KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab. 108


__ADS_3

"Aku akan mengabulkan apapun permintaan kamu kecuali satu, yaitu mengupas bawang," ujar Bridav


"Memangnya Kenapa kalau mengupas bawang?" tanya Indi


"Karena dia tak mau memperlihatkan sisi melankolisnya saat mengupas bawang," sahut Retno


Bridav langsung mengacungkan jempolnya kepada Retno, "That's right bestie,"


Semua orang seketika tertawa melihat kekonyolan Bridav.


Susan yang kesal karena mengetahui Retno berusaha untuk mencari perhatiannya segera memasuki dapur.


Ia bermaksud untuk memberi pelajaran wanita itu melalui Indira.


Ia tak suka jika melihat Retno mendapatkan perhatian dari lelaki yang dikaguminya tersebut.


Ia kemudian menghampiri Indi dan bertanya padanya, "Tindakan apa yang dapat membuat Retno tidak memiliki perlawanan?" tanya Susan


"Kau harus menekannya bila perlu pakai kekerasan, pasti ia tidak akan pernah melawan apapun yang kau lakukan padanya," jawab Indi sambil memotong-motong sayuran dengan begitu cepat


Susan mengira jika Indi juga kesal dengan Retno. Menurutnya wajar saja jika Indi kesal padanya, karena kali ini Retno yang dikenal sebagai sahabat Indi tega menggoda kekasih sahabatnya.


Melihat Indi yang terlihat kesal membuat Bridav langsung mendekatinya. Pemuda itu menawarkan bantuan kepadanya


"Sini biar aku bantu," ujarnya lirih


"Tidak perlu, bantu saja bestie kamu itu!" seru Indira membuat semua penonton seketika menertawakan sikapnya.


Semua netizen langsung mengira jika Indi marah kepada Bridav karena ia menolak untuk membantunya.


Meskipun demikian para netizen menganggap jika Indi terlihat begitu lucu saat ia sedang marah, terlebih saat para netizen mengira jika gadis itu sedang menunjukkan rasa cemburunya kepada Bridav.


Komentar netizen mulai membanjiri kolom komentar. Gelak tawa penonton di studio mulai memecah keheningan malam.


Melihat para penonton yang tertawa tak berdaya, membuat Aqila segera masuk ke ruang makan.


Sebenarnya apa yang lucu, apa yang membuat para penonton tertawa. Melihat suasana ruang makan yang biasa saja membuat Aqila semakin penasaran.


Ia pun menyapa semua orang dan memperkenalkan dirinya. Semua orang meresponsnya dengan ramah kecuali Indi dan Bridav yang sedang makan.

__ADS_1


Melihat Bridav sedang makan membuat gadis itu terus memperhatikannya.


Kenapa dia selalu mempesona, bahkan saat makan saja ia terlihat begitu tampan.


Melihat Aqila yang terus berdiri dan mematung di sebelahnya membuat Indi mempersilakan gadis itu untuk duduk dan makan bersama. Namun ia menolak dengan alasan sedang diet.


Indi tidak mempermasalahkannya dan meminta Aqila untuk tidak sering diet karena bisa menyebabkan penyakit.


"Sebaiknya jangan sering-sering diet kerena tidak baik untuk kesehatan, lagipula badan mu sudah bagus jadi untuk apa diet," tutur Indira


"Bagi seorang entertain memiliki tubuh yang ideal adalah sebuah kewajiban. Karena tubuh mereka adalah aset mereka untuk mencari nafkah, jadi sudah tentu mereka harus menjaganya," sahut Bridav


"Oh begitu," jawab Indira


Aqila tersenyum senang saat mendengar Bridav membelanya.


Aku yakin suatu hari nanti, dia akan memperhatikan aku,


Aqila kemudian menjawab ia tak akan mungkin memiliki penyakit Karena ia adalah seorang yang sangat higienis dan sehat.


"Wah keren sekali, andai saja aku bisa seperti dirimu," ucap Indira takjub


"Anggap saja, itu sebagai perkenalan dari saya. Sebagai member baru saya mohon bimbingannya dari kakak senior semua," ucap Aqila kemudian membungkukkan badannya


Para netizen berkata jika aqila adalah orang yang sangat ramah meskipun ia begitu sombong dan terkesan meremehkan Indira.


Selain memberikan hadiah kepada rekan-rekannya sesama talent, Aqila juga memberikan hadiah kepada para penonton dan kru.


Saat ia memberikan sebuah buku kepada Bridav, namun ditolak secara tak langsung oleh pria itu dengan mengatakan ia sudah pernah membaca buku tersebut.


Aqila merasa begitu malu saat Bridav kembali menolaknya. Untuk kedua kalinya Pria itu menolak pemberiannya. Padahal sebelumnya ia sudah begitu senang padanya saat ia membelanya di depan Indira.


Wanita itu benar-benar tak mengerti dengan perilaku dingin Bridav yang selalu menolaknya tapi juga memberikan harapan padanya.


Apa dia sedang berusaha mempermainkan aku, atau sedang mengetes ku??


Meskipun sedikit kesal bercampur kecewa namun ia mencoba bersikap biasa untuk menjaga imagenya dan terlihat elegan di depan kamera.


Tiba-tiba semua talent berkumpul di meja makan saat mencium aroma wangi masakan Indira.

__ADS_1


"Wah, sudah matang, kenapa kau tidak memberi tahu kami jika makan malamnya sudah siap!" celetuk mario


"Harusnya kau segera memanggil kami setelah selesai masak bukan malah mencicipinya berduaan saja, dasar pelit!" cibir Arkan


Semua bintang tamu terkejut saat melihat Indi makan begitu banyak sehingga makanan hanya tersisa sedikit.


"Wah sepertinya dia akan menghabiskan makanannya!"


celetuk salah seorang anggota tim wanita.


"Salah sendiri kenapa tidak langsung turun, aku kira kalian diet jadi aku berencana menghabiskan makanannya daripada Mundzir,"


Melihat Indi makan dengan lahap dan cepat membuat semua talent langsung duduk dan menikmati makanan mereka.


Mereka langsung memuji masakan Indira yang begitu enak.


Seusai makan semua talent kembali ke kamarnya.


Sementara itu Susan langsung menuju ke kamar Retno. Tentu saja hal itu membuat Indi langsung bisa menebak apa yang Akan dilakukan oleh gadis tersebut kepada sahabatnya.


Takut susan akan menyakiti sahabatnya.


Indi kemudian menyuruh Susan untuk pergi dari kamar Retno jika tidak memiliki utusan apapun dengannya.


"Aku hanya ingin ngobrol saja," jawab Susan


"Kalau begitu besok saja ngobrolnya. Apalagi Reynold tidak suka jika melihat para Talent bergosip di kamar rekannya. Jangan sampai ia membuat kita bertengkar dengannya. Baginya keamanan dan ketertiban adalah nomor satu, jadi silakan tinggalkan tempat ini kecuali jika kau ingin melakukan hal lain." jawab Indira


Retno tidak keberatan saat Susan mengatakan bahwa dirinya ingin mengobrol dengannya.


Mendengar jawaban Retno membuat Indi langsung meninggalkan mereka. Ia tidak mau ikut campur dalam urusan mereka sehingga memilih pergi. Ia percaya jika Retno bisa mengatasi masalahnya jika Susan melakukan sesuatu padanya.


"Apa kau belum bisa melupakan pria itu?" tanya Susan yang penasaran


"Tentu saja aku belum bisa melupakannya, aku bahkan selalu mengenang dia setiap hari menjelang malam datang. Saat aku sedang meniup seruling aku membayangkan ia datang untuk memujiku," jawab Retno membuat Susan semakin geram


Ia tak habis pikir jika Retno yang terlihat begitu serasi dengan Rico masih menyimpan perasaan terhadap Bridav. Padahal sebagai sahabatnya ia tahu betul jika Bridav dan Indi saling menyukai.


Meskipun keduanya tidak berpacaran tapi semua orang sudah tahu jika Bridav sudah melabuhkan hatinya kepada Indi begitupun dengan Indi. Susan tak mengerti kenapa Retno berbuat seperti itu kepadanya.

__ADS_1


Melihat kejujuran Retno membuat Susan semakin tidak menyukainya. Baginya sikap polos Retno hanya sebuah kedok untuk menutupi hatinya yang busuk.


__ADS_2