KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 101


__ADS_3

Melihat pria itu kesusahan membuat Indi berniat membantunya.


Tanpa berpikir panjang ia langsung mengangkat bagasi itu dan juga mengangkat pemuda itu dan menaikkannya di bahunya.


Tentu saja hal itu membuat semua orang langsung terperanjat melihatnya.


Bagaimana mungkin wanita lemah dan bertubuh mungil sepertinya mampu mengangkat pria tinggi seperti Bridav.


"Luar biasa!!" seru para talent berusaha mengabadikan momen langka itu menggunakan ponselnya


Melihat orang-orang memperhatikannya membuat pemuda itu begitu malu. Ia segera melompat saat Indi menaikannya diatas bahunya.


Betapa malunya ia saat melihat tatapan para talent lain yang terus memperhatikannya.


Begitupun dengan orang-orang yang ada di tempat itu, semakin membuat wajah pria itu memerah karena malu.


"Kenapa kamu turun bukankah akan lebih cepat jika kamu naik di bahuku,"


"Hentikan Indi, sebaiknya kau jangan melakukan hal konyol seperti itu lagi," jawab Bridav segera bergegas pergi setelah mengambil kembali kopernya dari tangan Indi


Meskipun Pemuda itu terlihat begitu marah karena Indi memperlakukannya seperti orang lemah namun tetap saja ia tak bisa memarahinya.


Sikap Indi yang begitu polos membuat semua amarahnya langsung reda.


"Apa kau marah padaku karena aku belum mengembalikan uangmu?"


"Bukan itu, aku sama sekali tak menyuruhmu untuk mengembalikan uangku. Aku hanya tidak suka kau memperlakukan aku seperti tadi,"


"Syukurlah kalau begitu, kalau soal tadi aku hanya ingin membantumu. Kebetulan aku melihatmu kesusahan jadi aku langsung mengambil inisiatif mengangkat mu agar kita tidak tertinggal naik bianglala," sahut Indira


"Terimakasih atas perhatian mu, aku sangat senang kamu begitu peduli denganku. Tapi... lain kali jangan melakukan hal ini lagi,"


"Ok, sorry jika sudah membuatmu tak nyaman," jawab Indi


"Never mind," Bridav kemudian menggandeng lengan Indi menuju ke kincir angin.


Ia kemudian mempersilakan gadis itu untuk naik lebih dulu dan ia segera menyusulnya saat melihat Indi sudah duduk.


Ia kemudian memasangkan sabuk pengaman Indira.


"Meskipun aku tahu kamu seorang pemberani tapi tetap saja kau akan lebih aman jika memakai sabuk pengaman ini," ucapnya lirih


Melihat raut wajah Bridav yang memerah membuat Indi langsung memeriksa keningnya.

__ADS_1


"Sepertinya kamu demam," ucap Indi saat merasakan kening pemuda itu begitu panas


"Aku baik-baik saja, mungkin karena aku kurang tidur jadi badanku sedikit panas," jawab Bridav


Ia kemudian mengeluarkan sebuah obat flu dari dalam tasnya dan memberikan kepadanya.


"Minumlah, kamu tidak perlu khawatir ini gratis," ucap Indi membuat pemuda itu seketika tersenyum mendengarnya


"Thanks Indi," jawabnya tersipu malu


Terlihat raut wajah iri para bintang tamu pria yang melihat Indi begitu perhatian kepada Bridav.


"Haish, selalu saja ia mencari-cari cara untuk mendapatkan perhatian dari Bridav," gerutu Susan terlihat kesal


"Jangan bilang kamu masih menyukai pria itu," sahut Arkan


"Memangnya kalau iya kenapa?" tanya Susan


"Ya terserah saja, asal kau siap berhadapan dengan Indi?" jawab Arkan mengangkat bahunya


"Wah Indi memang keren, aku kira dia itu hanya bisa menaklukkan para penjahat saja, tapi ternyata ia panda menaklukkan hati pria juga, aku jadi iri," seru Retno begitu gemas


Para talent begitu tersentuh melihat perhatian Indi kepada Pria dingin disampingnya.


"Aku semakin menyukainya, dia memang selalu bisa menghidupkan suasana dimanapun berada. Bahkan hanya dengan perhatian kecil saja ia mampu mendatangkan ribuan komentar dari Netizen. Luar biasa!" ucap Reynold begitu senang melihat respon para netizen terhadap acaranya yang baru saja di mulai


Ia semakin optimis jika acara variety show season kedua ini akan menuai kesuksesan sama seperti acara sebelumnya.


Apalagi melihat kedekatan Indi dan Bridav yang semakin hari semakin bertambah dekat membuat Reynold semakin bersemangat melanjutkan syuting hari itu.


Saat kincir angin mulai meninggi para bintang tamu tak mau menyia-nyiakan kesempatan melihat pemandangan indah kota di sore hari dari ketinggian.


Mereka segera melakukan swa foto dengan pasangannya masing-masing.


Namun tiba-tiba Retno mengernyitkan hidungnya saat wanita itu mencium bau aneh yang membuatnya seketika mual dan hendak muntah.


Benar saja seorang pria paruh baya terlihat sedang menggaruk-garuk kakinya.


Bau busuk dari kaki pria itu membuat Retno tidak nyaman hingga menegurnya secara halus untuk memakai sepatunya, agar tidak mengganggu penumpang lain.


Tidak terima saat Retno menegurnya membuat pria itu langsung marah-marah dan mendebatnya. Keduanya kemudian terlibat adu mulut membuat semua orang memperhatikan keduanya.


Merasa tak bisa menang debat melawan Retno membuat pria itu langsung mendorong Retno hingga ia terjatuh dari atas kincir angin.

__ADS_1


Melihat kejadian itu Indi langsung beranjak dari duduknya dan segera menyingsingkan lengan bajunya hendak menonjok pria itu.


Namun baru saja ia akan melepaskan bogem mentahnya, tiba-tiba semua pengunjung pasar malam berteriak bajak laut.


Indi yang penasaran segera melongok ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.


Benar saja sekelompok pria memaki pakaian serba hitam dengan zirah khas bajak laut berjalan memasuki pasar malam.


"Bajak laut sudah datang, ayo pergi!!" Semua pengunjung seketika berlari meninggalkan area pasar malam.


Sementara itu Indi langsung melompat turun untuk menyelamatkan Retno yang terjun dari atas kincir angin.


*Grep!!


Beruntung Indi dengan cepat menyambar tubuh sahabatnya itu hingga ia terselamatkan.


"Oi, cari mati lo!" seru salah seorang bajak laut saat melihat Indi berdiri di depannya mengira gadis itu menghalangi jalannya.


Ia segera maju dan mengarahkan golok kearahnya.


"Sudah bosan hidup lo!" tanyanya begitu bengis


Indi segera menurunkan Retno dan menyuruhnya untuk bersembunyi. Ia kemudian berjalan maju mendekati pria itu.


Tiba-tiba semua arena permainan di tempat itu berhenti saat melihat kedua orang itu saling berhadapan.


*Grekkk!


Melihat Kincir angin berhenti di sampingnya, Indi menghampiri lelaki paruh baya yang mendorong Retno dan mengambil sepatunya.


Ia kemudian melemparkan sepatu itu kearah sang bajak laut.


Mencium aroma busuk dari sepatu itu membuat sang bajak laut seketika jatuh pingsan.


Melihat salah seorang anggotanya pingsan membuat semua pria


yang memakai penutup kepala mengangkat pistol dan menodongkannya pada Indira.


Melihat Indi dalam bahaya membuat Bridav segera turun dan langsung pasang badan melindungi Indira .


Sontak saja sikap heroiknya memancing komentar para netizen yang semakin yakin jika pria itu benar-benar menyukai Indira.


"Kalau kalian benar-benar seorang lelaki sejati maka jangan pernah berani menyakiti wanita. Karena wanita adalah mahluk yang lemah maka sudah menjadi tugas para pria untuk melindunginya, jadi kalau kalian ingin menyerangnya maka lewati dulu mayatku!" seru Bridav membuat para bajak laut itu semakin berang

__ADS_1


__ADS_2