KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 67


__ADS_3

Melihat Indi terus berjalan mengelilingi pasar untuk mencari seafood dengan harga murah membuat Mario merasa iba padanya.


Saat ia mendengar suara keroncongan perut Indi, maka pemuda itu langsung menyampaikan maksudnya jika ia ingin mentraktir Indi.


"Aku tahu kau pasti kelaparan Karena sudah berputar-putar seharian, bagaimana kalau kita makan siang dulu, tenang saja aku yang traktir," ucap Mario


"Tidak usah, aku masih kuat kok," jawab Indi


"Tapi aku yang tidak kuat, aku sudah kelaparan, ayolah kita makan dulu, setelah itu kita cari seafood lagi," sahut Mario


"Harusnya kau bisa tahan sebentar karena aku akan memasakkan seafood terlezat untuk makan siang mu, kau mau kan menunggunya sebentar lagi," jawab Indi berusaha menolak tawaran Mario


Mendengar Indi akan mempersiapkan makan siang spesial untuknya membuat Mario berhenti membujuk gadis itu untuk menerima traktirannya.


"Baiklah kalau begitu," jawab Mario kemudian menggandeng lengan Indi dan mengajaknya masuk kedalam pasar


Reynold yang melihat keduanya dari tayangan live streaming terkekeh mendengar ucapan Indira.


"Wah ternyata Indi mendapatkan misi untuk mentraktir Mario, pantas saja ia bersikeras menolak tawaran pemuda itu, Indi benar-benar bisa diandalkan. Bahkan Mario tidak kecewa saat gadis itu menolak tawarannya,"


Sementara itu melihat keteguhan hati Indira membuat pemuda itu mulai mengerti jika Indi melakukan semuanya hanya untuk menyelesaikan misi yang diberikan kepadanya.


"Syukurlah kalau itu hanya misi, setidaknya aku merasa lega karena kau tidak sungguh-sungguh memberikan perhatian padanya, meskipun Rio berusaha mendekatinya," ucap Bridav


Ia kembali melirik jam tangannya untuk memastikan berapa lama lagi ia harus menunggu giliran untuk berkencan dengan indi. Ia bahkan sudah , tidak sabar untuk berkencan dengan gadis itu hingga terus menghubunginya.


Indi sengaja mengabaikan panggilan dari Bridav. Merasa diacuhkan oleh Indi tak membuat lelaki itu patah semangat ia kembali mencoba menghubunginya meskipun Indi terus merejectnya.


"Angkat saja, siapa tahu penting," ucap Mario saat melihat Indi mengabaikan dering ponselnya


"Aku rasa hanya orang iseng saja, jadi tak perlu mengangkatnya,"


Mendengar suara bising ponselnya terus berdering membuat Indi terpaksa mematikan ponselnya.


"Kenapa dimatikan ponselnya?" tanya Mario


"Gak papa, lagipula baterai ku low jadi lebih baik ku matikan saja," jawab Indi singkat

__ADS_1


Ia kemudian mengajak pemuda itu kembali masuk ke pasar untuk mencari seafood.


Saat keduanya sedang berkeliling pasar tiba-tiba ia melihat sebuah kedai mengadakan lomba menangkap seafood dengan tangannya. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran saja dan bisa membawa pulang semua seafood yang dirangkapnya.


Indi begitu bersemangat untuk mengikuti lomba tersebut. Ia segera berlari menuju kedai itu dan mendaftarkan diri sebagai peserta.


"Aku mau mendaftar sebagai peserta," ucap Indi kemudian memberikan uang lima Euro kepada pemilik kedai.


Setelah membayar uang pendaftaran, pemilik kedai segera memberitahukan rules perlombaan kepada gadis itu.


Peserta hanya perlu mencelupkan tangannya kedalam akuarium dan memasukkan kepalanya untuk menangkap seafood yang diincarnya. Selain bisa menangkap lobster sebanyak mungkin dengan waktu yang sudah di tentukan, penyajian makanan juga di berikan secara cuma-cuma oleh pemilik kedai.


Indi mengangguk paham saat pemilik kedai memberitahukan aturan main dalam perlombaannya.


"Ok aku mengerti, bisakah aku mulai lombanya sekarang?" tanya Indira.


"Silakan,"


Indi segera mencelupkan tangannya kedalam akuarium kemudian memasukan kepalanya untuk mencari target yang akan ditangkap.


Dalam waktu yang singkat gadis itu sudah menangkap dua lobster yang cukup besar.


"Aku rasa dua sudah cukup untuk makan siang bersama Mario," ucap Indi begitu senang


"Wah kau memang hebat Ndi, bagaimana bisa dalam waktu yang sangat singkat kau bisa menangkap dua ekor lobster yang cukup besar?" ucap Mario begitu kagum


"Itu ada triknya," bisik Indi kemudian memberikan udang tangkapannya kepada pemilik kedai untuk ditimbang.


Saat ia akan menimbang lobster tersebut tiba-tiba terdengar suara makian seorang wanita di sebelahnya.


"Ah, dasar lobster sialan!!" pekik wanita itu dengan suara nyaring


Gadis itu segera menoleh kesamping dan melihat seekor lobster besar sedang mencapit tangan seorang wanita kulit putih.


"Cepat menyingkir dari tanganku, atau aku akan memanggang mu!"


Wanita itu terus mengumpat sambil mengibaskan tangannya hingga tersebut terlempar dan kemudian hinggap di atas kepala Indira.

__ADS_1


"O..o!" ucap wanita itu menatap Indi penuh cemas


"Apa aku perlu menangkap lobster itu?" tanya Mario berusaha menolong Indi


"Tidak perlu aku bisa mengatasinya," jawab Indi


Udang ini adalah yang paling terkenal di kedai tersebut. Setiap hari ia melukai setiap beberapa orang setiap harinya.


Karena banyaknya keluhan dari para pembeli, membuat tak seorangpun mau membelinya. Selain harganya cukup mahal lobster itu juga akan langsung mencapit siapapun yang hendak menangkapnya hingga membuat orang-orang berpikir dua kali saat akan membelinya.


"Cepat gerakkan kepalamu sebelum lobster itu mencapit pipimu!" seru salah seorang pengunjung stand memperingatkan Indi


"Benar, apa kau tidak dengar jika banyak orang yang sudah menjadi korban keganasan Udang raksasa itu, bukan hanya mencapit ia juga bisa menggigit mu, maka berhati-hatilah jangan sampai kau jadi korban selanjutnya," imbuh pembeli lain menimpali ucapan pembeli sebelumnya


Mendengar ucapan para pembeli membuat Mario begitu khawatir. Pemuda itu segera mengambil sebuah jaring dan bersiap melemparkannya kearah lobster tersebut.


Indi segera menahannya saat Mario akan melemparkan jaringnya.


"Jangan bergerak atau lobster ini akan menyakiti ku, sebaiknya kau diam saja agar aku lebih mudah menjinakkannya," ucap Indira mencoba bersikap tenang


Saat ia bergerak sedikit Lobster itu langsung menggerakkan capitnya karena merasa terancam. Namun saat Indi diam ia juga akan tenang diatas kepala gadis itu.


Sepertinya ia hanya akan menggerakkan capitnya jika merasa terancam, dia sebenarnya bukan lobster yang jahat seperti yang dikatakan oleh ibu-ibu itu,


Indi terus memperhatikan gerak-gerik Lobster diatas kepalanya.


Seorang wanita tiba-tiba berusaha mengusir lobster itu dari kepala Indi dengan menggunakan kayu.


Beruntung Indi segera mengelak hingga kepalanya tak terkena pukulan kayu wanita itu.


Namun lobster itu seketika langsung mengangkat capitnya dan bergerak ke pipi Indira.


Indi segera menundukkan kepalanya dan bersiap untuk merobek kedua capit udang tersebut.


Namun saat ia akan melakukan aksinya untuk menyelamatkan pipinya dari capitan sang lobster, tiba-tiba pemilik stand langsung meneriakinya.


"Harga lobster itu lima ratus Euro, jadi bayarlah dulu jika kau ingin membunuhnya!" seru sang pemilik kedai membuat Indi langsung tercengang mendengarnya.

__ADS_1


"Wah mahal sekali, untung aku belum sempat membunuhnya," gumam Indi


Namun seketika seorang wanita langsung mendekati indi dan berkata, "Aku akan memberimu seratus Euro jika kau bisa menangkap udang itu dan membantuku balas dendam padanya!"


__ADS_2