
Pria jelek dan pria gendut meminta ampun setelah Bridav menghajarnya.
Lelaki itu tak memperdulikan suara teriakan keduanya. Setelah melumpuhkan kedua penjahat itu Bridav langsung memanggil Indira yang masih duduk di sudut ruangan sambil menutupi matanya.
"Indi, Indi,"
Suaranya terdengar begitu lembut hingga wanita itu tak mendengarnya karena menahan pedih di matanya.
Dari kejauhan pria itu mulai melihat air mata Indi mulai menggenang di sudut matanya.
Ia kemudian mengeluarkan saputangannya dan membantunya menyeka air matanya.
Indi yang sudah tak tahan lagi kemudian menangis. Rasa pedih membuat gadis itu kalah juga.
"Rasanya pedih sekali, aku tak kuat lagi," ucapnya sambil terisak
Ia kemudian masuk kedalam pelukan Bridav dan menangis tersedu-sedu.
Bridav yang tak pernah melihat Indi menangis seperti itu berusaha menenangkannya.
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja untuk mengobati matamu, agar tak sakit lagi?" ucapnya membuat Indi semakin terisak
Gadis itu menolak saat Bridav ingin membawanya ke rumah sakit. Ia hanya memberitahu padanya kalau matanya sakit setelah terkena halusinogen.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau," imbuhnya kemudian menepuk-nepuk punggung Indira
__ADS_1
Ia kemudian menghubungi Yuan Shao untuk membantunya. Ia tahu hanya pria itu yang bisa menyelamatkan Indi.
"Cepatlah datang, Indi memerlukan bantuanmu!" ujar Bridav
Setengah jam kemudian Yuan memarkirkan mobilnya dan menghampiri keduanya.
Ia melihat Bridav tengah memeriksa mata Indira. Lelaki itu terkejut saat melihat mata gadis itu dipenuhi oleh pembuluh darah.
"Sepertinya cairan itu sudah membuat matamu iritasi,"
"Apa aku akan buta?" tanya Indi begitu ketakutan
"Tidak, aku yakin matamu akan sembuh jika segera diobati," jawab Bridav berusaha menenangkannya
Namun Indi yang sudah tidak tahan menahan sakitnya kembali terisak membuat Bridav begitu kasihan melihatnya.
Ia begitu kasian melihatnya hingga ingin memeluknya.
Indi yang merasa kesakitan menginginkan pelukan dari Bridav untuk menenangkan dirinya yang sedang kesakitan
Saat ia kembali hendak memeluk pria itu, Bridav langsung memeluknya membuat gadis itu kembali l terisak, kini gadis itu bahkan duduk di pangkuannya sambil memeluknya.
Antara cemburu dan Iba melihat Indi membuat Yuan begitu menggila.
Pria itu tak kuasa melihat pemandangan itu hingga membuatnya benar-benar menggila. Ia tak menduga jika Indi bisa menangis seperti itu. Apalagi ia sampai memeluk sepupunya itu sambil menangis.
__ADS_1
"Aku yakin dia sangat kesakitan, aku harus membalas mereka!" ujar Yuan
Melihat kedatangan Yuan membuat Bridav langsung menunjukan kedua pria itu kepadanya.
"Kedua pria itu yang sudah membuat Indi menjadi seperti ini, jadi beri mereka pelajaran agar mereka kapok dan sadar setelah menyakiti Indira seperti itu." tutur Bridav
" Kau tahu kan jika selama ini Indi tak pernah menangis apapun yang terjadi. Dan jika hari ini kau melihat dia menangis itu menandakan jika ia benar-benar kesakitan. Jadi kau bisa kan membalaskan rasa sakit Indira?" tutur Bridav
"Tentu saja, apapun akan aku lakukan demi Indira," jawabnya begitu mantap
Bridav langsung mendorong dua pria itu ke hadapan Yuan Shao.
Yuan yang sudah kesetanan langsung menghampiri kedua lelaki itu dan menghajarnya hingga pria itu terhempas menjauh darinya.
Setelah melihat Yuan memberi pelajaran kepada dua pria itu kepada Indi, Bridav merasa sedikit lega.
Ia kemudian mengatakan kepada Indi jika ia sudah membalaskan dendam untuknya kepada kedua pria yang sudah menyakitinya.
Indi berhenti menangis saat melihat kedua pria itu babak belur.
"Harusnya aku yang menghajar kalian, tapi tidak apa, setidaknya Yuan sudah mewakili ku," tutur Indi kemudian menyeka air matanya
Kini Yuan dan Bridav menghampirinya.
Keduanya bersamaan mengajak gadis itu ke rumah sakit untuk memeriksa matanya.
__ADS_1
Hal itu membuat Indi terkejut hingga menatap kedua pria itu dengan tatapan bingung.
"Kalau begitu aku akan pergi ke rumah sakit sendiri saja,"