KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 112


__ADS_3

"Kenapa buka baju sekarang, harusnya kamu buka bajumu setelah aku siap," jawab Indi membuat Hasson dan sutradara yang tiba di depan kamar Bridav tidak sengaja mendengar ucapannya.


Mendengar percakapan di dalam, sutradara langsung membelalakkan matanya dan mengira sesuatu telah terjadi dengan kedua muda-mudi itu.


"Apa yang terjadi dengan mereka?" tanya Hasson penasaran


Tak mau mengganggu Indi dan Bridav Sutradara membawa Hasson pergi.


Indi yang mendengar ada suara derap langkah di depan kamar itu segera memberitahu Bridav bahwa ada 2 orang di luar pintu tadi.


"Apa kau ada janji dengan seseorang?" tanya Indri saat Pria itu tidak memedulikannya


"Bagaimana jika mereka ingin membicarakan hal penting denganmu," imbuhnya


"Bagiku tidak ada yang lebih penting selain menunggu kurir makanan online


"Kenapa belum datang juga, padahal sudah lebih dari satu jam. Apa terjadi kesalahan atau mereka tidak bisa menemukan alamat rumah ini?" ucap Bridav


Pemuda itu mulai khawatir saat pesanan makanannya yang dipesan melalui aplikasi online belum juga tiba.


"Mungkin sebentar lagi juga datang," jawab Indi mencoba menenangkan nya


"Benar lagipula statusnya sedang diantar. Kalau begitu kamu harus mengobati ku dengan baik Karena aku sudah membelikan makan malam spesial untukmu," tutur Bridav


"Benarkah??" jawab wanita itu tak percaya


"Tentu saja memangnya kapan aku pernah bohong padamu," jawab Bridav


"Baiklah kalau gitu, supaya cepat sembuh aku akan menyuntikkan obat herbal ke tubuh mu," ujar Indi membuat pemuda itu seketika terkesiap mendengarnya

__ADS_1


"Kau mau menyuntik ku?" tanyanya dengan raut wajah ketakutan


"Tentu saja karena hanya itu cara yang paling ampuh dan cepat mengobati sakit flu," jawab Indi


Pemuda itu seketika menggigil ketakutan saat melihat jarum besar yang dipilih oleh Indi untuk menyuntiknya.


Kalau saja yang menyuntiknya itu bukan Indi??


"Tenang dan jangan takut karena suntikan ini tidak sakit. Rasanya seperti digigit semut," jawab Ondi kemudian menyentil- nyentil jarum suntiknya membuat pemuda itu semakin ketakutan


"Jangan khawatir rasanya gak sakit kok. Rasanya kaya di digigit semut," jawab Indira


Bridav yang percaya kepada Indira segera memberikan tangannya.


Indi segera mengusapkan alkohol di lengan pemuda itu dan menyuntikkannya.


Protagonis wanita khawatir ia tidak dapat memakan pesanan online dan ingin membuat Bridav pingsan.


Tentu saja Hal ini membuat pria tersebut tak dapat berkata-kata.


"Yang benar saja, apa kau sengaja menyuntikkan obat itu agar aku pingsan?"


Indi hanya tersenyum menanggapi ucapan Bridav.


"Tapi boong!" serunya membuat pria itu seketika mengusap dadanya


"Rupanya kau sudah pandai sekarang,"


Sementara itu Hasson yang mendengar cerita Indi dari Reynold ingin membangun hubungan yang baik dengan gadis itu.

__ADS_1


Apalagi karena wanita itu memiliki popularitas yang tinggi dan sangat di kagumi para netizen.


Ia kemudian memutuskan untuk menemui Indi di kamarnya.


Ia mengetuk pintu kamar itu beberapa kali, namun tak ada jawaban.


Hasson tetap berdiri di depan di depan pintu kamar Indira meskipun susana mencekam tak mengurungkan tekadnya untuk bertemu dengan Indira.


Tak sengaja Hasson melihat sang pengawal yang sedang mengendap-endap di dalam kamar.


"Apa ada maling?" tanya Hasson


Karena curiga ia diam-diam menyelinap masuk kedalam kamar Indi.


Hasson yang berhasil menangkap Pengawal tersebut berusaha membawanya keluar.


Namun Lew mengaku bahwa dirinya adalah murid dari Indira, dan meminta Hasson untuk menyerahkan oleh-oleh yang di bawa padanya.


Setelah itu Hasson pun pergi, sedangkan sang pengawal berhasil menyelinap ke kolong kasur Indira.


Sementara itu setelah selesai melahap pesanan online yang dibeli protagonis pria, Indi segera kembali ke kamar.


Mendengar suara ngorok si pengawal, wanita tersebut memukul sang pengawal hingga tersadar.


"Siapa kamu!" hardik Indira


Pengawal tersebut berkata ia ingin membawa pacarnya untuk nonton film. Ia sengaja mendatangi Indira ia meminta protagonis wanita untuk merekomendasikan film yang bagus padanya.


"Yang benar saja, memangnya aku suka ke bioskop," cibir Indira

__ADS_1


__ADS_2