
Saat Susan mulai membuka mulutnya menyapa Indira, semua mata seketika tertuju pada keduanya.
Mereka mulai mengingat akting Indira yang begitu buruk pada film-film yang dibintanginya dahulu.
"Bagaimana aktris dengan akting buruk seperti Indira berani mengikuti audisi sebagai pemeran utama, sungguh tak tahu malu!" cibir salah seorang peserta audisi
Indi tidak menghiraukan semua cibiran para peserta Audisi, ia tetap tenang dan tidak terpengaruh sedikitpun dengan ucapan mereka.
Mereka mulai mencemoohnya dan membandingkannya dengan Susan yang selalu berakting bagus di setiap film yang dibintanginya hingga mendapatkan gelar Ratu Film.
"Meskipun Susan memiliki perangai yang sedikit buruk, tapi dia memiliki kemampuan akting yang bagus, jadi menurutku hanya dia yang pantas memerankan tokoh Preman Wanita,"
Susan tersenyum bahagia mendengar orang-orang mencemooh Indi dan memuji dirinya.
"Wah tidak ku sangka kau ikut audisi juga, padahal kemampuan akting mu masih belum berkembang tapi kau begitu percaya diri mengikuti audisi ini?" ucap Susan berusaha menyindirnya
"Tentu saja, lagipula memang tujuanku mengikuti audisi ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan aktingku," jawab Indi dengan santai
"Wah, akau benar-benar Keren Indi. Bahkan kau tidak sedikitpun gentar meskipun tahu banyak artis berbakat yang mengikuti audisi," ucap Susan
"Kalaupun aku harus kalah nantinya aku tidak menyesal karena sudah mencobanya. Maaf sepertinya aku harus kembali, Ace mencari ku," jawab Indi kemudian meninggalkan Susan
"Sombong sekali, aku yakin dia akan langsung tersingkir setelah maju ke babak pertama. Orang sepertinya tidak akan pernah bisa melakukan peran yang sulit seperti preman wanita. Kita lihat saja Indi, apa kau masih bisa sombong setelah tersisih di babak pertama," ucap Susan menyeringai
Seorang panitia audisi mengumumkan jika audisi akan segera dimulai. Para peserta diharapkan mempersiapkan dirinya masing-masing.
Mendengar Audisi akan segera dimulai, semua peserta segera berbaris di depan ruang audisi.
Indi sedikit merasa lega saat melihat hanya puluhan orang saja yang mengikuti audisi untuk memerankan Preman Wanita.
Jumlah peserta audisi tiba-tiba menyusut saat melihat Susan masuk kedalam barisan peserta. Mereka merasa tak mampu menandingi kemampuan akting Susan hingga lebih memilih mengundurkan diri.
Kini hanya tersisa empat orang yang akan mengikuti audisi. Melihat hanya sedikit yang mengikuti audisi tentu saja membuat Susan merasa di atas angin.
Ia semakin merasa yakin jika dirinyalah yang akan terpilih untuk memerankan tokoh utama Preman Wanita.
Audisi dimulai, semua peserta segera memasuki ruang tunggu dan menerima pengarahan dari sang Sutradara.
Panitia kemudian mengundi nomor urut peserta yang akan tampil
__ADS_1
Susan menjadi peserta pertama yang akan memperagakan akting sebagai Preman Wanita, dan Indi menjadi peserta terakhir yang akan tampil dalam audisi siang itu.
Sutradara memberikan script naskah audisi kepada Susan.
"Baca dan pahami baik-baik naskah itu sebelum kau tampil. Jangan lupa memilih salah satu peserta audisi untuk menjadi lawan main mu saat audisi," ucap Sutradara
"Baik pak," jawab Susan
Ia langsung menatap ketiga peserta audisi lainnya. Susan sengaja meminta Indi untuk menjadi lawan mainnya setelah membaca Naskah Audisi. Indira tak menolaknya dan langsung menuju ke panggung mengikuti Susan.
Susan begitu bersemangat saat harus melakukan adegan mendorong tubuh Indira hingga terjungkal ke lantai.
Ia menyeringai melihat gadis itu dan segera mengambil Rotan untuk memukulnya.
Ia berkali-kali memukulinya dengan sangat keras tanpa menghiraukan ucapan panitia yang melarangnya memukul lawan main dengan keras.
Rasakan, sekarang aku bisa melampiaskan semua kekesalan ku padamu Indi,
Indira hanya diam saat Susan memperlakukannya dengan semena-mena, ia tahu jika wanita itu sedang melampiaskan kekesalannya kepada dirinya.
Kini tiba saatnya bagi Susan untuk mengucapkan dialog. Suaranya terlalu dibuat-buat hingga tidak terlihat natural, Susan bahkan tidak menghalalkan semua dialognya hingga ia terlihat tidak lancar mengucapkan kata demi kata, dan sering mengulang dialognya.
Melihat Susan sedikit gagap, sang sutradara kemudian meminta Susan melakukan adegan action.
Karena tahu dirinya tidak bisa melakukan adegan action, Susan kemudian mencari cara untuk menyelesaikan adegan itu tanpa melakukan kesalahan.
Ia memintaku kepada Sang Sutradara untuk mencari peran pengganti saat ia melakukan adegan tertentu yang dianggap berbahaya.
"Bolehkan saya memakai jasa peran pengganti untuk adegan tertentu?" tanya Susan
"Kami tidak memberikan adegan yang berbahaya dalam audisi ini jadi untuk apa memakai jasa peran pengganti??" sahut sang Sutradara
"Tapi...aku memiliki riwayat kesehatan yang buruk hingga dokter melarang ku melakukan adegan berbahaya," sanggah Susan membuat Sutradara akhirnya menyetujuinya menggunakan artis pengganti saat melakukan adegan action
Tidak lama manajer Susan membawakan seorang artis pengganti untuk Susan.
Susan begitu senang karena ia bisa leluasa berakting tanpa harus melakukan adegan action seperti artis lainnya.
Setelah semua audisi selesai melakukan akting mereka kini tiba giliran Indira sebagai artis terakhir untuk menunjukkan kemampuan aktingnya kepada sang Sutradara.
__ADS_1
"Peserta nomor 020 Indira!"
Indi segera beranjak dari duduknya saat mendengar namanya di panggil. Ia mengambil nafas panjang sebelum menemui sang Sutradara di ruang audisi.
Ia melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri saat memasuki ruang audisi.
"Apa kau sudah siap menunjukkan kemampuan terbaik mu?" tanya sang Sutradara
"Tentu saja saya siap," jawab Indi
"Aku sudah sering melihat mu dalam layar kaca, kemapuan action mu cukup bagus jadi aku mohon jangan memakai artis pengganti karena aku ingin melihat akting mu secara langsung, katakan saja kau membutuhkan alat peraga apa untuk melakukan adegan action dalam script naskah yang kau pegang," tutur Sutradara
Indira segera membuka script naskah yang diterimanya.
Ia membaca dengan seksama semua dialog dan adegan action yang akan dilakukan olehnya.
"Sepertinya, Aku tidak membutuhkan alat peraga," jawab Indi begitu percaya diri
"Sekarang katakan saja siapa yang akan kau pilih untuk menjadi lawan main mu?" tanya sang Sutradara
Indi melihat ketiga peserta audisi yang sedang duduk menunggu pengumuman hasil pemenang audisi.
Ia tersenyum sinis saat netranya beradu pandang dengan Susan.
Sekarang saatnya membalas apa yang sudah kau lakukan padaku Susan.
Tanpa ragu Indi langsung menunjuk kearah Susan.
"Kau memilih Susan sebagai lawan main mu?" tanya Sutradara
"Iya," jawab Indi mengangguk
Berbeda dengan Indi, Susan seketika pucat pasi saat mendengar ucapan sutradara yang memintanya menjadi lawan main Indira.
Sial, dia pasti sengaja memilihku agar bisa membalas dendam padaku,
Dengan terpaksa Susan kemudian masuk ke ruang audisi untuk memerankan Deuteragonis.
Indi tersenyum simpul menatap wajah cemas Susan, ia tahu betul jika wanita itu ketakutan saat dirinya meminta untuk menjadi lawan mainnya.
__ADS_1