
"Sebaiknya nona jangan cari gara-gara jika tak mau terluka," ucap pria itu
Indira yang mendengar ucapan sang bodyguard pun meminta uang pendaftaran pada sang pengawal dan membawanya ke sebuah ruangan.
Pengawal itu tanpa ragu mengikuti Indi memasuki sebuah kamar.
Wanita itu meminta sang pengawal untuk menutup pintu, jendela dan gorden.
"Apa benar kau ingin menjadi murid ku?" tanya Indi
Pria iyu itu langsung mengangguk.
"Apa kau siap melakukan sesuatu untukku?"
"Katakan apa yang harus aku lakukan agar bisa menjadi muridmu?" jawab sang bodyguard
"Lawan aku, jika kau berhasil saja mendaratkan pukulanmu di wajahku maka aku akan menerima mu sebagai muridku,"
Mendengar ucapan Indi membuat
Pengawal itu tak berdaya, ia terduduk di lantai dan menangis.
"Maafkan aku suhu, aku tidak mampu, jangankan untuk memukulmu, bahkan mengelak serangan mu aku tak bisa," jawab sang bodyguard
Indi hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar jawaban sang bodyguard.
Sementara itu Arnold memanggil Aqila untuk bertemu dengannya.
Pria itu kemudian memberikan sebuah kontrak kerja kepadanya.
Darinya Aqila baru tahu jika ia akan syuting bersama dengan Bridav dan Indira.
Karena Aqila belum mengetahui detail acara variety show yang akan baru ia kemudian membuat janji dengan Arnold untuk bertemu dengannya di sebuah restoran malam ini.
Arnold setuju, ia bahkan tak menolak saat gadis itu memintanya untuk bertemu.
"Kalau begitu sampai bertemu nanti malam, terimakasih atas informasinya," ucap Aqila kemudian berlalu pergi setelah menjabat tangan Arnold
Sementara itu Indi yang berhasil mengorek informasi dari sang bodyguard baru mengetahui jika pria itu adalah kaki tangan sekaligus murid dari Yuan Show.
"Jadi kau adalah murid Yuan Shao?" tanya Indira
"Benar, aku bahkan pernah menjadi bodyguardnya. Tapi meskipun memiliki seorang bodyguard Yuan tidak pernah menggunakan untuk melindunginya. Ia hanya meminta para bodyguard nya untuk mencari informasi penting dari seseorang yang sedang di bidiknya," terang pria itu
"Apa dia seorang mata-mata?" tanya Indira
"Yuan bukan seorang mata-mata tapi ia seperti seorang intelejen yang bertugas untuk menyelidiki latar belakang seseorang," jawab sang bodyguard
"Ok sekarang aku mengerti," jawab Indi kemudian melepaskan pria itu
Malam harinya Reynold mengumpulkan para talent di sebuah aula.
__ADS_1
Ia memberitahukan kepada semua bintang tamu bahwa ada seorang artis lagi yang akan ikut meramaikan acara variety show musim kedua.
Ia kemudian memperkenalkan Aqila dan Herdian.
Ia kemudian mempersilakan Aqila untuk memperkenalkan dirinya di di depan teman-temannya.
Aqila begitu terkejut saat melihat Indi ada di tempat itu. Ia baru tahu jika Indi adalah seorang talent di tempat itu.
Setelah memperkenalkan dirinya Aqila kemudian berkenalan dengan para talent lain untuk mengakrabkan diri.
Sementara itu Herdian pasangan Aqila tidak bisa hadir malam itu karena suatu hal.
Kedekatan Aqilla dengan Assiten sutradara membuat para talent lain merasa iri.
Tidak sedikit dari mereka yang langsung membicarakannya saat melihat keduanya begitu akrab.
Aqila kemudian pamit undur diri setelah selesai memperkenalkan diri.
Wanita itu ingin bersiap-siap untuk memindahkan barang-barangnya ke penginapan.
Tentu saja sebagai seorang talent ia wajib tinggal di asrama yang sudah di sediakan.
Sang bodyguard kemudian keluar dari kamar Indira dan segera membantu Aqila memindahkan barang-barangnya.
Melihat Aqila tampak kerepotan membuat para talent pria langsung berduyun-duyun membantu gadis cantik tersebut.
Kecantikan Aqila membuat para talent wanita merasa iri. Tentu saja bukan karena mereka kalah cantik darinya.
"Dasar cowok sama saja, kalau lihat yang cantik dikit aja langsung deh klepek-klepek!" cibir Susan
Bridav langsung menoleh kearahnya saat mendengar cibiran Susan.
"Sorry gak termasuk kamu," ralat Susan tersenyum menatap Bridav
Dari semua talent cewek hanya Susan yang paling membenci Aqila. Hal itu disebabkan karena Arkan yang langsung menjauhinya dan lebih memilih membantu Aqila daripada membantunya.
Malam itu giliran Indi yang mendapat jatah memasak makan malam untuk para Talent.
Wanita itu pergi berbelanja di temani oleh bodyguard Aqila.
Entah kenapa lelaki itu menjadi lebih patuh kepada Indira daripada Aqila.
Apalagi setelah tahu jika Yuan Shao sudah dikalahkan olehnya.
Tentu saja hal itu membuat Aqila merasa kesal dan menyuruh bodyguard nya untuk pulang.
Selesai berbelanja Indi kemudian menuju ke dapur untuk memasak.
Saat ia memasuki dapur Bridav sudah menunggunya dengan menggunakan celemek berwarna hitam.
Ia kemudian memakaikan celemek senada kepada Indira.
__ADS_1
"Unch so sweat!" seru Retno yang mengintip keduanya
"Jadi iri sama Indi, kamu punya pasangan yang sangat romantis," ucap Retno
"Bukankah Rico jauh lebih romantis dari Bridav," sahut Indi
"Tetap saja Bridav yang lebih sweat," jawab Retno
Bridav langsung mengacungkan jempolnya kepada Retno.
Tidak lama Rico menghampiri mereka dan mengajak Retno untuk berlatih untuk mempersiapkan challenge berikutnya.
Kini Indi hanya berdua dengan Bridav. Wanita itu tampak fokus memotong-motong sayuran.
Ia terlihat cuek membuat Bridav bertanya-tanya ada apa dengannya. Ia bahkan memilih pergi berbelanja dengan bodyguard Aqila daripada dengannya.
"Apa aku sudah membuat kesalahan?" tanya Bridav mencoba membuka obrolan dengannya
Indo hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan kata-kata.
"Lalu kenapa kau selalu mengabaikan diriku?" tanyanya lagi
Indi segera berhenti memotong sayuran di depannya dan menatap nyalang kearahnya.
Ia berjalan mendekati Bridav dengan pisau ditangannya membuat lelaki itu berjalan mundur menghindarinya.
Lelaki itu semakin ketakutan saat Indi menghunus pisaunnya dengan tatapan mata elangnya.
Para talent lain yang mengintip keduanya tampak ketakutan, Mereka khawatir Indi akan melukai Bridav.
"Sebenarnya apa yang membuat Indi begitu marah hingga ingin menyakiti Bridav?" tanya Nayla
"Mungkin Aqila, aku rasa di jelous karena gadis itu mencoba menggoda Bridav," sahut Susan
"Sepertinya kau salah?" ujar Nayla saat melihat Indi tersenyum senang saat Retno membantunya mengupas bawang merah
"Astaga jadi dia seperti itu karena Bridav tak mau membantunya mengupas bawang merah," ucap Susan kecewa
Bridav akhirnya merasa lega saat melihat senyuman di wajah Indi.
"Aku akan mengabulkan apapun permintaan kamu kecuali satu, yaitu mengupas bawang," ujar Bridav
"Memangnya Kenapa kalau mengupas bawang?" tanya Indi
"Karena dia tak mau memperlihatkan sisi melankolisnya saat mengupas bawang," sahut Retno
Bridav langsung mengacungkan jempolnya kepada Retno, "That's right bestie,"
Semua orang seketika tertawa melihat kekonyolan Bridav.
Susan kemudian menghampiri Indi dan bertanya padanya, "Tindakan apa yang dapat membuat Retno tidak memiliki perlawanan?"
__ADS_1
"Kau harus menekannya bila perlu pakai kekerasan, pasti ia tidak akan pernah melawan apapun yang kau lakukan padanya," jawab Indi