KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 93


__ADS_3

Bridav kemudian mengajak Indira ke hotel tempat dimana Ace menginap. Ia sudah berpesan kepadanya untuk membacakan laporan itu di depannya.


Indi pun setuju dan sudah berlatih dengannya agar bisa membacakan laporan tersebut dengan penuh penghayatan.


Setelah tiba di hotel, Ace sedang tidak ada di kamarnya. Lelaki itu sedang ada janji dengan produser film hingga membuat Indi dan Bridav harus menunggu.


Malam sudah menjelang namun Ace belum juga kembali. Bridav kemudian berinisiatif untuk menginap semalam di Hotel demi menunggu Ace. Ia sengaja memilih kamar yang berdekatan dengan Ace agar bisa dengan mudah mengetahui keberadaan pria itu.


Indi yang sudah tidak sabar langsung sung menuju kamar Bridav dan melemparkan laporan ke arah pria itu.


Kesabaran Indi memang setipis tisu hingga ia begitu kesal saat harus menunggu Ace begitu lama.


Ia bahkan ingin langsung kabur, tapi diancam oleh Bridav yang mengatakan jika ia akan mendapat masalah jika tidak melakukan apa yang ia perintahkan.


"Apa kau ingin berpartisipasi di misi berikutnya?" tanya Bridav


Indi mengangguk, karena misi berikutnya begitu menantang membuat Indi begitu ingin mengikuti misi itu.


Indira akhirnya mengalah, mengambil kembali laporan tapi tidak bisa membacakannya.

__ADS_1


"Aku tak bisa membacakan laporan itu di depan Ace," ucap Indo dengan nada lesu


"Kenapa?"


"Entahlah, sepertinya aku tidak bisa menjadi pembaca laporan yang bagus seperti pembaca berita. Suaraku terlalu buruk dan aku tidak percaya diri," ucap Indi memberikan alasan


Namun Bridav tahu jika Indira tidak mau membacakan laporan itu karena bukan hasil tulisan Indi sendiri. Harga diri Indi begitu tinggi sehingga ia pasti akan menolak untuk membacakan laporan hasil tulisan orang lain di depan sang manajer Ace.


"Jika alasan mu karena laporan itu bukan hasil karyamu sendiri, bagaimana jika kau menulis ulang laporan itu dengan bahasamu sendiri. Sambil menunggu Ace aku yakin kau punya waktu yang cukup untuk membuat ulang laporan itu," ucap Bridav


"Tapi aku paling tidak bisa mengarang,"


Setelah berusaha meyakinkan Indira, kemudian perempuan itu mulai mengarang laporan.


Bridav mendampinginya selama Indi membuat laporan di kamarnya. Karena begitu tegang dan kehabisan ide untuk merangkai kata-kata Indi bahkan sampai menggandeng lengan Bridav.


Lelaki itu tersenyum saat mengetahui Indi bergelayut manja di lengannya.


Namun Indi yang malu karena pria itu terus memandanginya kemudian mengatakan dirinya pasti terlalu mendalami peran hingga tadi menggandeng tangannya.

__ADS_1


Ia bahkan memuji dirinya sendiri sebagai aktris profesional, tentu saja hal itu membuat Bridav mengangguk setuju.


"Tidak ada artis wanita yang memiliki kemampuan berakting lebih bagus darimu Indi. Kay bahkan bisa membenciku lebih banyak dibandingkan rasa cintamu padaku. Aku yakin itu adalah bukti profesionalitas yang tidak dimiliki oleh artis manapun di negeri ini. Bagaimana kau bisa membenci pria yang kau cintai saat beradu akting dengannya itu luar biasa Indi," puji Bridav


Mendengar penuturan Bridav membuat Indi menjadi malu. Wanita itu mengatakan jika pemikiran Bridav ini tidak masuk akal.


Kali ini gantian Bridav yang memegang lengan Indira. Ia menggenggam jemari wanita itu dan menatapnya intens.


"Aku percaya wanita cantik dan berbakat seperti dirimu akan bisa melakukan apapun yang kau anggap tidak mampu. Dengan kepercayaan dirimu yang kuat aku rasa kau akan bisa membacakan laporan itu lebih baik dari seorang pembaca berita. Yakinlah padaku dan yakinlah pada dirimu sendiri Indi," ucap Bridav sambil membelai wajah gadis itu


Perlakuan manis Bridav membuat Indi tidak bisa merangkai cerita lagi.


"Maaf tapi sepertinya aku lapar," ucap Indi membuat suasana romantis yang mulai tercipta mendadak berubah menjadi hening.


Indi yang mulai canggung dengan situasi itu bahkan masih sempat bercanda dengan menganggap tangan Bridav sebagai paha ayam, jadi dia mencengkram tangan lelaki itu dan menggigitnya.


"Aww sakit Indi!" seru Bridav


"Ups maaf, aku kira ini paha ayam, eh ternyata tangan pria yang ku sayang,"

__ADS_1


__ADS_2