
Pagi harinya Indi sengaja hanya mempercepat syutingnya.
Selesai syuting, Ia kemudian meminta izin setengah hari untuk bekerja sama dengan Bridav untuk penyelidikan pembunuhan.
Ia kembali menginterogasi pria besar itu untuk mencari tahu tentang siapa orang yang memerintahnya membunuh Indira.
Pria besar itu berkata ia mendapat misi ini dari grup Whatsapp. Memang begitu kenyataannya, tapi nomor yang terdaftar pada akun tersebut adalah nomor baru yang tidak terdaftar. Setelah itu, mereka berkomunikasi via voice note. Pria besar itu berkata suara lawannya adalah seorang wanita, namun apakah dia benar-benar wanita atau tidak, itu sulit untuk dikatakan.
Indi dan Bridav mulai menemukan sedikit titik terang melalui informasi dari pria itu. Bridav kemudian meminta nomor telepon itu untuk melacak siapa penggunanya.
Pria itu kembali memberitahukan keduanya jika saat masuk dalam grup WhatsApp tersebut ia dilarang untuk mencari informasi apapun tentang anggota grup.
Bridav kemudian meminta untuk dimasukkan dalam grup WhatsApp tersebut. Ia sengaja menyamar menggunakan nomor ponsel baru.
Semua anggota grup dalam WhatsApp grup itu sengaja menggunakan akun business dan privasi chat sehingga Bridav kesulitan untuk mengetahui identitasnya.
Ia kemudian menyarankan Indi untuk melaporkan masalah ini kepada pihak polisi. Ia yakin polisi akan membantu mereka menemukan siapa pelakunya.
Indi akhirnya setuju dan segera meminta bantuan polisi untuk menyelidiki kasusnya.
Petugas polisi bertanya pada Indira apakah ia memiliki musuh keluarga atau sebagainya. Indi menjawab jika ia sama sekali tak memiliki musuh. Selama ini ia merasa jika dirinya selalu mematuhi semua aturan yang berlaku, di rumah ataupun di tempat kerjanya.
"Kalau boleh tahu siapa rival mu dalam dunia entertainment, aku yakin setiap artis pasti memiliki rival dalam dunia hiburan?" tanya polisi lagi
"Kalau untuk itu sih ada, tapi aku tak percaya jika dia pelakunya, bagaimana mungkin ia berani menyuruh orang untuk membunuhku, memangnya apa yang sudah aku lakukan padanya?" jawab Indi sedikit gamang
"Baiklah kalau begitu, selain rival dalam dunia hiburan apa anda memiliki seorang pengagum rahasia yang begitu menyukai anda?" tanya polisi itu lagi
Kali ini Indi langsung menoleh kearah Bridav membuat lelaki itu seketika salah tingkah.
__ADS_1
"Maksudnya fans fanatik gitu?" jawab Indi balik bertanya
"Benar,"
"Aku rasa aku tidak punya, lagipula mana ada orang yang ngefans denganku," jawab Indi
Ia juga mengatakan jika selama ini tak pernah membuat masalah dengan lawan mainnya saat di lokasi syuting. Untuk mempertegas pernyataannya ia sengaja merekomendasikan Bridav untuk menjadi saksi dan menjamin bahwa Indi merupakan seorang anak yang baik dan tidak pernah melakukan kekacauan selama syuting.
Polisi menganggukkan kepalanya saat Indi langsung menunjuk Bridav sebagai penjaminnya.
Keduanya kemudian segera meninggalkan kantor Polisi setelah memberikan beberapa keterangan kepada pihak polisi.
Ia kemudian kembali ke lokasi syuting untuk membicarakan rencana mereka.
Sore itu Bridav menemui Arnold. Karena ia sudah merubah skenario dalam drama, ia berniat untuk mengundurkan diri sebagai penata laga dalam drama tersebut. Ia kemudian menunjuk Indi sebagai penggantinya karena merasa jika wanita itu memiliki kemampuan beladiri yang tak kalah dengannya.
Arnold menyetujui permintaan pria itu tanpa banyak bertanya.
"Sekarang aku sudah berhenti menjadi anggota kru drama ini, jadi aku harap kau berhati-hati mulai sekarang." ucap Bridav berpamitan
"Kemungkinan besar ini adalah ulah dari seseorang yang juga berada di dalam satu tim kru, jadi tetaplah waspada," imbuh Bridav
Wanita itu menganggukkan kepalanya.
Saat Indi tidak berada di lokasi syuting, tim kru tetap melangsungkan syuting seperti biasa. Mereka syuting adegan lain. Namun keadaan Rein yang tidak begitu baik sedari pagi membuat pria itu berencana untuk cuti syuting.
Mendengar Bridav sudah mengundurkan diri dari tim Kru membuat Rein merasa senang. Setidaknya tidak ada lagi saingan untuk mendekati Indira.
Sutradara bertanya padanya apakah ia tidak istirahat dengan cukup semalam, Rein menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Pasti itu karena kau tidak membeli kantong pengusir nyamuk dari Indira, coba saja kau beli satu dijamin kau akan tidur pulas sepanjang malam," ujar Arnold
"Tentu saja Rein tidak membeli kantong pengusir nyamuk dari Indi karena dia memang tidak menjualnya kepada Arkan dan Rein," sahut Ricky
"Memangnya kenapa?" tanya Arnold penasaran
"Indi tidak ingin menjual produknya pada orang jelek," bisik Ricky membuat Arnold seketika tertawa setelah mendengarnya.
Rein kemudian meminta izin untuk istirahat di tengah syuting dan pergi minum air. Pada saat ini, teleponnya berdering, masih dengan nomor familier itu. Ia berjalan menjauh dan mengangkat telepon, ia pun berkata bahwa sang lawan bicara tidak melakukan tugas dengan baik (menyewa pembunuh untuk membunuh Indira). Orang di seberang panggilan berkata bahwa uang yang diberi terlalu sedikit, ia perlu 1 milyar. Rein tampak shock dan tak percaya saat mendengar permintaan lelaki itu. Ia terpaksa mengirimkan nominal tersebut pada sebuah rekening sebelum kembali ke tim kru .
Rein kembali lagi ke lokasi syuting. Sore nanti ada syuting adegan bertarung di hutan, semua orang sudah berada di tali penggantung. Rein dan Susan telah berada di udara dan bertarung. Namun bagaimana Rein kehilangan keseimbangan dan masuk ke dalam kerumunan aktor pembantu.
Sutradara menggelengkan kepalanya dan meminta reka ulang. Namun sudah dicoba berkali-kali, Rein selalu melakukan kesalahan yang berbeda-beda. Sutradara pun emosi. dan menyuruhnya untuk konsentrasi saat melakukan adegan syuting. Ia bahkan mengancam jika ia akan menggantikan Rein dengan pemain cadangan.
"Yang benar saja, bagaimana bisa seorang pemeran utama berakting lebih buruk dari pemain penggantinya. Kalau begini terus lebih baik aku menggantinya dengan Bridav, aku yakin dia pasti lebih baik dari kamu!" seru Arnold dengan wajah berang
Mendengar ancaman sang Sutradara membuat Rein sedikit menciut dan berusaha memperbaiki aktingnya.
"Baiklah aku mau mengulang adegan itu sekali lagi," tutur Rein
Arnold mengiyakan keinginan Rein berharap pemuda itu akan memperbaiki kesalahannya setelah ia mengancamnya.
Namun hasilnya tetap sama ia tetap melakukan kesalahan sehingga membuat Arnold semakin marah padanya dan langsung menghentikan semua syuting hari itu agar ia bisa lebih konsentrasi.
Ia bahkan sampai menggebrak meja hanya untuk menghentikan adegan syuting hari itu.
*Brakkk!!!
"Cut!!" seru Arnold membuat semua orang langsung berhenti
__ADS_1
"Sebaiknya kita sudahi saja syuting hari ini, karena percuma saja melanjutkan syuting jika hasilnya tetap buruk!" seru Arnold segera melemparkan naskah drama dan meninggalkan lokasi syuting