KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 176


__ADS_3

Karena Indi tetap ngeyel dan mengatakan jika ia bisa membuka kotak itu, membuat sang distributor kesal hingga menyebut nama seorang peretas terbaik negeri ini.


Setelah Yuan dan Bridav mendengar nama itu, seketika mereka tahu kalau itu adalah nama akun game Indira .


Indi tersenyum mendengar nama itu. Namun ia tetap pura-pura tak ada di ingat beberapa hari yang lalu memang ada yang menghubunginya, tapi ia mengabaikannya dan sengaja menolak panggilannya.


Dasar bodoh kau pikir kau bisa memanggilku, kita lihat saja siapa yang akan dipermalukan.


Kemudian Indira menatap ke arah salah satu gangster. Seorang gengster yang memakai pakaian macan tutul terlihat terus mencuri pandang kearahnya.


Ia menatapnya dengan tatapan sendu bercampur takjub. Melihat raut gangster itu seperti ingin mengatakan sesuatu. Ia langsung mendekatinya bertanya apa yang ingin dia katakan.


"Apa ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Indira


Gangster itu berkata kalau dirinya adalah penggemar pasangan Indi dan Bridav. Jadi pria itu sangat senang ketika melihat mereka secara langsung.


"Maaf apa boleh aku meminta tanda tangan kalian berdua," ucapnya malu-malu

__ADS_1


Seketika Indi dan Bridav saling menatap satu sama lain. Dan keduanya reflek mengangguk mengiyakan permintaan fansnya itu.


"Dimana aku harus membubuhkan tanda tangan ku?" tanya Indira


"Di bajuku saja, biar tidak kelihatan kau bisa membunuhnya di punggung ku nanti,"


"Ok," jawab Indi kemudian menerima spidol dari pria itu.


"Terimakasih banyak, ternyata benar yang dikatakan orang-orang jika kalian itu benar-benar baik dan sangat care terhadap penggemar kalian," ucap pria itu begitu senang dengan sikap ramah indi dan Bridav.


Ia segera melepaskan jasnya dan membungkuk agar Indi dan Bridav bisa langsung memberikan tanda tangan mereka di punggungnya.


Indi sengaja menggunakan kesempatan itu untuk menanyakan beberapa informasi, tapi ternyata gangster itu tidak tahu apapun.


"Maaf aku ini baru bergabung dengan Bos Simon jadi belum tahu apapun," ucap pria itu


"Memangnya sudah berapa lama kamu bergabung dengan gengster ini?" tanya Indi

__ADS_1


"Baru dua bulan kurang lebih, itupun karena aku terpaksa," jawab pria itu


"Kenapa, apa kamu punya utang atau ada masalah lain?" tanya Indi


"Aku ini dari keluarga miskin yang memiliki banyak anak. Penghasilan ku selama ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Apalagi aku juga punya hutang yang lumayan besar jadi terpaksa aku mengikuti ujian seleksi masuk sebagai anggota gengster. Aku harap dengan menjadi seorang gengster akan merubah kehidupan keluarga kami," jawab pria itu berkaca-kaca


"Semoga saja kau bisa memberikan kehidupan yang layak untuk keluarga mu,"


"Aamiin


Sementara itu ditempat berbeda Sang distributor menemui pria berkepala plontos. Ia memberitahu jik Indira berniat untuk mencuri kotak pesanannya tersebut.


"Sekarang kau harus berhati-hati terhadap mereka. Sepertinya ada yang mereka sembunyikan.. Waspadalah dengan wanita tomboy itu. Dia lebih berbahaya dari yang kita duga," Sang Distributor kemudian menceritakan bagaimana Indi membantai semua anggota gengsternya yang dilengkapi dengan senjata Api.


Pria berkepala botak pu merinding, ia buru-buru meminta anak buahnya untuk mengambil kotak obat dan segera mengobati lukanya.


Setelah distributor dan pria botak mengobati luka mereka, terlihat pria berbaju macan tutul yang tiba dengan amarah.

__ADS_1


__ADS_2