
Yuan Shao menginjak kaki pria botak dengan keras, membuat pria itu seketika mengerang ke sakitan.
"Dasar anj*ng, cepat lepasin gue!" seru Yuan berusaha mendorong Pria botak agar ia melepaskan pelukannya.
Namun Pria botak itu justru semakin erat memeluknya membuat Yuan semakin frustasi.
Pria botak itu hanya tersenyum saat Yuan meminta Bridav untuk segera menyelamatkannya.
Pria itu tak mau kalah, ia kemudian meminta anak buahnya untuk menyingkirkan Bridav yang berusaha menghalanginya.
Beberapa anak buah Pria botak langsung menjegal Bridav. Perkelahian pun tak bisa dihindarkan. Bagi Bridav tak masalah baginya saat menghadapi para preman itu. Namun tidak dengan Yuan.
Beberapa tahun yang lalu Yuan sengaja mendekati pria botak itu untuk mendapatkan informasi. Sebagai seorang Mafia, pria itu memiliki banyak informasi tentang apapun dan siapapun.
Yuan kemudian menghilang begitu saja setelah tujuannya tercapai. Merasa dimanfaatkan oleh Yuan, pria itu tak tinggal diam. Lelaki itu mencari Yuan namun tak kunjung menemukannya.
Jadi selama ini pria botak selalu mencari keberadaan Yuan. Tentu saja untuk menyelesaikan urusan mereka yang belum kelar menurutnya.
"Ada harga untuk setiap informasi yang kami berikan," begitulah ucap pria itu saat mengetahui Yuan menghilang
__ADS_1
Rencana hari ini adalah membuat Yuan kembali mendekati pria botak itu. Bagaimanapun pria itu sudah menyukai Yuan, ia menginginkan jika Yuan kembali menjadi anggota gengnya.
Selain Yuan yang pandai dalam membuat strategi, pria itu merasa Yuan akan bisa meneruskan usahanya menggantikan dirinya.
Pria botak menggendong Yuan setelah melumpuhkannya.
Lalu ia menyuruh semua orang untuk pergi dan meninggalkan Yuan. Bridav tak bisa menyelamatkan Yuan karena ia masih harus menghadapi puluhan anak buah pria botak.
Melihat kejadian itu Indi akhirnya bersuara. Ia tak nisa tinggal diam saat melihat pria itu hendak membawa Yuan pergi.
"Tadinya aku hanya ingin bersenang-senang saja di sini. Tapi tetap saja sepertinya Aku ditakdirkan untuk selalu berurusan dengan para berandalan," gerutu Indira
"Lepaskan dia, tinggalkan saja dia di situ jika kau tidak ingin mati sia-sia," ancam Indira
Namun pria botak itu hanya menanggapi ucapan Gadis itu dengan sinis. Ia tak bergeming meskipun Indira sudah menyuruhnya untuk meninggalkan Yuan bahkan mengancamnya.
Karena Yuan sudah mengenalnya, tldia kemudian meminta kepada pria itu untuk mengajak Indira bersamanya. Namun pria itu tak mendengarkan permintaannya.
Yuan tidak hanya mengatakan akan mengajak Indira bersamanya.
__ADS_1
Bahkan untuk meyakinkan pria botak itu, Ia juga menyatakan kalau Indi adalah adik perempuannya.
Awalnya pria botak itu tak percaya dengan penuturan Yuan, namun melihat kemiripan wajah Indi dan Yuan, akhirnya membuat pria botak itu langsung menyetujui permintaan Yuan.
Akan tetapi pria itu masih meragukan Indira,
"Memangnya dia bisa apa, dan apa untungnya membawanya. Karena seorang mafia itu hanya butuh kekuatan bukan kecantikan. Jadi kami sebenarnya tidak membutuhkan wanita cantik sepertinya. Yang kami butuhkan adalah wanita yang kuat dan tangguh.
Selain ia harus bisa beladiri, ia juga harus memiliki keberanian dan tidak takut terhadap siapapun.
Dia harus berani mati, saat berhadapan dengan lawan yang sangat kuat.
"Jangan khawatir bos, dia bukan Wanita biasa, kau tidak akan kecewa jika membawanya. Aku berani jamin itu," ucap Yuan
Pria botak percaya kepadanya dan kemudian membawa pergi keduanya menuju ke mobil mereka yang sudah terparkir di depan gedung.
Indi terlihat masih meraba-raba kondisi lapangan sambil mengikuti mereka.
Yuan memberikan isyarat kepada Indira untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan pria Botak itu. Ia menyuruhnya untuk diam dan menunggu instruksi selanjutnya.
__ADS_1
Setelah Indi mengikuti mereka, Bridav menatap punggung wanita itu cukup lama, lalu merasa menyesal membiarkan Indira berpartisipasi dalam misi ini.l