KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 56


__ADS_3

*Dor!!!


Suara tembakan menjadi penanda bahwa pertandingan segera dimulai.


Indi langsung memimpin timnya menyerang lawan.


Semua orang begitu bersemangat di awal pertandingan.


Waktu pertandingan baru berjalan lima menit, akan tetapi satu persatu tim berguguran, kini hanya tinggal Indi dan Bridav yang masih bertahan.


"Sial, mereka ternyata sangat mahir menembak!" celetuk Indi


Indi kemudian menghidupkan kembali anggota timnya agar bisa membantunya menyerang pertahanan lawan.


"Kau adalah panglima perang ku, jadi jangan mati, kau harus tetap hidup dan membantuku menaklukkan benteng pertahanan lawan!" ucap Indi sebelum menghidupkan kembali dengan sinar merah yang dimiliki medical Army


Melihat Dimitri kembali menyerang benteng pertahanan membuat tim lawan kembali mengincar pemuda itu.


Mereka mengumpulkan seluruh penembak jitu dan langsung mengarahkan tembakannya kearah Dimitri.


Terkena tembakan bertubi-tubi membuat tubuh pemuda itu mati rasa. Dimitri akhirnya jatuh terkapar setelah terkena tembakan beruntun dari pihak musuh.


Pemuda itu merasakan sekujur tubuhnya begitu sakit.


Melihat Dimitri mati membuat Indi langsung menghidupkannya lagi.


Namun pemuda itu langsung berteriak keras, "Aku tidak mau dihidupkan kembali, sudah cukup, aku tidak mau mengikuti kompetisi ini lagi!" teriak pemuda itu


"Sudah menjadi tugasku sebagai seorang medical Army untuk menghidupkan kembali anggota tim ku. Kau juga harus terus tetap bertempur sampai titik darah penghabisan. Kapal sudah ada di tengah lautan kau takan bisa kembali ke daratan, bukankah lebih baik mati dalam pertempuran daripada mati saat melarikan diri?" ucap Indi memberinya semangat


Dimitri segera bangkit meskipun dengan rasa kesal.


"Kita akan kalah jika terus begini, sebagai Dewi perang gunakanlah teknik berperang mu agar kita bisa mengalahkan tim musuh dengan cepat. Aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini dan ingin cepat mengakhiri pertarungan in. Apa Dewi Indira bisa mengabulkan permintaan panglima mu ini?" tanya Dimitri


"Kalau kau menganggap dirimu sebagai panglima, maka jadilah seperti Ares yang tak takut mati. Teruslah menyerang musuh meskipun itu keluarga mu sendiri kau harus membunuhnya, itulah perang yang sesungguhnya!" jawab Indira kemudian kembali menyerang benteng pertahanan lawan


Melihat Tim Indi kembali bangkit dan menyerang, membuat pihak lawan. Ketua tim lawan tak puas hanya dengan membunuh anggota tim Indi. Kali ini ia berniat mencari Indira dan membunuhnya.

__ADS_1


"Dia benar-benar mahir dalam memotivasi timnya, satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah dengan membunuh medical Army. Aku harus membunuh gadis itu!" ucap ketua tim lawan


Ia segera keluar dari benteng pertahanan dan mencari dimana gadis itu berada.


Sementara itu Bridav selalu berada di samping Indi untuk melindunginya. Meskipun Indi melarangnya, namu pemuda itu tetap bersikeras untuk selalu berada di sampingnya.


"Aku bisa melindungi diriku sendiri, sebaiknya kau lindungi saja teman-teman kita,"


"Jika ada orang yang harus ku lindungi itu adalah dirimu, jika kau kalah maka tim kita juga akan kalah, maka dari itu kau tidak boleh mati karena aku akan melindungi mu segenap jiwaku," jawab Bridav


"Cih, kau benar-benar membuatku ingin tertawa," jawab Indi tersenyum menatap pemuda itu


"Tertawalah, karena aku lebih suka melihat senyuman di wajahmu. Kau terlihat cantik saat tertawa," jawab Bridav


"Memangnya selama ini aku tidak cantik apa!" seru Indi


"Cantik tapi galak!" jawab Bridav


Indi tertawa mendengar ucapan pemuda itu. Ia kembali melesatkan tembakannya saat melihat lawan mengarahkan senapan kearahnya.


*Dor!!


"Bahaya selalu mengintai kapanpun, maka waspadalah!" seru Indi kemudian mengokang senjatanya


"Kau hanya perlu menghidupkan aku kembali saat aku mati, agar aku bisa melindungi mu. Aku tidak peduli berapapun rasa sakit yang aku terima, aku akan tetap melindungi mu," ucap Bridav


"Lakukan saja apa yang kau mau, sudah menjadi tugas ku sebagai medical Army untuk menghidupkan kembali anggota tim ku yang mati," Indi kembali bersembunyi saat melihat musuh mengarahkan senjatanya


Ketua Tim lawan menyeringai saat melihat Indi yang bersembunyi dibalik pohon.


Ia kemudian berlari untuk mengecoh pergerakan Indira. Gadis itu segera keluar dari persembunyiannya dan mengejarnya.


Kembali ketua tim lawan mengarahkan tembakannya kepada Indi untuk memancing gadis itu keluar dari persembunyiannya.


Indi segera melompat keluar dan melepaskan tembakannya bertubi-tubi kearah lelaki itu hingga ia hampir mati katena terperosok kedalam jurang.


Ia segera menghubungi panglima perangnya saat melihat Indira mengendap-endap mendekatinya.

__ADS_1


Ia merasa ini adalah momen yang tepat untuk mengakhiri permainan.


Ia sengaja mengangkat tangannya dan menyerah saat Indi menodongkan senjatanya.


Akan tetapi seorang tim lainnya sudah siap membidik Indi dengan senapannya.


Indi menyeringai melihat bayangan di depannya.


Ia segera memutar tubuhnya dan melesatkan tembakannya kearah panglima musuh.


Melihat Indi mengincar panglima perangnya membuat ketua tim lawan dengan cepat langsung mengambil kembali senapannya dan mengarahkannya kepada Indi yang masih fokus menembak musuh di depannya.


Melihat Indi dalam bahaya membuat Bridav tidak tinggal diam. Pemuda itu langsung menembakkan senapannya kearah lelaki itu hingga ia tumbang dalam sekali tembakan.


*Dor!!


Indi langsung berbalik dan mengarahkan senjatanya kearah ketua Tim. Namun ia begitu kecewa saat melihat lelaki itu jatuh tersungkur ke tanah.


"Ah sial!" pekiknya kecewa


Ia melihat Bridav berlari kearahnya.


"Syukurlah kau selamat," ucap lelaki itu lega


"Kenapa kau membunuhnya, kenaoa kau merebut targetku?" tanya Indi sedikit kesal


"Karena aku ingin melindungi mu, aku tidak mau melihat mu mati," jawab Bridav


"Aish, siapa bilang aku akan mati dengan mudah. Andai saja aku boleh menghidupkan kembali tim musuh aku ingin sekali menghidupkan lelaki itu," ucap Indi membuat Bridav langsung mengerutkan alisnya


"Kenapa kau ingin menghidupkan musuh mu ??" tanya Bridav


"Karena aku ingin sekali membunuhnya. Harusnya aku yang membunuh lelaki itu bukan kamu. Kepuasan seorang Dewi perang adalah saat bisa membunuh panglima perang musuh apalagi ketuanya, dan sangat menyakitkan jika target kita justru dibunuh oleh tim kita sendiri, rasanya harga diriku seketika jatuh berkeping-keping," terang Indira


Bridav kemudian menundukkan tubuhnya seolah mengambil sesuatu yang terjatuh dan mengumpulkannya. Ia kemudian menghampiri Indira dan memberikan sesuatu padanya.


"Aku sudah mengumpulkan harga dirimu yang jatuh berkeping-keping dan menyatukannya. Jangan pernah merasa rendah diri hanya karena gagal melakukan sesuatu yang kau inginkan, masih ada kesempatan lain untuk menunjukkan kehebatan mu sebagai Dewi perang, jadi tetaplah semangat!" ucap pemuda itu memberinya semangat

__ADS_1


Indi kemudian menyalakan kamera yang dipasang di tangannya.


Karena merasa tidak puas setelah gagal membunuh ketua tim lawan membuat Indi terpaksa bertanya langsung kepada pihak panita apa dia boleh menggunakan sinar merah untuk menghidupkan kembali musuhnya agar ia bisa membunuhnya sekali lagi.


__ADS_2