KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 50


__ADS_3

"Minumlah," ucap Hema memberikan segelas arak kepada Bridav


"Terimakasih guru," jawab Bridav menerima minuman tersebut dan meneguknya


"Bagaimana rasanya?" tanya Hema


"Ini adalah arak ternikmat yang pernah aku minum," jawab Bridav kemudian mengisi kembali gelasnya yang sudah kosong


Melihat Bridav dan Hema begitu menikmati arak tersebut membuat Indi juga ingin mencobanya.


"Boleh aku mencobanya?" tanya Indi


"Tentu saja," jawab Hema menyodorkan botol arak kepadanya


Saat Indi hendak meraih botol arak di depannya Bridav langsung menekan tangannya.


Lelaki itu segera menahannya karena tahu jika Indi dilarang minum minuman beralkohol oleh Ace.


Indi menoleh kearahnya dengan tatapan wajah memelas.


"Kau tidak boleh minum-minuman beralkohol, ingat perjanjian kontrak kerjamu," ucap Bridav kemudian menyingkirkan botol arak tersebut


Baru saja Bridav menyelesaikan ucapannya Hema langsung memukul kepalanya.


"Awww!" teriak pemuda itu mengusap kepalanya


"Biarkan saja dia mencobanya, lagipula tidak ada orang yang tahu jika kau tidak membocorkannya," ucap Hemalia kemudian menyodorkan botol arak padanya


Dengan cepat Bridav langsung menyambar botol itu agar Indi tak mengambilnya.


"Tidak bisa, Indi tidak boleh minum karena ia benar-benar kacau saat mabuk. Pokoknya aku tidak mau mengambil resiko, Lagipula aku tidak mau Indi sampai kehilangan pekerjaan hanya karena segelas arak," jawab Bridav


Saat usia Bridav masih sepuluh tahun ia pernah beradu akting dengan Hemalia. Waktu itu ia berperan sebagai putra sang artis dalam sebuah film layar lebar. Melihat Bridav kecil yang begitu berbakat membuat Hema selalu merekomendasikan pemuda itu kepada setiap sutradara yang ia kenal.


Tentu saja hal itu membuat Bridav begitu menghormati wanita itu dan sangat patuh padanya.


Ia tidak pernah membantah apapun perintah darinya, namun kali ini Bridav benar-benar tak punya pilihan lain. Ia tidak mau gadis itu kehilangan pekerjaan hanya karena segelas arak. Bagaimanapun juga Ace memiliki banyak mata-mata yang membuat Pemuda itu begitu khawatir.


Seperti tahu muridnya sedang khawatir, Hema langsung menuangkan tuak kedalam gelasnya, "Tenang saja, semuanya aman disini, Ace tidak akan pernah tahu jika Indi minum-minuman beralkohol di sini, asal kau bisa bisa tutup mulut semuanya aman," ucap Hema


Ia kemudian masuk ke kamarnya dan kembali dengan sebotol arak yang masih penuh.


Ia kemudian menuangkan arak itu kedalam gelas kosong dan memberikannya kepada Indi.

__ADS_1


"Minumlah,"


"Terimakasih," Indi langsung menerima arak itu dan meneguknya


"Wah nikmat sekali," ucap Indi kembali mengisi gelasnya yang sudah kosong


Ia kemudian bersulang dengan Hema dan Bridav. Ketiganya tampak menikmati minuman itu hingga menghabiskan botol demi botol arak.


Indi yang sudah mabuk berat langsung tertidur di meja.


Ia bahkan mengigau membuat Hema langsung menertawakannya.


"Sepertinya ini alasan Ace melarangnya minum, dia pasti ketakutan rahasia artisnya terbongkar saat mabuk," ucap Hema menatap Indi yang mendengkur di sampingnya


"Sekarang kau tahu kan kenapa aku melarangnya minum," ucap Bridav kemudian meletakkan tangannya dengan lembut di bahu Indira.


Merasa ada yang menyentuhnya membuat Indi langsung membuka matanya.


"Beraninya kau menyentuhku, kau benar-benar cari mati rupanya!" ucap Indi kemudian menangkap tangan pemuda itu dan berusaha memelintirnya


Beruntung Bridav langsung melepaskan tangannya dan berlari menghindari gadis itu.


"Dasar brengsek, kau pikir bisa lari dariku hah!" seru Indi kemudian bangkit dan mengejarnya


Melihat Indi yang berlari mengejar Bridav membuat Hema terkekeh melihat tingkah konyol gadis itu.


Setelah satu jam mengejar Bridav, Indipun akhirnya lelah dan berhenti mengejarnya. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya di pintu dapur sambil mengatur nafasnya,


Sementara itu dari kejauhan Bridav meneriakkan namanya.


"Sial, bagaimana aku bisa payah seperti ini," Indi kembali berjalan menghampiri pemuda itu.


"Tetaplah di situ, dan aku pasti akan menangkap mu," ucap Indira tersenyum sinis


Gadis itu sengaja menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan Bridav hingga membuat pemuda itu terkejut dan langsung menangkapnya.


"Wooh!" seru Bridav menangkap tubuh gadis itu, ia segera menarik gadis itu saat melihat aquarium disampingnya jatuh karena Indi tak sengaja menyenggolny


*Prang!!


*Bruugghhh!


"Aww, kamu berat sekali Indi," ucap Bridav saat gadis itu jatuh dalam pelukannya

__ADS_1


"Haish, dasar anak muda!" Hema segera memerintahkan anak angkatnya untuk memunguti ikan mas yang terjatuh di lantai.


"Louisa, cepat kemari, bantu ibu mengambil ikan-ikan ini!" seru Hema memanggil putri angkatnya


Melihat ikan bergerak-gerak di sampingnya membuat Indi begitu ingin memakan ikan bakar. Ia membayangkan ikan-ikan didepannya adalah ikan bakar yang sudah siap di santap.


"Aku mau ikan bakar," ucapnya menelan air liurnya


Ia menggerakkan tangannya berusaha meraih ikan-ikan itu.


Mendengar ucapan Indi membuat putri angkat Hema langsung bergegas meninggalkan tempat itu dan menyembunyikan ikan-ikannya.


"Ish, dasar bocah sialan beraninya kau mencuri ikan ku!" gerutu Indi


Ia kemudian melepaskan diri dari pelukan Bridav dan segera berdiri.


Saat ia berusaha mengejar putri angkat Hemalia, Bridav langsung menahannya. Pemuda itu langsung memberikan isyarat agar ia tidak mengejar gadis kecil itu.


"Jangan kejar dia, nanti aku akan membuatkan ikan bakar yang lezat untuk mu," ucap Bridav


"Benarkah??" tanya Indi dengan wajah menggemaskan


"Tentu saja, sekarang ayo kembali kita kembali ke ruang tengah," ucap Bridav kemudian menggandeng lengan gadis itu.


"Tunggu, aku yakin kau pasti berbohong," ucap Indi melepaskan tangan Bridav dan menatap lekat lelaki itu.


Ia kemudian menghentakkan kakinya bersiap berlari mengejar Louisa, Bridav segera menarik lengan gadis itu, hingga Indi kembali jatuh kedalam pelukannya.


"Sekarang bukan saatnya bermain-main Indi, kau tahu bukan jika aku akan melakukan apapun untuk dirimu, jangankan hanya ikan bakar bahkan nyawaku akan aku berikan jika kau menginginkannya," ucap Bridav menatap lekat gadis itu


Indi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan pemuda itu.


"Kamu benar-benar manis sekali, kau pasti mabuk makanya berkata seperti itu," ucap Indi mendorong tubuh Bridav


"Sebaiknya kau tidur, agar besok bisa kembali syuting lagi," ucap Indira kemudian berjalan meninggalkan lelaki itu


"Aku masih cukup sadar untuk mengatakan hal itu padamu!" seru Bridav membuat Indi menghentikan langkahnya


"Kau benar-benar manis saat sedang mabuk, entah kenapa aku begitu menyukaimu meskipun aku tahu Ace melarang ku jatuh cinta, dasar pria brengsek beraninya dia mengatur hidup ku," celoteh Indira


Ia menatap lekat kearah lelaki itu, kemudian raut wajahnya berubah sedih.


"Andai saja aku tidak menadatangani kontrak itu, mungkin sekarang aku sudah menjadi kekasihmu," ucap Indi kemudian membalikkan badannya dan melangkah meninggalkan Bridav

__ADS_1


Ia berjalan sempoyongan hingga membuat Bridav khawatir ia akan terjatuh. Lelaki itu langsung mengejarnya dan mengulurkan tangannya.


"Peganglah tanganku agar aku bisa menjaga dan melindungimu saat kau hendak terjatuh," ucap Bridav membuat Indi tersenyum dan langsung meraih tangannya


__ADS_2