
Keesokan harinya, Felicia digantikan oleh seorang artis yang tak kalah cantik dengannya. Dia adalah Hanggini, si aktris cantik level dua. Memang kalau dari popularitas Felicia lebih populer daripada Hanggini.
Namun soal prestasi Hanggini tidak kalah dengan Felicia, itulah yang membuat Yulia memilih Hanggini sebagai pengganti Felicia. Selain itu juga karena Hanggini adalah penggemar berat Indira pastinya.
Jadi tentu saja Hanggini tidak akan membuat masalah dengan Indira pikir Yulia. Ketika Hanggini melihat Indira, dia langsung mendekat dan menyapa dengan penuh semangat. Gadis itu juga tak lupa mengatakan kalau dirinya adalah penggemar beratnya.
Indi tampak tersenyum melihat keramahan Hanggini.
"Boleh minta foto bareng gak?" tanya Hanggini
"Boleh dong, apa sih yang gak boleh untuk seorang penggemar tersayang!" sahut Indira
Dengan penuh semangat Hanggini langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai berpose aneka gaya bersama Indira.
Yulia dan Bridav tampak tersenyum melihat keduanya yang tampak menikmati kebersamaan mereka.
"Semoga saja mereka bisa rukun seterusnya," ucap Yulia
__ADS_1
"Jika dia benar-benar tulus tentu saja tak ada yang tak mungkin Yul!" sahut Bridav
 Kemudian beberapa orang itu tiba di penjara dan mulai mempersiapkan semua keperluan syuting. Yulia segera menghampiri para Crew nya yang sedang bersiap-siap untuk melakukan syuting di tempat itu.
Yosua terlihat terkejut melihat seorang sipir bernama Satrio yang membawa pistol tak jauh dari tempatnya berdiri.
Ia berpikir kalau keamanan di sini kurang baik, jadi langsung mundur. Saat ia hendak pergi Yulia segera menenangkan mengatakan kalau mereka sudah meminta izin jadi ia akan tetap melanjutkan syuting di tempat itu. Yulia juga menambahkan jika seorang sipir yang membawa senjata semata-mata memang tuntutan pekerjaan yang mewajibkannya utuk selalu siap sedia membawa senjata api demi menjaga kestabilan lapas tersebut agar tetap aman terkendali.
Tidak disangka, saat Yulia tengah meyakinkan Yosua dan para crew film, Satria justru muncul didepan mereka. keduanya langsung memberikan hormat kepada Satria.
Akan tetapi para crew yang sedang sibuk karena sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk syuting tak sempat memberi hormat kepadanya.
Namun ia hanya bisa berusaha menahan Satria dan mengatakan kalau sebelumnya mereka telah berdiskusi dengan pimpinan lapas sebelum menentukan lokasi syuting di sana.
Tidak disangka Satri malah menyuruh Yulia untuk menyingkir. Tentu saja Indi yang melihat kejadian itu langsung maju, Satria merasa senang dan langsung bertanya dengan hangat apa kepada perempuan itu.
"Bagaimana kemarin, apa semuanya berjalan lancar atau kau dipersulit oleh distributor?"
__ADS_1
"Untungnya semua berjalan lancar," jawab Indira
"Syukurlah kalau begitu," jawab Satria lega
Yulia yang melihat Indi berbicara santai dengan Satria juga merasa lega.
"Ya ampun ku pikir ia akan melakukan sesuatu yang menyusahkan kami, ternyata dia hanya khawatir dengan Indi," Yulia tersenyum tipis melihat adiknya itu
Ia kemudian menghampiri keduanya dan ikut berbincang dengannya. Indi melirik jam tangannya.
"Sekarang sudah saatnya makan siang," Indi menoleh kearah Crew yang masih sibuk bekerja meskipun hari sudah siang.
Yulia bahkan belum menyediakan makan siang untuk para crew. Indi tampak membisikan sesuatu kepada Satria.
Lelaki itu tampak mendengar dengan seksama apa yang dibisikkan oleh Indira.
"Sepertinya aku bisa membantumu," ucap Satria
__ADS_1
Ia kemudian menyuruh Indi untuk membawa semua crew ke Penjara. Satria berjanji akan menyiapkan makan siang mereka di sana.
Indi setuju dan kemudian Ia mengajak semua orang masuk ke penjara untuk makan siang.