KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab. 130


__ADS_3

Beberapa orang anak buah lelaki jelek itu datang untuk membantu bos mereka.


Yuan Shao yang sedang kesal melampiaskan amarahnya dengan menghajar mereka.


Saat ia melihat Bridav menggandeng tangan Indira, ia menyuruh kedua orang itu segera pergi.


"Pergilah, biar aku yang akan menghabisi mereka," tutur Yuan


Bridav menganggukkan kepalanya lalu bergegas pergi membawa Indi ke rumah sakit.


Saat melihat sepupunya menggandeng Indi entah kenapa ia merasa kesal, jantungnya berdegup kencang seolah ia begitu marah dan melarangnya menyentuh gadis itu.


Namun ia tak mampu mengatakannya, kenapa mengucapkan kata itu lebih sulit daripada mengayunkan tinjunya, itulah yang selalu dipikirkan oleh Yuan saat ini.


Ia memilih melampiaskan kemarahannya dengan menghajar musuh-musuhnya tanpa ampun.


Melihat itu Bridav mengira jika ia kesal karena banyaknya musuh Indira.


" Ke depannya akan ada lebih banyak hal menyebalkan seperti ini, jadi mulai sekarang kau harus membiasakan diri," ucap Bridav kemudian berlalu pergi


Keesokan harinya, saat Indira mulai bangun, ia menyadari dirinya sudah berada di rumah sakit. Ia merasakan tubuhnya begitu lemas seolah tak memiliki tenaga.


Ia mencoba menggerakkan tangannya sebagai pemanasan. Ia kemudian melepaskan pukulannya kearah bantal, namun ia tidak percaya ilmu bela dirinya melemah.


Pukulannya tak lagi sekeras dulu, tentu saja hal ini membuatnya kesal dan terus menggerutu.


"Apa ini karena aku belum makan atau efek dari cairan yang membuat mataku hampir buta?"


Begitu banyak rasa ingin tahu gadis itu kenapa ia menjadi selemah itu.


Saat melihat sebungkus roti tergeletak di atas meja iapun segera menyantapnya.


Merasa ia sudah memiliki tenaga Indi kembali mencoba kekuatannya.


Kali ini ia sengaja melepaskan tinjunya ke kasur.


*Brakkk!!


Kali ini Indi berhasil membuat brankarnya hancur. Seutas senyum menghiasi wajah cantiknya dan ia pun melompat kegirangan karena bahagia.


Sementara itu seorang suster melihatnya, ia langsung pergi memanggil dokter utama yang bertanggung jawab atas Indira.


Indi tak ambil pusing dengan suster itu ia terus melompat untuk melupakan kegembiraannya.

__ADS_1


"Yes, akhirnya kekuatan ku kembali, aku yakin semuanya akan kembali normal jika aku makan banyak!" serunya


Tidak lama dokter datang menghampirinya, begitupun dengan Bridav yang segera masuk kedalam kamar tersebut setelah mendengar suara brangkar yang hancur karena pukulan Indira.


Sang Dokter memberitahu Bridav bahwa Indira memiliki kecenderungan dalam kekerasan. Bridav hanya tersenyum mendengar keluhan sang Dokter.


Ia kemudian berkata jika dirinya sudah terbiasa dengan hal seperti itu.


"Oh begitu rupanya. Tapi tetap saja tidak baik jika ia melakukan kekerasan di dalam rumah sakit, apalagi mengingat kondisinya yang sedang sakit. Karena kondisinya aku menyarankan pasien harus menginap sehari untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucap sang dokter


Mendengar hal itu Indi langsung protes dan meminta dokter untuk mengijinkannya pulang, apalagi ia merasa dirinya sudah membaik.


"Kalau kau sudah membaik, tidak mungkin kau akan menggigit lengan kekasih mu hingga lebam dimana-mana," jawab sang dokter membuat Bridav seketika menyembunyikan lengannya


"Tapi itu kan kemarin dok, sekarang sudah tidak lagi," kilah Indira


"Benar, tapi tetap saja aku harus memeriksa lebih intensif untuk memastikan kamu baik-baik saja. Jika hasil pemeriksaan berikutnya sudah membaik maka aku akan mengijinkan mu pulang," tandasnya lagi


"Baik dok," jawab Indira akhirnya menyerah


Sang dokter kemudian menarik lengan Bridav dan memeriksanya.


"Sepertinya kau juga harus mendapatkan perawatan, aku takut tanganmu bisa infeksi jika tidak segera diobati," ucap dokter itu


"Tentu dok," jawab Bridav singkat


Indira sangat senang saat melihat Yuan membawa banyak makanan, ia segera mengambil makanan yang dibawa Lee dan memindahkannya ke atas meja.


Gadis itu langsung membuka buah-buahan dalam keranjang dan memakannya tanpa mencucinya lebih dulu.


Bridav kemudian merebut buah itu darinya dan Indi langsung mengejar pria itu ke kamar mandi. Ia segera berhenti mengejarnya saat mengetahui pria itu sedang mencuci buah itu dan kemudian memberikan kepadanya setelah ia membersihkannya.


"Makanlah pelan-pelan, biar aku yang akan mengupasnya," tutur Yuan Shao


Lelaki itu mengambil dua buah apel dan kemudian mencucinya. Setelah itu ia mengupasnya dan memberikan kepada Indira.


"Thanks Yu," jawab Indi tersenyum senang


Indi kemudian menceritakan tentang kemampuan bela dirinya yang sedikit menurun setelah ia sakit dan meminta Yuan untuk berlatih dengannya.


Seketika Bridav melotot mendengar penuturan Indi dan melarangnya untuk berlatih beladiri dengan sepupunya itu.


"Kau masih sakit jadi jangan banyak bergerak dulu. Beristirahatlah sejenak aku yakin dengan begitu kekuatan mu akan kembali lagi," ujar Bridav

__ADS_1


"Tapi bagaimana aku tahu kekuatan ku sudah kembali jika aku tak mencobanya," jawab Indira


"Kalau begitu berlatihlah denganku, dan jangan merepotkan orang lain!" jawab Bridav


"Kau bilang aku orang lain?" sahut Yuan tampak kesal


"Apa kau tahu jika dulu Indi selalu mengikutinya kemana-mana dan memanggilku ‘kakak’," terang Yuan


Ia kemudian menoleh kearah Indira, " Apa kau mengingatnya?" tanyanya kepada Indira


Gadis itu langsung menggelengkan kepalanya dan mengatakan jika ia tidak mengingat hal itu sama sekali.


"Tidak apa-apa, aku tahu suatu saat kau akan mengingat semuanya," jawab Yuan


Meskipun ia kecewa karena Indi tak mengingat apapun tentangnya, tetap saja ia akan terus menjaga gadis itu seperti janjinya dulu.


Sementara itu Lee yang melihat Brankar Indi rusak menawarkan diri untuk memperbaikinya. Namun Bridav melarangnya, ia justru memanggil seorang petugas medis untuk mengganti ranjang Indira yang rusak.


Selesai menghabiskan buah-buahan yang dibawa oleh Yuan Shao, Indi kemudian meregangkan otot-ototnya.


Setelah melakukan peregangan ia juga melakukan pemanasan membuat ketiga pria di depannya menghela nafas panjang.


Kini ia sudah memasang kuda-kuda dan bersiap untuk melakukan serangan.


"Ayo siapa yang lebih dulu akan menjadi lawanku!" seru gadis itu membuat ketiganya kompak beranjak dari tempatnya.


"Mau kemana kalian!" seru Indira segera berlari dan menutup pintu ruangannya.


"Aku harus pergi untuk mengawal nona Aqila," jawab Lee


Ia kemudian menyingkirkan tangan Indira dan bergegas pergi meninggalkan ruangan itu.


Kini hanya tersisa Bridav dan Yuan Shao.


Kedua lelaki itu saling menatap saat Indi menunjuk keduanya.


"Sekarang tinggal kalian berdua, dan aku tidak mau menerima alasan apapun dari kalian. Pokoknya kalian harus mau menemani aku latihan hari ini!" seru Indira


Ia kemudian melepaskan tinjunya kearah Yuan, namun pria itu dengan gesit langsung menghindar. Begitupun dengan Bridav ia terus menghindari serangannya tanpa mau membalasnya.


Tentu saja hal itu membuat Indi kesal hingga melepaskan tendangan keras kearah keduanya hingga keduanya terhempas menghantam pintu.


Semua orang berdatangan ke ruangan itu saat melihat Bridav dan Yuan terkapar di jalanan.

__ADS_1


Melihat sang dokter datang membawa jarum suntik, Indi segera berlari menuju ranjangnya dan bersembunyi dibalik selimut.


 


__ADS_2