KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 110


__ADS_3

"Apa kau tidak penasaran dengan apa yang mereka bicarakan??" tanya Aqila berusaha menahan lelaki itu saat hendak masuk ke kamarnya.


"Tentu saja aku sudah tahu, sekarang Indi kelaparan dan aku harus segera memesankan makanan untuknya," jawab Pria itu segera masuk dan menutup pintunya


"Wah dia benar-benar tidak sopan, harusnya ia memberikan apresiasi kepada ku atas apa yang sudah aku lakukan padanya, bukan malah mengusir ku seperti ini. Kau pikir siapa dirimu sampai bisa bersikap dingin kepadaku!" gerutu Aqila meluapkan kekesalannya


Setelah itu, Bridav kembali membuka pintu kamarnya, lelaki itu kemudian merebut ponsel Aqila dan menghapus video itu.


Melihat sikap Bridav membuat Aqila semakin geram hingga ia langsung mendorong pria itu dan segera masuk kedalam kamar Bridav.


Respons Aqila yang sangat cepat, membuat Bridav tak bisa menyangka jika ia langsung masuk ke kamar pria itu dan mengunci pintunya.


Saat pemuda itu hendak bangun, Aqila langsung membuka atasannya membuat Bridav langsung memalingkan wajahnya.


"Kau tahu kenapa aku begitu peduli denganmu?" tanyanya kemudian menghampiri lelaki itu dan mendorong tubuhnya hingga ia jatuh ke ranjang tidurnya.


"Cepat pergi dari sini sebelum aku berbuat kasar!" seru Bridav dengan suara lantang


"Apa kau tidak tahu jika aku begitu menyukaimu," imbuh Aqila


Gadis itu berusaha menjatuhkan tubuhnya keatas Bridav yang masih terlentang di atas ranjangnya.


Bridav langsung menghindar saat Aqila benar-benar menjatuhkan dirinya.


"Maaf tapi, aku tidak menyukaimu. Aku sudah menjatuhkan pilihan ku kepada wanita lain yang lebih terhormat darimu!" Bridav segera menarik lengan gadis itu dan kemudian mengusirnya.


Indi menghentikan langkahnya saat mendengar keributan di kamar Bridav.


Wanita itu melihat Bridav mengusir Aqila dari kamarnya. Karena malu dilihat oleh Indira, Aqila berusaha masuk kembali namun Lelaki itu langsung mendorongnya dengan kasar dan langsung mengunci kamarnya.


Aqila seketika pura-pura panik agar Indira tidak salah paham.


"Astaga seperti aku lupa belum mengerjakan tugas dari Reynold karena terlalu asyik belajar akting dengan Bridav," ujar Aqila


Indira yang bisa membaca niat jahat wanita itu langsung menghadangnya.


"Apa kau sudah puas?" tanya Indi membuat gadis itu terkesiap saat melihatnya tiba-tiba menghadang langkahnya


"Apa maksud mu?" tanya Aqila pura-pura tidak tahu


"Cih, kau kira aku tidak tahu jika kau diam-diam merekam aku saat bersama dengan Susan. Sebenarnya apa maksudmu berusaha membuntuti diriku??. Apa kau ingin mengetahui kelemahan ku atau kau ingin menjadi seperti diriku agar Bridav menyukaimu?"

__ADS_1


Seketika wajah Aqila memerah saat wanita itu mengetahui jika dirinya berusaha menguntitnya.


"Sepertinya kau salah paham, aku tidak pernah berniat mencari kelemahan mu apalagi berusaha menjadi dirimu, swear!" seru Aqila mencoba meyakinkan Indira


Namin bukan Indira namanya jika percaya begitu saja kepada seorang pembohong sepertinya.


Wanita itu langsung memelintir lengan Aqila hingga gadis itu menjerit kesakitan.


"Aww, sakit!!" serunya membuat Pengawalnya langsung berlari menghampiri mereka.


"Tolong lepaskan dia Indi," ucap Lee memohon


"Sebaiknya kau jangan ikut campur atau aku akan menghabisi mu juga!" ancam Indira


Seketika Lee segera mundur saat melihat wajah Indira yang berubah menyeramkan.


Sepertinya ucapan Yuan Benar, wanita ini benar-benar menyeramkan, sebaiknya apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa meninggalkan Nona Aqila sendirian karena akulah yang bertugas menjaga keselamatannya,


"Aku harap kamu tidak mengulangi perbuatan mu lagi, karena aku sangat benci dengan orang-orang yang kepo seperti mu!" seru Indi kembali memelintir ****** Aqila membuat gadis itu kembali merintih kesakitan


Ia kemudian meminta pengawalnya untuk menyelamatkan ia dari Indira.


Melihat majikannya kesakitan membuat Lee tak bisa diam saja, ia terpaksa harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan wanita itu


"Maafkan aku Indi, aku terpaksa melawan mu karena aku harus melindungi Tuanku," ujar Lee


Lelaki itu langsung melepaskan pukulannya kearah Indira.


Wanita itu segera mengelak serangan pengawal itu dengan cepat dan melepaskan tendangannya hingga pemuda itu terhempas ke lantai.


Indi tersenyum sinis saat menatap pemuda itu berusaha bangkit dan kembali menyerangnya.


Berbagai pukulan dan tendangan sudah ia layangkan untuk menyerang Indira. Namun sayangnya tak ada satupun serangannya yang mampu menyentuhnya.


Tentu saja hal itu membuat ia begitu frustasi. Namun ia terus menyerang demi untuk menyelamatkan sang majikan.


Melihat ketangguhan Lee membuat Indi kemudian melepaskan Aqila dan segera pergi meninggalkannya.


Pemuda itu langsung menangkap tubuh Aqila saat Indi mendorongnya.


"Apa kau baik-baik saja nona?" tanya Lee begitu khawatir

__ADS_1


"Dasar tak berguna, bagaimana kau bisa kalah melawan wanita lemah sepertinya!" maki Aqila


"Dasar Wanita tak tahu diri, harusnya kau berterima kasih kepadanya karena aku melepaskan mu karena aku menghargai perjuangannya. Dia begitu loyal dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Meskipun ia tahu tidak mungkin bisa mengalahkan aku, tetap saja ia berjuang demi menyelamatkan mu!" tukas Indira


Bridav segera keluar dari kamarnya saat mendengar suara gaduh di luar kamarnya.


Ia terkejut saat melihat Indi pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah kesal.


Apa dia mendengar semuanya, apa dia marah padaku, karena tahu Aqila masuk ke kamar ku?. Oh tidak .. sepertinya aku harus meluruskan kesalahpahaman ini.


Bridav segera menyusul gadis itu dan berusaha menjelaskan apa yang terjadi antara dia dan Aqila.


"Haaciimm!!"


Seketika Indi yang sedari tadi mengabaikan pria itu langsung menghentikan langkahnya saat mendengar pria itu bersin.


Ia segera menoleh kearahnya dan menempelkan telapak tangannya di kening pemuda itu.


"Apa kamu sakit?" tanyanya dengan wajah cemas


Bridav memanfaatkan situasi itu untuk mencari perhatian gadis itu. Ia berharap Indi akan memaafkannya jika tahu ia sedang sakit.


"Sebenarnya aku memang sedikit tak enak badan, kerena adegan di pantai kemarin," jawab Bridav


Seketika Indi langsung menarik lengan pemuda itu menuju ke kamarnya.


"Oooh!"


Bridav tak menyangka Indi akan se khawatir itu kepadanya hingga membawanya masuk ke kamarnya hanya untuk merawatnya.


"Tunggu sebentar biar aku buatkan obat untuk mu," ujar gadis itu kemudian meninggalkan Bridav di kamarnya


Tidak lama Indi kembali dengan membawa satu gelas obat herbal untuk menyembuhkan flu pemuda itu.


"Minumlah, aku yakin flu nya akan segera reda saat kau sudah meminum obat itu," ucap Indira


"Terimakasih banyak, tapi sepertinya aku merasa kepalaku sangat pusing hingga rasanya seperti mau pecah. Apa kau bisa memeriksanya juga?" tanya Bridav


Indi mengangguk setuju.


Saat indi hendak menyentuh kepalanya, Bridav langsung menarik lengan gadis itu kemudian hingga ia jatuh kedalam pelukannya dan mencium bibir gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2