
Setelah itu, Bridav mengobrol dengan sutradara dan berkata ia sangat mengagumi Indira.
Lelaki itu terlihat begitu bahagia saat menceritakan seorang wanita kepada orang lain.
Tak seperti biasanya, pria yang selalu dingin terhadap wanita tiba-tiba memasang senyum lebar saat membicarakan tentang Indira.
Tak berselang lama Indi kembali. Bridav segera mengakhiri obrolannya saat melihat gadis itu berjalan kearahnya.
Bridav kemudian memberikan minuman dingin kepadanya.
"Apa yang terjadi, kenapa kau pulang terlambat?" tanya Bridav
"Ada permainan kecil yang harus aku selesaikan," jawab Indi kemudian meneguk minumannya
Ia kemudian duduk di samping Reynold yang terus menatapnya.
"Jika ada kau sini, pasti ada pembicaraan penting antara kau dengan Bridav. Apa yang kalian bicarakan?" tanya Indi penasaran
"Dia mengatakan jika dirinya sangat menyukaimu," jawab Rey membuat wajah Indi seketika memerah
apa dia akan mengungkapkan perasaannya ke publik??
puluhan pertanyaan mulai mengusik Indi hingga membuat kepalanya hampir meledak.
Ia masih ingat isi kontrak kerjanya yang melarang dirinya memiliki hubungan dengan artis yang berada dalam satu menajemen.
Namun ia juga tak bisa memungkiri perasaan yang menyukai pria itu.
"Aku juga sangat mengaguminya, tapi apa mungkin bagi kami untuk bersama?" jawab Indi
Tatapan matanya menerawang membayangkan nasibnya jika Ace sampai mengetahui perasaannya kepada Bridav
Bridav yang mendengar pengakuan Indi, bahagia bercampur sedih.
Tentu saja itu karena Bridav tak mau membuat Indi harus mendapatkan hukuman karena perasaannya.
Setelah mengambil keputusan Bridav segera turun dan menghampiri mereka.
Ia duduk di samping Indira dan menggenggam erat jemarinya.
Lelaki itu memberitahunya bahwa ia akan pergi untuk sementara waktu.
Seketika Indi berkaca-kaca mendengar ucapan Bridav, bagaimanapun juga ia tak mau pria itu pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Namun Bridav bersikeras untuk pergi, ia tak mau jika kehadirannya akan membuat Indi harus mendapatkan hukuman dan denda dari pihak manajemen karena hubungan mereka.
Ia yang sudah tahu benar tabiat Indi yang suka meledak-ledak tak mau melihat gadis yang dicintainya itu menderita karenanya.
Indi yang kesal dengan keputusan Bridav akhirnya merelakan kepergiannya.
Wanita tersebut meminta pria itu untuk mengiriminya pesan jika ada sesuatu.
"Jangan lupa beritahu aku jika terjadi sesuatu padamu," ucap Indi saat mengantar lelaki itu di depan pintu
"Tentu saja, aku harap kau oun begitu. Jaga dirimu baik-baik dan jangan sampai telat makan," jawab Bridav
Ia kemudian memeluknya erat sebelum pergi meninggalkannya.
Bridav melambaikan tangannya kearah Indi sebagai salam perpisahannya dan Reynold melajukan mobilnya meninggalkan halaman vila pribadi Bridav.
Indi merebahkan tubuhnya ke sofa dan menghembuskan nafasnya perlahan-lahan.
"Semuanya sudah berakhir!"
Setelah hari ini , Indi merasa dunianya terasa hampa, tidak ada lagi Bridav dan AS yang mencarinya.
Ia benar-benar kehilangan pria itu yang sudah menjadi kekasih sekaligus sahabatnya tersebut.
"Kenapa semua orang harus pergi, apa mereka tak nyaman denganku?"
Indi terlihat semakin tak bersemangat. Satu persatu orang-orang terdekatnya meninggalkannya membuat ia merasa kesepian.
Susan mengundang semua orang untuk menonton konsernya secara gratis.
Wanita itu menemui Indi dan memberikan tiket konser kepadanya.
"Kalau kau punya waktu senggang datanglah untuk melihat konserku,"
"Tentu saja aku akan melihatnya," jawab Indi
Susan yang merasa senang memeluknya erat.
Ia tak menyangka Indi akan datang ke konsernya.
Tak lama setelah itu, Susan mengadakan konferensi pers untuk penyelenggaraan konser sekaligus
mengumumkan bahwa Indi dan Nayla akan menjadi bintang tamu dalam konsernya.
__ADS_1
Semua orang begitu bersemangat saat mendengar nama Indira. Meskipun Indi hanya menjadi bintang tamu namun ia sukses membuat banyak orang tertarik membeli tiket konser Susan.
Susan begitu senang saat mengetahui progres penjualan tiket.
Setidaknya usahanya menjual nama Indi tidak sia-sia.
Para netizen pengacau berkata mereka ingin membeli tiket konser untuk melihat Indira.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Saat hari konser, Indi merasa sedikit gugup saat Susan memintanya untuk bernyanyi.
Tentu saja itu karena pemilik tubuh buta nada. Ia tak tahu jika Susan akan menjadikannya sebagai bintang tamu dan memintanya menyanyikan sebuah lagu pada acara pembukaan.
Saat ia sedang bingung Lee melintas di depannya. Ia segera menarik pria itu ke ruang tunggu.
Setelah itu, ia meminta Lee untuk mendengarnya bernyanyi.
Lee tak Percaya saat Indi mengatakan jika ia akan menyanyi di acara konser Susan.
"Apa kau benar-benar bisa menyanyi?" tanyanya seolah tak percaya
Indi hanya mengangkat bahu.
"Jujur saja sebenarnya aku lebih suka berkelahi daripada harus menyanyi. Tapi bagaimana lagi aku harus melakukannya demi seorang teman," jawab Indira
"Konser masih tiga jam lagi, jadi kau bisa berlatih sebelum tampil di depan panggung," ujar Lee
"Baiklah tapi aku maj kau mendengarkan aku bernyanyi dan berikan komentar jujur mu," jawab Indi
Lee mengangguk setuju. Pria itu kemudian mencari tempat duduk dan bersiap mendengarkan suara Indi dan menilainya.
Indi mengeluarkan sebuah kertas berisi lirik lagu yang akan dinyanyikannya.
Ia kemudian mengambil nafas sebelum mulai bernyanyi. Meskipun hanya Lee yang mendengarkan suara entah kenapa ka masih merasa grogi.
"Ayo cepat bernyanyi, waktu kita tidak banyak," seru Lee tak sabar
Indi membuka mulutnya dan mulai bernyanyi. Lee tak percaya mendengar suara Indira.
Wanita itu segera memintanya untuk mengkomentari penampilannya.
Alhasil, Lee berkata ia sepertinya telah berhalusinasi.
__ADS_1