudah di pahami.
"Jadi bagi talent yang sudah mendapatkan pesan rahasia silakan menghubungi tim panitia yang sudah di pasang di papan pengumuman untuk mengetahui siapa yang mengirimkan pesan rahasia kepada kalian. Bagi yang memiliki dua kencan karena mendapat dua pesan rahasia dari dua orang berbeda maka bisa melakukan dating dalam dua sesi yaitu sesi pagi dan sore. Saat kalian melakukan kencan kalian juga harus menyelesaikan misi yang sudah diberikan panitia kepada kalian dan jangan memberitahukan misi kalian kepada pasangan dating kalian, apa semuanya paham!" seru Reynold
"Paham!!"
"Lalu bagaimana dengan talent yang tidak mendapatkan pesan rahasia?" tanya Retno
"Kalian free hari ini, tapi karena gagak mendapatkan pesan rahasia kalian juga tidak mendapatkan reward dalam challenge kali ini," ujar Reynold
"Ah sayang sekali," ucap Retno dengan wajah gusar
Saat semua orang sedang serius menatap ponselnya tiba-tiba tercium bau busuk yang menyeruak mengisi ruangan itu
Semua orang langsung berteriak dan mencari siapa yang buang angin tanpa suara di ruangan itu.
Namun tidak ada seorangpun yang mangaku.
"Sudahlah daripada mencari siapa yang buang angin, sebaiknya kalian segera menghubungi panitia untuk mengetahui siapa pasangan dating kalian, go!" seru Reynold
Semua orang seketika langsung membubarkan diri, saat itulah terdengar suara nyaring yang sudah tidak asing dan menimbulkan bau tidak sedap yang membuat semua orang langsung menutup hidungnya.
__ADS_1
"Reynold!!!" teriak semua orang menatap kesal kearah pria itu.