KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 48


__ADS_3

"Aku sering melihat mu di layar kaca, kau adalah Briliant Daviano si Raja Film, dan kau... dilihat dari penampilanmu sepertinya kau adalah orang penting di perusahaan ini, apa itu benar?" tanya Melinda menatap lekat kearah Nick


"Putriku bilang dia tidak bisa membantuku karena belum mendapatkan gaji, jadi... bisakah aku meminta gaji putriku dimuka, aku benar-benar sangat membutuhkan uang itu jadi tolong bantu kami," ucap Melihat kemudian bersimpuh di depan Nick


Melihat sikap Melinda membuat Nick kemudian mengajak wanita itu ke ruangannya.


"Kalau begitu mari kita bicarakan di ruangan ku,"


Melinda segera mengikuti Nick ke ruangannya diikuti oleh Bridav yang menyusul di belakangnya.


"Silakan duduk," ucap Nick mempersilakan wanita itu duduk di sofa


Melinda memutar bola matanya melihat sekelilingnya.


"Ternyata kau direktur utama perusahaan ini," ucap Melinda tersenyum tipis


"Hmm, sekarang katakan berapa uang yang kau butuhkan?" tanya Nick tanpa basa basi


"Lima ratus juta,"


"Lima ratus juta??" ucap Nick membelakakan matanya


"Benar, rencananya uang itu akan kami pakai untuk membeli rumah agar putraku bisa menikah. Aku yakin bagi CEO seperti dirimu uang sejumlah itu tidak ada artinya," jawab Melinda


"Perusahaan sedang menjalankan rehab gedung secara berkali jadi kami tidak bisa memberikan uang sejumlah itu, itu terlalu besar," jawab Bridav


"Baiklah jika kalian tidak bisa memberikan lima ratus juta, pasti bisa dong jika aku minta tiga ratus juta saja, meskipun kami harus membeli rumah yang lebih kecil tidak masalah selama masih bisa ditempati," sahut Melinda


Bridav dan Nick saling bertatapan mendengar jawaban Melinda.


Tidak lama terdengar suara pintu ruangan itu diketuk membuat Bridav langsung beranjak dan membuka pintu.


"Indi?" ucap Bridav sedikit terkejut


Indira merasa malu kepada Bridav, saat melihat ibunya ada di dalam.


"Apa boleh aku masuk?" tanya Indi membuat Bridav langsung mempersilahkan masuk


"Silakan,"


Indi segera masuk dan berdiri menatap lekat ibu angkatnya.

__ADS_1


"Maaf atas kelancangan ibuku yang sudah mengganggu waktu anda," ucap Indi kemudian membungkukkan badannya


"Tidak apa Indi," jawab Nick


"Ibu sebaiknya kita selesaikan masalah ini di luar, dan jangan pernah melibatkan orang lain," ucap Indi kemudian mengajak ibunya pergi


Namun Melinda menolak, ia tetap bersikeras akan keluar dari ruangan itu jika Indi memberikannya uang untuk membeli rumah.


Indi kembali mencoba mengajak wanita itu meninggal ruangan itu dengan cara halus, namun lagi-lagi Melinda menolaknya hingga membuat Indi langsung hilang kesabaran dan menarik lengan wanita itu.


"Ternyata sia-sia aku membesarkan mu selama ini. Kau benar-benar anak tak tahu diri, bagaimana mungkin seorang bintang terkenal tidak mampu membantu ibunya yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Kalau kau memang tidak mau menolong ibumu ini maka lemparkan saja aku dari gedung ini, aku lebih baik mati daripada melihat putraku gagal menikah!" ancam Melinda membuat Indi langsung melepaskannya


"Hahaha, kau pasti tidak berani kan, kau pasti takut jika ditangkap polisi dan kariermu hancur, ayo...lempar aku jika berani!" ucap Melinda kembali menantangnya


"Baiklah kalau itu mau mu," jawab Indira mengangguk setuju


Ia segera menarik baju ibunya dan menyeretnya ke dekat jendela. Ia kemudian mengeluarkan kepala Melinda ke Jendela.


Tentu saja Melinda ketakutan saat melihat ke bawah dari lantai lima puluh.


Ia seketika pucat pasi saat menatap ke bawah.


"Sekarang aku tidak menginginkan uang itu lagi, jadi tolong cepat tarik aku kembali Indi, ibu takut ketinggian!" rengek Melinda


Namun bukannya menarik ibunya, Indi justru semakin menekan kepala wanita itu hingga semakin menurun.


Tentu saja hal tersebut membuat Melinda semakin ketakutan dan terus berteriak meminta maaf kepada Indira.


"Tolong maaf ibu nak, ibu janji tidak akan meminta uang lagi padamu, tolong tarik ibu!" seru Melinda bersungguh-sungguh


"Tolong maafkan Ibu Indi, aku janji setelah ini aku tidak akan pernah mengganggumu lagi, aku akan menghilang dari kehidupan mu untuk selamanya, jadi tolong ampuni aku Indi!" imbuhnya sambil terisak


Mendengar kesungguhan Melinda membuat Indi kemudian menarik kembali wanita itu.


Melinda langsung meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah katapun.


"Maaf karena sudah membuat kalian merasa tak nyaman," ucap Indira kemudian meninggalkan tempat itu


Nick menatap kepergian wanita itu, dengan rasa penasaran.


"Bagaimana bisa dia bersikap dingin seperti itu?"

__ADS_1


"Dia memang dingin tapi hatinya sangat baik," sahut Bridav


"Darimana kau bisa tahu?" tanya Nick


"Apa kau lupa jika aku dan dia sama-sama mengikuti sebuah acara reality show di salah satu stasiun televisi ternama," jawab Bridav


"Jujur sebenarnya aku tidak kaget dengan sikap dingin Indi tapi justru aku kaget dengan ibunya. Bagaimana mungkin ada ibu yang tega memeras anaknya sendiri," ucap Nick


"Dia adalah ibu angkat Indi jadi wajar saja jika ia bersikap seperti itu," jawab Brodav


"Darimana kau bisa tahu?"


"Aku mengetahuinya saat ia menandatangani kontrak dengan Ace," jawan Bridav


"Tetap saja, meskipun Indi hanya anak angkat tidak seharusnya ia bersikap seperti itu, wajar saja jika Indi begitu emosi. Jika aku menjadi dia mungkin aku sudah mendorongnya dari Jendela," sahut Nick


Tiba-tiba suara ponsel Bridav berdering membuat lelaki itu langsung pamit meninggalkan ruangan Nick.


Bridav terkejut saat melihat gurunya mengirimkan pesan singkat padanya. Sudah lama wanita itu tak menghubunginya, tentu saja hal itu membuatnya penasaran kenapa ia mengirimkan pesan padanya.


"Aku sudah memiliki murid baru, kalau kau ada waktu luang mampirlah ke rumahku, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu,"


"Maaf guru, jadwalku begitu padat Minggu ini, mungkin lain kali aku jika aku sudah senggang," jawab Bridav


"Kenapa sulit sekali bertemu denganmu padahal jika saja murid baruku sedang tidak sibuk pasti dia akan dengan senang hati mengunjungi ku," jawab Hema


Bridav bertanya-tanya siapa gerangan wanita yang menjadi murid gurunya itu. Karena sepengetahuannya, Hema tidak mungkin menerima murid baru lagi. Apalagi dia orang yang begitu pemilih dan tidak sembarang orang bisa menjadi muridnya.


"Kalau boleh tahu siapa nama murid guru itu?" tanya Bridav penasaran


"Namanya Indira, waktu itu dia datang kemari bersama Ace manajer mu," jawab Hema


Jadi Ace membawa Indi berguru padanya, pantas saja kemampuan akting Indi langsung berkembang pesat,


Mendengar jawaban Hema Bridav yang semula enggan untuk mengunjungi gurunya seketika langsung langsung menyetujuinya keinginan gurunya.


"Baiklah kalau guru memaksa aku akan usahakan untuk datang ke vila mu nanti malam," jawab Bridav


"Kalau begitu ajak Indi sekalian, aku sangat merindukan gadis keras kepala itu," ucap Hemalia


"Tentu saja Guru, aku pasti akan mengajaknya saat mengunjungimu,"

__ADS_1


__ADS_2