
Sang Distributor langsung berteriak meminta tolong kepada anak buahnya. Para anak buah gangster langsung mengelilingi Indira sambil memegang senjata.
Indi menyeringai melihat para gengster itu mengarahkan senjata kepadanya.
*Buughh!!
Salah seorang anak buah sang distributor sengaja menutup pintu membuat Indi berada seorang diri di dalam
Melihat dua bosnya dipukul hingga tersungkur membuat para gengster itu sangat panik.
Apalagi saat Indi sengaja menggilas kepala sang distributor membuat mereka langsung menarik pelatuk pistolnya.
"Tembak saja kalau bos kalian ingin mati!" ancam Indira dengan wajah bengisnya
Wanita itu benar-benar tak gentar meskipun sudah di kepung puluhan gengster bersenjata api. Ia tetap santai sambil sesekali menarik rambut palsu sang distributor.
Bridav terlihat kebingungan, ia mencari keberadaan Indi yang tiba-tiba menghilang. Ia semakin bingung saat semua anak buah gengster masuk dan meninggalkannya di luar. Ia sama sekali tidak tahu dengan apa yang terjadi di sini.
Bridav mengira jika Indi sedang melakukan negosiasi dengan sang distributor hingga ia tak mau di ganggu olehnya.
__ADS_1
Namun suara pistol membuat ia sadar jika Indi tengah berada dalam bahaya.
Ia berusaha mencari pintu masuk agar bisa membantu Indira melawan para gengster itu.
Namun sialnya hanya ada satu pintu saja dan itu sudah di segel.
Berbeda dengan Bridav, Indi justru begitu santai meskipun puluhan gengster menodongkan senjata kepadanya. Bahkan ia berhasil menghindari tembakan dari anak buah distributor.
Bridav yang panik tiba-tiba terhenyak saat melihat suara gawai pipihnya berdering. Ia mendapatkan telepon dari Yulia yang bertanya kenapa masih belum keluar.
Pria itu mulai panik saat ketiganya belum keluar dari gudang kosong. Ia semakin panik saat mengetahui waktu yang mereka janjikan sudah melenceng jauh.
"Bagaimana dengan Indi, apa dia baik-baik saja?" tanyanya lagi
"Sepertinya ini sudah melenceng dari rencana," jawab Bridav memutar bola matanya kearah anak buah sang distributor yang mulai berdatangan dan mengepungnya
Yuli juga menyatakan dirinya menyesal membiarkan Indira ikut andil dalam rencana konyol Yuan Shao.
Bridav berusaha menenangkannya,
__ADS_1
"Jangan khawatir tidak akan terjadi sesuatu yang buruk kepada Indi. Dia adalah gadis pemberani dan kuat jadi aku yakin ia bisa mengatasi para gengster ini," ujar Bridav
Lelaki itu mulai memasang kuda-kuda saat para gengster itu mulai bersiap menyerangnya.
"Sepertinya sekarang aku tahu apa yang terjadi," ucap Bridav kemudian mematikan ponselnya
Ia menyerang para gengster yang mulai menyerangnya dengan brutal.
Ia bahkan mengetuk pintu dan kemudian menanyakan keadaan di dalam pada Indi melalui earphone, "Apa kau baik-baik saja?" tanyanya singkat
"Jangan khawatir semuanya aman terkendali," jawab Indira
Mendengar Jawaban Indi, Bridav kemudian membuka alat sadap.
Sejak awal Indi telah meletakkan alat sadap ke dalam kantong pria botak dan rambut distributor. Ia tahu jika dua pria itu adalah seorang gengster kelas kakap yang sulit untuk dikalahkan hingga membuatnya harus bekerja pintar untuk mengalahkan mereka.
Saat Bridav membuka alat sadapannya Ia mulai mendengar suara Indira sedang menghajar anak buah distributor dan tentunya teriakan sang ketua gengster yang teraniaya di bawah kaki Indira.
Sementara itu di saluran selanjutnya terdengar suara Yuan yang dipukuli oleh pria botak, tapi pria botak terus menyatakan cintanya pada Yuan. Sedangkan protagonis wanita memaksa distributor untuk mengakui kalau dirinya paling cocok menjadi aktris, bahkan rambutnya jauh lebih bagus darinya.
__ADS_1