KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 177


__ADS_3

Pria berbaju macan tutul berlarian mengepung pria berkepala botak.


Indi dan Bridav menatap tegang kearah mereka.


Felicia berlari kearah kekasihnya saat melihat para pria berbaju macan tutul itu bersiap memukul Noel kekasihnya.


Noel dan sang Distributor mulai mundur menjauhi para gengster itu.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya sang distributor sambil memegangi kepalanya yang terluka.


"Sudahlah kau diam saja, biar aku yang akan mengurus mereka.


Noel mengumpulkan keberanian untuk men


"Apa yang kalian inginkan dari kami, kalau uang yang kalian inginkan maka aku akan berikan!" seru Noel


Salah seorang pria berbaju macan tutul maju dan mendekati Noel. Ia menatap lekat kedua pria didepannya itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Ketika melihat si distributor dan pria botak sedikit terluka, kemudian dia menatap ke arah tubuh Yuan Shao yang cukup bugar.


Ia tersenyum simpul menatapnya dan mulai mendekatinya. Pria botak tak suka saat melihat pria itu tersenyum kepada Yuan. Ia mengira jika pria itu juga menyukai Yuan seperti dirinya.


Tak mau jika Yuan sampai dibawa oleh pria berbaju macan tutul itu, maka ia langsung menghadang pria itu di depan Yuan Shao.

__ADS_1


"Berhenti dan jangan berani menyentuhnya!" seru Noel memberikan ultimatum


Pria itu semakin merasa tertantang saat melihat pria botak itu melindungi Yuan.


Ia menyeringai bahkan menyingkirkan Noel sambil menatap Yuan secara intens.


Noel yang kesal kembali menyuruh pria berbaju macan tutul untuk tidak melirik sembarangan, kemudian pria berbaju macan tutul itu langsung mengeluarkan pistol.


Ia yang merasa kesal Karena Noel terlalu berisik segera menodongkan pistolnya kepada pria itu.


Indi tak tinggal diam saat melihat pria itu mulai membahayakan Yuan.


Ia kemudian berlari menghampiri mereka. Dengan gerakan cepat Ia berhasil merebut pistol pria itu dan menodongnya ke kepala pria berbaju macan tutul.


"Aku adalah Indira yang akan mengakhiri petualangan mu hari ini," bisik Indira kemudian membekuk pria itu dan menyuruh kepada para petugas sipir untuk menangkapnya.


 Akhirnya pria berbaju macan tutul ditangkap dan di bawa ke mobil patroli.


Mengetahui bos mereka ditangkap, para bawahan pria berbaju macan tutul kemudian menyerang anak buah pria botak.


Perkelahian antara kedua geng pun pecah dan membuat suasana semakin kacau.


Perkelahian antara kedua geng itu lalu dilerai oleh si distributor.

__ADS_1


Tidak lama seorang pria berjas abu-abu diduga sebagai penjual kotak yang ditunggu-tunggu pun tiba juga.


Indi langsung mengambil alih semuanya. Ia bahkan menyuruh sang distributor dan pria botak untuk menjadi bawahannya. Kedua pria itu tampak menurut dan tidak berani membantah perintahnya.


Indira melihat kucing yang ada di tangan penjual, tahu jika kucing ini pasti dipelihara secara ilegal.


Dasar penjahat bagaimana bisa ia memelihara hewan yang dilindungi oleh pemerintah, aku yakin ia memeliharanya secara ilegal.


Indi tahu benar jika karena kucing seperti ini memiliki jiwa memangsa yang sangat kuat, dan dilarang untuk di pelihara karena populasinya yang hampir punah.


Indi menyadari mungkin si penjual takut pada tikus, makanya ia memelihara seseorang kucing hutan.


Ia yang mengetahui hal ini, segera mengungkapkan keinginannya untuk membeli kotak yang dibawa pria itu.


Si penjual mengatakan jika indi seperti putri kesayangan ayah. Karena ita tak sabaran saat menginginkan sesuatu.


Ia malah menasihatinya untuk menjadi seorang yang sabar sehingga membuat Indi iil feel terhadapnya dan tidak melanjutkan pembicaraannya.


Penjual menertawakan Indira. Ia mengatakan kalau Indira seperti seorang putri yang manja.


"Ingat sikap manja mu yang seperti ini, akan membuat orang tidak menyukaimu, jadi bersikaplah dewasa agar orang-orang menyukaimu," ujar si penjual


Sang distributor ikut menambahkan membuat Indira semakin kesal.

__ADS_1


Ia tersenyum kecil mengepalkan kedua tangannya bersiap untuk memukulnya.


__ADS_2