KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 153


__ADS_3

Indi dan Bridav tiba di bangsal perawatan pasien. Keduanya segera menghampiri hantu wanita yang berbaring di ranjang pasien.


Hantu wanita sengaja berpindah tempat untuk menghindari mereka. Namun dengan cepat Indi berlari mengejarnya. Kini Hantu wanita tak bisa berpindah lagi. Ia sudah terpojok di ranjang pasien paling ujung.


Indi dan Bridav berdiri di samping hantu wanita yang tampak pasrah.


Indi langsung menggendong hantu wanita dengan bridal style, lalu menyuruh Bridav untuk mencari petunjuk di atas ranjang.


Tiba-tiba rambut palsu hantu wanita jatuh di bawah kaki Bridav. Seketika lelaki langsung berteriak ketakutan, sementara itu Indi segera menendang rambut palsu itu hingga terpental dan kebetulan jatuh di pelukan mantan pacar.


Arka yang sedang panik pun berteriak histeris dan melemparkan rambut palsu tersebut ke pasangannya hingga keduanya saling lempar rambut palsu.


"Kau bilang ingin melindungi ku bukan?. Kalau begitu bawa rambut palsu ini pergi!" seru Arkan sengaja menyerahkan menyerahkan rambut palsu itu ke pelukan Felisha dan segera bergegas keluar.


Larisa yang melihat adegan ini hanya menggelengkan kepalanya, lalu terus mencari petunjuk, akhirnya dia menemukan sebuah buku. Ia kemudian membuka buku itu dan mencari tahu tentang hantu wanita.


Di tempat berbeda Bridav juga menemukan sebuah senter dan menyinari buku diary yang ada di tangan Larisa.


Ia berharap jika Buku diary dan senter tersebut bisa menjadi petunjuk untuk menemukan pesan misi malam itu.

__ADS_1


Namun siapa sangka jika benda-benda itu ternyata hanyalah petunjuk palsu.


Bridav dan Larisa segera membuang benda-benda tersebut.


"Ah sial, aku pikir kita akan cepat menemukan petunjuk dari kedua benda itu hingga bisa mengakhiri misi mereka hari itu


Felicia diam-diam mendekat dan mengambil benda-benda tersebut dan bergegas pergi.


Bridav segera berdiri di samping Indira. Sementara itu Felicia segera menyembunyikan benda-benda tersebut saat melihat kedatangan Indi dan Bridav.


Ia bahkan segera menjelaskan kepada Bridav jika dirinya tidak sengaja menemukan benda tersebut. Begitupun dengan tali putih yang mengikat dalam senter tersebut.


"Kita harus bergerak cepat karena waktu kita tak banyak!" seru Indi


Felicia berusaha mengeluarkan baterai dalam Senter itu. Ia Berharap bisa menemukan petunjuk di sana.


Tiba-tiba lampu padam membuat Feli segera menyalakan senternya.


Indi bisa melihat sesuatu yang berbeda dari sinar senter itu.

__ADS_1


Ia buru-buru merebut senter itu dari tangan Felicia. Namun Geli terlihat marah saat mengetahui Indi merebut senternya.


"Apa kau baik-baik saja,?' tanya Bridav


"I am Ok!" seru Indi


"Matikan senternya!" seru Arkan


Ya, Lelaki itu segera menghampiri mereka setelah Felisia menghubunginya.


Ia kembali memerintahkan Indi untuk mematikan senternya kali ini dengan suara keras. Namun sayangnya lagi-lagi Indi tak mengindahkan ucapannya.


Arkan yang murka berusaha merebut senter itu darinya hingga keduanya terlihat seolah bertikai.


"Stop!" seru Bridav mencoba melerai keduanya Ia segera mengambil senter itu dari Indira.


Felisia kemudian meminjam senter Bridav dengan sedikit canggung.


Indi tampak memperlihatkan wajah masam melihat gadis itu berusaha merayu Bridav.

__ADS_1


Bridav segera mengembalikan senter itu kepada Indira. Bridav kemudian mengatakan bahwa dirinya hanya akan mendengarkan perintah dari Indira.


__ADS_2