KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 69


__ADS_3

Sang pemilik stand berjalan mondar-mandir di depan akuarium tempat Indi menyelam. Lelaki itu tampak gelisah saat Indi berhasil menangkap semua seafood incarannya dengan waktu yang sudah di tentukan.


Baru kali ini ia merasa benar-benar kehilangan banyak seafood besar yang susah di tangkap oleh para pembeli.


Sepertinya hari ini aku benar-benar bangkrut karena harus kehilangan seafood legend yang mendatangkan banyak keuntungan, kenapa gadis itu begitu mahir menangkap seafood, ia bahkan bisa menangkap King Crab yang susah di lumpuhkan.


Melihat Indi telah menyelesaikan misinya, lelaki itu kemudian meminta beberapa orang pemuda untuk membantu indi keluar dari dalam akuarium.


Kedua pria itu menarik lengan Indi keluar dari dalam akuarium.


"Akhirnya selesai juga," ucap Indi lega


Melihat begitu ramai orang-orang berkerumun melihat aksinya membuat gadis itu kembali menawarkan jasa kepada para pengunjung pasar.


"Pengumuman, hari ini aku masih membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin membalaskan dendam kepada seafood di stand ini ataupun ingin mendapatkan seafood impian yang belum terlaksana silakan mendaftar dan berbaris di depanku. Khusus untuk kesempatan kedua ini aku akan memberikan diskon dua puluh persen kepada kalian, kuy siapa yang mau kesempatan terbatas karena waktu sudah siang!" seru Indi berapi-api


Dengan satu kali teriakan saja Indi berhasil mendapatkan keuntungan yang banyak. Ribuan Euro berhasil ia kumpulkan hanya dalam waktu singkat.


Puluhan pengunjung langsung berbaris didepannya dan mendaftarkan diri sebagai peserta.


Pemilik stand hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi Indira.


Meskipun hari ini ia mendapatkan banyak uang karena penjualannya meningkat tapi ia juga harus kehilangan beberapa seafood legendaris yang merupakan maskot dari kedainya.


Indi kembali memberikan uang kepada pemilik stand untuk membayar biaya seafood yang akan diambilnya.


Kali ini Indi hanya meminta waktu tiga menit kepada pemilik stand untuk menangkap semua seafood yang dipesannya.


Lelaki itu sedikit lega dan tersenyum simpul, dengan permintaan Indi. Baginya ini merupakan keuntungan baginya karena tidak mungkin Indi akan menangkap seafood sebanyak itu dalam waktu hanya tiga menit.


Namun siapa sangka bahkan kurang dari tiga menit Indi sudah menyelesaikan misinya. Gadis itu segera keluar dari akuarium dan meminta pemilik stand untuk menghidangkan seafood hasil tangkapannya.


Pemilik kedai begitu sedih saat melihat akuariumnya sudah kosong. Semua seafood berukuran besar sudah habis ditangkap oleh Indira. Gadis itu hanya menyisakan beberapa seafood dengan ukuran kecil di akuarium tersebut.


"Ya Tuhan, sebenarnya ini berkah atau musibah, kenapa rasanya dadaku menjadi sesak saat melihat akuarium itu!" keluh pemilik kedai


Tidak lama seorang pelayan mengantarkan hidangan seafood di meja Indira.

__ADS_1


"Wah sepertinya lezat sekali, aku sudah tidak sabar untuk mencicipinya," ucap Indi begitu bersemangat


********


Sementara itu Rico dan Selena melanjutkan kencannya setelah makan siangnya.


"Ada itik makan pepaya, itik warna hitam suka delima, hanya ada satu cewek cantik di dunia, tentu saja neng Selena orangnya," ucap Rico mulai memberikan gombalan kepada gadis itu


"Ah abang bisa aja, aku balas nih," sahut Selena


"Balas aja neng,"


"Buah nangka enak rasanya, buah durian bikin ketagihan, jika ada cowok yang adek suka, tentu saja bang Rico tampan itu orangnya," jawab Selena membuat Rico langsung terkekeh mendengarnya


"Ternyata kau mahir juga berpantun ya?" tanya Rico


"Gak juga sih bang, hanya kebetulan saja," sahut Selena


Mendengar gombalan Selena, para netizen ramai mengomentari mereka. Ada sebagian yang merasa iri dengan kedekatan keduanya.


Namun Rico tak mempermasalahkan pro kontra hubungannya dengan Selena. Apalagi memang keduanya tidak ada hubungan.


Melihat pemandangan sore hari yang begitu Indah membuat Selena tertarik untuk melakukan swafoto.


Ia berkali-kali mengambil gambar pemandangan laut yang indah lengkap dengan matahari terbenam.


Namun is kecewa saat ia tak bisa memotret dirinya.


Ia kemudian meminta Rico untuk memotret dirinya. Pemuda itu tidak keberatan dan justru sangat senang membantu Selena.


Berkali-kali pemuda itu mengambil gambar Selena dengan berbagai pose.


Ketika Rico sudah selesai memotret Selena, lelaki itu buru-buru memberikan ponsel Selena kepadanya.


"Maaf kalau nanti gambarnya gak sesuai dengan ekspektasi mu," ucap Rico


"Tidak apa-apa, sans aja," jawab Selena

__ADS_1


Gadis itu segera membuka ponselnya dan mencari fotonya di galeri.


Gadis itu merasa kecewa saat melihat foto yang diambil Riko ternyata tidak ada yang bagus satupun. Semuanya tampak blur dan tidak ada yang bisa dipamerkan sebagai status WhatsApp. Meskipun demikian Selena tidak memperlihatkan kekecewaannya kepada pemuda itu dan tetap menjalankan kencan mereka sampai selesai.


Karena terlalu lama menghabiskan waktu di pasar seafood, sehingga saat mereka keluar waktu sudah cukup larut.


Mario yang belum puas berkencan dengan Indi kemudian menanyakan kepada Gadis itu apakah dia bersedia untuk jalan-jalan ke Arc De Triomphe.


"Apa kau ingin berkunjung ke museum The Arc De Triomphe?" tanya Mario


"Gak ah, tiket ke museum itu sangat mahal," sahut Indi menolaknya


"Jangan khawatir aku yang akan membeli tiketnya untukmu. Kau tidak perlu mengeluarkan uang, jadi gimana apa kau mau pergi ke sana atau tidak?" tanya Mario lagi


Indi sejenak terdiam sambil berpikir apa ia menerima tawaran Mario atau menolaknya. Terlebih waktu kencan mereka yang sudah berakhir petang itu.


Namun rasa penasarannya akan keindahan museum itu membuatnya tak bisa menolak tawaran Mario.


"Baiklah aku mau," jawab Indi bersemangat


Mario begitu senang mendengar jawaban Indi, hingga ia langsung menggandeng gadis itu dan mengajaknya mengunjungi museum The Arc De Triomphe.


Sementara itu Bridav terlihat sudah bersiap untuk berkencan bersama Indi. Berkali-kali ia mengecek Indira di kamarnya untuk memastikan apa gadis itu sudah pulang atau belum.


Namun ia harus kecewa saat mendapati Indi belum juga kembali ke penginapan meskipun hari sudah malam.


Melihat Bridav yang terlihat mondar-mandir tidak tenang di depan kamar Indi membuat Reynold bertanya apa yang terjadi.


Mendengar Indi belum kembali ke penginapan membuat pria itu marah . Ia bahkan memberitahukan kepada assistennya jika ia begitu marah dengan indi hingga mogok makan.


Malam itu saat assisten sutradara melihat Indi dan Mario pulang ke penginapan, ia segera menarik lengan gadis itu dan membawanya ke luar penginapan.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kau melarang ku masuk kamar ku sendiri?" tanya Indi


"Sutradara sangat marah padamu karena kau pulang telat, ia bahkan sampai mogok makan karena masalah ini, sebaiknya kau temui dia dan mintalah maaf padanya," ucap assisten sutradara


"Apa dia benar-benar marah??" tanya Indi tidak percaya

__ADS_1


"Tentu saja, kau bisa melihat sendiri di kamarnya. Jangan lupa nyanyikan sebuah lagu untuk membujuknya," jawab assisten sutradara membuat Indi seketika melotot mendengarnya


"Harga lobster itu lima ratus Euro, jadi bayarlah dulu jika kau ingin membunuhnya!" seru sang pemilik kedai membuat Indi langsung tercengang mendengarnya.


__ADS_2