
Indi kemudian mengikat kaki sang harimau untuk menghentikan darahnya yang terus mengalir.
Merasa terancam, binatang itu kembali mengamuk membuat tubuh Indira terombang-ambing saat berusaha untuk mengobatinya, ia kemudian berusaha menenangkannya.
Bridav yang khawatir dengannya langsung memeluk Indira dan menahannya di tanah. Pria itu begitu panik, hingga terdapat bulir-bulir keringat yang menempel di dahinya. Meskipun ia sendiri ketakutan namun ia tak memperdulikannya dan berusaha menyelamatkan Indira agar tak terkena serangan sang Harimau itu.
Mereka akhirnya berhasil menenangkan sang raja Rimba, saat Pemuda itu bangun napasnya mulai sedikit terengah-engah setelah bergulat menahan amukan sang harimau, deru napas tersebut menerpa wajah Indira tak beraturan.
Indira langsung mengambil inisiatif dan memeriksa tubuh Bridav.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Indira begitu khawatir
Bridav langsung mengangguk. Ia menolak saat Indi berusaha untuk memeriksanya. Ia terus berpaling dan menutupi wajahnya yang merah padam.
Ia tak mau Indi tahu wajahnya yang merona karena malu setelah keduanya bertatapan begitu dekat.
Sutradara terlihat menggelengkan kepalanya saat melihat keduanya terlihat saling mengkhawatirkan.
Ia bahkan sengaja menyindir mereka berdua untuk mengalihkan perhatiannya.
"Ehemm, apa kalian masih betah latihan di tengah kepanikan atau ada hal lain yang harus di selesaikan?" sindir Reynold
Mendengar ucapan Sang Sutradara, membuat mereka segera bergabung dengan para artis yang lainnya.
"Dasar anak muda selalu saja ada cara untuk bermesraan, bikin iri saja!" celetuk Reynold
Sementara itu, Arkan terus merengek ingin pergi ke rumah sakit. Karena ia tidak melihat Susan ada di sana, ia kemudian menghampiri Indira dan mencoba memintanya untuk menemaninya ke rumah sakit.
Mendengar celoteh Arkan membuat Indi merasa kesal, apalagi ia terlihat begitu mengiba seperti orang yang akan mati.
Dengan ia ketus mengatakan padanya bahwa lelaki itu tidak akan mati meskipun sudah di cabik-cabik oleh harimau.
Mendengar ucapan Indi membuat Arkan begitu sedih dan semakin merengek meminta pertolongan. Ia sengaja memasang wajah memelas seolah dia adalah orang yang paling menderita di dunia.
"Kamu kenapa sekarang tega banget sih sama gue Dira, meskipun kita sudah berpisah setidaknya kamu harusnya empatilah dikit sama aku. Kan walau bagaimana juga aku pernah jadi orang yang kamu sayang. Jadi jangan abaikan aku karena kita sudah putus, ingatlah semua kebaikan ku padamu saat aku jadi pacar kamu. Kamu tahu kan sudah berapa banyak uang yang aku habiskan untuk membelikan hadiah untukmu. Aku gak minta ganti atau kamu balikin semua itu, aku hanya mau kamu mengantar ku ke rumah sakit itu aja," ucap Arkan
"Kalau kau benar-benar ingin ke rumah sakit aku akan menghubungi ambulance darurat, semoga saja mereka cepat datang kemari sebelum kamu mati." jawab Indi
__ADS_1
"Tega banget kamu Dir, memangnya kamu sangat ingin aku mati ya?" ucap Arkan dengan wajah kesal
"Tentu saja tidak, lagipula aku yakin kamu gak akan mati secepat itu, ingat kamu harus tetap hidup untuk untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu khususnya padaku," jawab Indi ketus
Selesai menghubungi ambulance Indi bergegas meninggalkan Arkan.
Tiba-tiba sebuah kapak mengarah pada sutradara.
*Wuuushhh!!
Indi segera melompat dan menangkap kapak tersebut, sementara itu Reynold seketika jatuh pingsan karena shock melihat benda tersebut.
*Bruugghhh!!!
Tidak lama muncul 8 pria berbadan gempal. Indi mengira jika mereka adalah sekelompok pencuri binatang langka.
Ia kemudian mendekati Bridav dan memberitahukan padanya jika mereka sedang berhadapan dengan dengan sekelompok pencuri binatang.
Seorang pria yang merupakan ketua sekelompok gerombolan itu begitu terkejut saat melihat Indira berhasil menangkap kapaknya, "Bagaimana mungkin seorang wanita lemah seperti Indira bisa menangkap lemparan kapak ku!"
Ia kemudian meminta assisten sutradara untuk memindahkan Reynold ke kamarnya.
"Apa kalian sudah makan?" tanya Indi dengan nada hambar menghampiri sang ketua geng pemburu binatang langka.
Terdengar suara gelak tawa para pria itu setelah mendengar pertanyaan Indira.
"Wah, rupanya ia begitu peka hingga tahu apa yang harus ia lakukan saat bertemu dengan kita Bos," celetuk salah seorang anak buah pria itu
"Hahahahaha!" Indira ikut tertawa mendengar mereka tertawa
Semua pria itu tampak kebingungan saat melihat Indi menertawakan mereka. Sang ketua yang merasa di remehkan langsung bersiap menyerang Indi dengan bogem mentahnya.
Namun pria itu langsung terdiam Setelah Indi lebih dulu memposisikan kapak yang di genggamnuadi leher sang ketua, "Ini adalah hidangan khusus yang akan kami persiapkan untuk kalian, jadi silakan tunggu di meja makan!"
Seketika semua anak buah lelaki itu langsung mengeluarkan kapak mereka dan bersiap menyerang Indira.
Namun sang ketua melarang mereka untuk menyerang Indira, karena takut wanita itu akan menghabisinya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Kemudian Indi langsung memukul kepala sang ketua itu hingga ia jatuh pingsan.
*Bruugghhh!!
"Ya ampun Indi kamu cari mati saja!" celetuk Arkan segera melipir pergi dan bersembunyi
"Ketua!" seru salah seorang dari mereka begitu berang
Mereka kemudian segera memasang kuda-kuda dengan kapak di tangannya.
Indira tampak begitu tenang dan sama sekali tak terlihat panik apalagi ketakutan menghadapi mereka.
"Sebaiknya kau hadapi dua orang bertubuh pendek itu, sisanya biar aku yang akan menyingkirkannya!" ucap Indi memberikan perintah kepada Bridav
Tentu saja Bridav menolak keputusan Indi, "Tidak bisa, aku tidak akan membiarkan mu melawan begitu banyak musuh. Sebagai lelaki aku tidak akan membiarkanmu kesulitan. Biarkan Aku yang melawan enam pria itu, kau hanya perlu melawan satu pria bogel itu saja," jawab Bridav
"Kalau begitu sebaiknya kau lawan satu orang saja biarkan enam pria lainnya aku yang mengurusnya!"
Selesai berucap, ia langsung melumpuhkan keenam orang itu ke tanah. Saat ia melihat hanya tersisa 1 orang, ia memutuskan untuk membiarkan Bridav untuk menyelesaikannya.
Semua orang hampir tak berkedip melihat aksi Indira. Ia kemudian meminta wakil sutradara untuk melapor polisi.
Wakil sutradara langsung mengangguk dan mengambil ponselnya untuk menghubungi polisi terdekat.
Bukan hanya para crew dan para artis yang begitu kagum kepada Indira namun juga Bridav yang tak menduga jika Indi akan begitu mudah dan cepat mengalahkan musuh-musuhnya.
"Wah dia benar-benar keren, aku tak percaya jika Indi seperti wonder woman,"
Melihat semua masalah sudah teratasi Ia Kemudian berkata ingin pergi melihat-lihat, mungkin saja masih ada hewan lain di sekitar tempat itu.
Tidak ingin Indi mendapatkan masalah Bridav pun diam-diam mengekorinya.
Reynold yang sudah siuman langsung meminta Bridav untuk mengabarinya jika terjadi sesuatu dengan mereka.
Bridav kemudian melemparkan walkie-talkie pada sutradara untuk berkomunikasi.
__ADS_1