
Netizen menebak jika Mario mendapat pesan dari Indi. Mereka begitu yakin karena kalimat anggur merah pada pesan singkat itu begitu merujuk pada sosok Indi.
Sama seperti netizen, Bridav juga menebak si pengirim pesan adalah Indi. Pemuda itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat melihat kebahagiaan Mario.
Keesokan harinya, sutradara memberi kebebasan kepada para bintang tamu untuk melakukan aktivitasnya sesuai keinginan mereka masing-masing.
Semua bintang tamu sangat senang saat memiliki jadwal bebas untuk pertama kalinya. Mereka langsung bersiap memulai aktivitas pertama mereka dengan penuh semangat.
Retno dan Rico bersiap untuk pergi shopping disusul oleh seorang artis muda pengganti Susan.
Ketiganya bergegas meninggalkan penginapan menggunakan taksi. Sedangkan sepasang bintang tamu yang baru bergabung, Ciara dan Dimitri memutuskan untuk mengunjungi museum Louvre bersama.
Mario yang baru keluar dari kamarnya segera turun ke bawah saat melihat Indira di ruang tengah. Pemuda itu berniat menyapa Indi yang sedang duduk seorang diri.
Melihat Mario duduk di sebelah Indi membuat Bridav langsung duduk di sebelah kanan Indira.
Mario mengernyitkan alisnya melihat sikap Bridav.
Saat ia mencoba menyapa Indi, Bridav segera menyerahkan
segelas air putih kepada Indi secara alami.
"Terimakasih Bri, tahu aja aku haus setelah jogging," ucap Indi tersenyum ramah
Mario menunggu sampai gadis itu menghabiskan minumannya.
"Wah segar sekali," ucap Indi kemudian meletakkan gelasnya
Mario kembali membuka mulutnya untuk menyapa gadis itu, namun belum sempat ia mengucapkan kata-katanya, Bridav kembali memberikan segelas air putih kepada Indira.
Mario begitu kesal kepada Bridav Ia merasa jika lelaki itu berusaha menghalangi dirinya untuk berbicara dengan Indi. Bukan hanya sekali ia tiba-tiba menyerahkan segelas air kepada Indi saat dirinya ingin berbicara dengan gadis itu, namun ia terus melakukannya hingga gelas ke lima belas.
"Ternyata bukan hanya anggur merah yang membuat ku mabuk, bahkan air putih ini lama-lama membuat ku mabuk," celoteh Indi kemudian meneguk gelas ke lima belasnya
Sial, rupanya ia sengaja menjegal ku untuk mendekatinya,
Mario yang semakin kesal segera mengambil teko air yang ada di depannya. Ia kemudian meneguk airnya hingga habis, dan pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah katapun.
Melihat kepergian Mario membuat Bridav merasa lega.
Indi hanya menepuk-nepuk perutnya melihat kepergian Mario.
"Kau tidak pergi hari ini?" tanya Bridav
"Hari ini aku ingin mencari uang, kebetulan semalam aku sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti sebuah kompetisi," jawab Indi
__ADS_1
"Kompetisi??" tanya Bridav mengerutkan keningnya
"Hmmm, aku harap bisa memenangkan kompetisi itu agar bisa mendapatkan banyak uang," jawab Indi menerawang ke langit-langit
Bridav menatap sendu gadis itu, Ia tahu jika Indi pasti membutuhkan uang banyak karena desakan keluarganya.
"Kau akan ikut kompetisi dimana?" tanya Bridav
"Di pusat kota,"
"Kalau begitu aku juga akan ikut dalam kompetisi itu. Aku ingin merasakan bagaimana rasanya mencari uang di negeri orang," jawab Bridav
"Aku juga mau ikut!" teriak Mario membuat Bridav terkejut mendengarnya
"Aku juga!" seru Dimitri yang tiba-tiba muncul di depan pintu
Semua orang yang ada di ruangan itu begitu penasaran dengan kompetisi tersebut. Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi bersama mengikuti kompetisi.
Kebetulan sekali kompetisi itu masih membutuhkan delapan orang dalam kompetisi tim. Bukan main-main, bahkan hadiah untuk juara satu dalam kompetisi itu adalah sebesar satu milyar.
Karena acara live masih berlangsung, Reynold kemudian menanyakan kepada pihak penyelenggara acara apa bisa kompetisi itu ditayangkan secara langsung.
Namun pihak penyelenggara tidak mengijinkannya.
"Sebut saja namaku, pasti mereka akan memperbolehkan dirimu menyiarkan kompetisi itu secara langsung," ucap Indira mengedipkan matanya
Namun Reynold mengabaikannya karena tidak mempercayai Indira.
Tentu saja hal tersebut membuat Indi kecewa dan langsung bergegas masuk sendiri untuk menemui pihak penyelenggara.
Tidak lama kemudian Indi keluar bersama seorang petugas berkebangsaan Perancis.
Rey dan yang lainnya dibuat melongo oleh gadis itu begitu mahir berbicara dalam bahasa Perancis kepada petugas itu.
"Wah dia memang tidak bisa diremehkan," celetuk salah seorang crew menepuk pundak Reynold
Indi sengaja memperkenalkan lelaki itu kepada Bridav, karena kebetulan ia adalah salah seorang penggemar Bridav.
Petugas itu menyalami Bridav dengan sangat bahagia.
"Ravi de vous rencontrerIt's Mr. Daviano," sapa lelaki itu
"Ravi de te rencontrer également," jawab Bridav dengan ramah
Indi kemudian membisikkan sesuatu kepada Bridav.
__ADS_1
Ia mengangguk dan kemudian mengajak pria itu mengobrol.
Melihat petugas itu begitu senang, Indi kemudian menghampiri Reynold yang terus memperhatikannya.
Ia kemudian memberitahukan kepada pria itu jika pihak penyelenggara sebenarnya memiliki platform siaran langsung, mereka dapat menyiarkan kompetisi tersebut secara langsung dari sana.
Namun mereka memiliki babak kualifikasi dan percobaan. Hanya empat tim terakhir yang bisa disiarkan secara langsung.
"Lalu kau ingin aku bagaimana?" tanya Reynold
"Ini adalah kompetisi yang memerlukan kekuatan fisik, jadi aku ingin kau hanya memilih anggota tim yang memiliki fisik yang kuat agar kita bisa memenangkan kompetisi ini dan bisa menyiarkannya secara live," jawab Indi
"Kalau begitu aku akan memilihnya sekarang," jawab Reynold
Ia kemudian segera memilih delapan orang, empat orang dari bintang tamu dan empat orang lagi dari pihak Crew.
"Karena tim sudah terbentuk maka sekarang kita hanya perlu memilih ketua tim. Kita harus memilih ketua Tim yang tidak hanya kuat secara fisik namun juga pintar. Dia juga harus pintar mengatur strategi karena ini adalah lomba Tim," ucap Indira
"Kalau begitu aku bersedia untuk menjadi ketua Tim!" seru Dimitri
"Aku setuju, aku yakin dengan pengalaman mu yang pernah mengikuti pelatihan militer kau pasti bisa membawa kami menjadi pemenang," jawab Reynold
Indi tersenyum sinis mendengar jawaban Reynold.
"Mengikuti pelatihan militer saja tidak cukup untuk menjadi seorang ketua Tim, ingat...kita akan bertanding melawan tim dari negara asing, jadi kemampuan berbahasa asing juga diperlukan," ucap Indi
"Tenang saja, aku mahir berbicara bahasa Inggris," jawab Dimitri menyombongkan dirinya
"Apa kau bisa bahasa Perancis?" tanya Indira
Dimitri menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu kau tidak bisa menjadi ketua Tim," jawab Indira
"Bagaimana kalau kita voting saja," ucap Reynold menengahi keduanya
Indi setuju dan mempersilakan mereka untuk memilih dirinya atau Dimitri.
Reynold kemudian menanyakan langsung kepada anggota tim siapa yang dipilihnya untuk menjadi ketua.
Hasil voting menyebutkan hanya Bridav yang memilih Indira. Skor 6 banding dua untuk kemenangan Dimitri.
Indi kemudian menyatakan jika enam poin yang dimiliki Dimitri hangus dan menjadikan dirinya sebagai ketua.
"Aku sangat menghormati keputusan kalian, tapi karena kompetisi ini pada mulanya adalah rencana ku maka aku akan tepat menjadi ketua Tim. Aku tidak mau kalah hanya karena dipimpin oleh orang yang tidak kompeten, jadi maaf enam poin kamu hangus dan aku tetap yang akan menjadi ketua Tim," ucap Indi penuh penekanan
__ADS_1