KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 58


__ADS_3

Saat Indi dan bintang tamu lain sedang merayakan kemenangan mereka. Tiba-tiba salah seorang tim penyelenggara meminta mereka untuk berkumpul di Rest Area.


Melihat banyaknya netizen yang memuji Indi membuat Rey begitu bangga dengan gadis itu hingga ingin memeluknya.


Wajar saja, rating acaranya langsung naik drastis setelah kemenangan Indi dalam kompetisi tersebut. Meskipun baru babak penyisihan tetap saja, para netizen begitu menggandrungi Indira.


Bukan hanya netizen dalam negeri yang begitu menyukai Indi, namun juga netizen luar negeri juga menyukainya karena kemampuan gadis itu dalam bertempur.


"Indi!" seru Reynold menghampiri gadis itu


"Ya, ada apa pak Sutradara," jawab Indi


"Wah, aku bingung harus berkata apalagi padamu," ucap pria itu


"Memangnya ada apa?" tanya Indi


"Acara TV Show kita ratingnya naik menjadi urutan pertama," ucap Reynold menunjukkan grafik rating acara televisi kepada Indira


"Wah... aku tak menyangka, selamat!" seru Indi bertepuk tangan


"Terimakasih, tapi harusnya kata itu aku ucapkan untuk mu bukan sebaliknya,"


"Memangnya kenapa?" tanya Indi lagi


"Karena kau yang sudah membuat Rating acara kita naik!" celetuk Bridav


"Benarkah??" ucap Indi tak percaya


"Tentu saja, terimakasih karena sudah membuat acara ini semakin menarik," ucap Rey


"Sama-sama,"


"Btw apa boleh aku memelukmu, rasanya tak lengkap jika berterima kasih tanpa berpelukan," ucap Reynold


"Hmm," jawab Indi mengangguk


Reynold segera berjalan mendekati gadis itu dan membuka tangannya.


Namun Bridav tiba-tiba menghadangnya membuat pria itu langsung memeluk asistennya yang ada di sebelahnya.


"Ah sial, bahkan dia melarang ku memeluknya padahal bukan pacarnya," gerutu Reynold


"Sabar, bukankah memelukku, juga sama rasanya seperti memeluk indi!" celetuk sang Asisten Sutradara


"Haish!" seru Reynold langsung mendorong assistennya


"Hahahaha!" semua orang tertawa melihat keduanya

__ADS_1


"Suamiku memang benar-benar keren!" celetuk sang Artis muda kemudian memeluk Indira


"Suami??"


Semua orang tampak terkejut melihat artis muda yang mengatakan Indi sebagai suaminya.


"Anggap aja seperti itu, kau tidak keberatan kan?" tanya gadis itu lagi


"Hehehe," Indi hanya tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih


"Entah kenapa hari ini Indi sudah membuat orang-orang menjadi setengah gila, pertama Sutradara yang gila karena gagal memeluknya, sekarang Selena yang tiba-tiba menjadi lesbi, entah setelah ini siapa lagi yang akan dibuatnya menjadi gila!" celoteh Dimitri


Tidak lama seorang tim penyelenggara kembali menghampiri Indira. Lelaki itu membisikkan sesuatu kepada kemudian pergi.


Indi tersenyum bahagia setelah mendengar bisikan lelaki itu. Tentu saja hal tersebut membuat semua orang penasaran.


"Apa ada kabar bagus, hingga kamu terlihat begitu bahagia?" tanya Bridav


"Hmm, ternyata kita mendapatkan mendapatkan bonus Buffett gratis karena sudah memenangkan perlombaan," ucap Indi


"Yeay!" seru Dimitri yang menguping pembicaraan mereka


Indi kemudian mengajak semua bintang tamu untuk menikmati bonus Buffett dari panita penyelenggara.


"Waktu kalian hanya satu jam untuk menikmati makan siang ini, setelah itu segera kembali ke area pertandingan!" ucap panitia penyelenggara memberikan pengumuman


"Lebih baik nikmati saja dan jangan banyak omong, mubadzir kalau makanan sebanyak ini tidak dihabiskan," ucap Bridav langsung mengambil piring dan memenuhinya dengan aneka makanan


Tidak kalah dengan Bridav, tangan kanan dan kiri Indi dipenuhi dengan piring berisi makanan. Indi tidak jauh berbeda dengan pelayanan restoran Padang yang membawa berbagai makanan di tangannya bahkan kepalanya.


"Oh my God, yang benar saja Indi, apa kau benar-benar akan menghabiskannya?" tanya Reynold saat melihat Indi membawa banyak piring makanan di tangannya


"Tentu saja, lagipula berperang itu memerlukan banyak energi. Jadi aku harus mengisi tubuhku dengan banyak makanan agar bisa memenangkan pertandingan selanjutnya," jawab Indi membuat Reynold seketika menyemburkan makanan dalam mulutnya


"Pelan-pelan saja Bos, masih banyak makanan jadi jangan khawatir, aku tidak akan menghabiskannya sendiri," ucap Indi menepuk pundak lelaki itu


Bridav tersenyum melihat tingkah Indira, Pria itu kemudian mengajaknya duduk bersama untuk menikmati makan siangnya berdua.


"Pelan-pelan saja, jangan terburu-buru," ucap Bridav membersihkan saus di ujung bibirnya.


Indi mengangguk pelan, "terimakasih," jawabnya tersipu-sipu


"Boleh aku duduk di sini?" tanya Mario menghampiri keduanya


"Masih banyak bangku yang kosong kenapa harus disini," jawab Bridav dengan ketus


"Maaf aku bertanya pada Indi, bukan denganmu," sahut Mario

__ADS_1


"Silakan saja kalau kau mau duduk di sini, tapi mejanya sudah penuh dengan makananku," jawab Indi


Mario menatap meja di depannya, dan benar saja tidak ada sedikitpun celah untuk menaruh piringnya di sana. Terpaksa lelaki itu langsung pergi dan mencari bangku lain yang masih kosong.


"Wah tidak ku sangka, ternyata ada gunanya juga kau makan banyak," ucap Bridav kemudian mengacak-acak rambut Indira


Setelah waktu makan selesai, semuanya langsung keluar dari ruangan itu.


Sementara itu para awak media sudah berdiri di depan pintu dan langsung mengerubungi mereka.


Tentu saja para Wartawan segera mencari Indi untuk melakukan wawancara.


"Itu dia!" seru salah seorang wartawan saat melihat Indi keluar bersama Bridav


Mereka langsung mengerubunginya, "Bagaimana perasaan anda setelah memenangkan pertandingan pertama ini?"


"Tentu saja aku senang," jawab Indira begitu singkat


"Lalu, apa persiapan anda untuk menghadapi tim lawan di pertandingan berikutnya?"


"Karena untuk berperang kita memerlukan banyak energi, tentu saja aku harus makan yang banyak agar bisa memenangkan pertandingan selanjutnya," jawab Indi membuat semua wartawan tertawa mendengar kepolosan Indira


"Lalu apa ada yang ingin anda katakan kepada ketua tim lawan?" tanya mereka lagi


"Sebaiknya ketua tim harus makan yang banyak, karena bertahan dengan perut kosong akan membuatnya tidak bisa fokus dan tidak bisa mengontrol emosi," jawab Indira kembali membuat para wartawan tertawa mendengar jawabannya


Saat melihat Wartawan itu pergi meninggalkannya, tiba-tiba Indi teringat sesuatu dan meminta mereka untuk berkumpul kembali.


"Tunggu, aku lupa mengatakan semua," ucap gadis itu membuat para awak media kembali mengerubutinya


"Apa ada pesan lain untuk ketua tim lawan?" tanya salah seorang wartawan


"Hmm," jawab Indi mengangguk


"Kami berharap kali ini kau mengatakan sesuatu yang penting kepada ketua tim lawan agar mereka bisa mempersiapkan strategi untuk menghadapi tim kalian," ucap seorang wartawan


"Benar sekali, anggap saja jawaban ku yang pertama adalah gurauan saja. Jadi sebenarnya aku berharap semoga bisa memiliki banyak keturunan tanpa harus berkembang biak,_"


Tentu saja jawaban Indi kali ini berhasil membius para wartawan dan juga bintang tamu lainnya.


Mereka seketika terdiam dan saling pandang satu sama lain setelah mendengar ucapan gadis itu.


"Wah sepertinya Indi sedang mabuk hingga berkata seperti itu!" celetuk Dimitri


Semua orang langsung berbisik-bisik mendengar ucapan pemuda itu.


"Sepertinya kalian salah sangka dengan ucapan Indi, sebenarnya yang Indi maksud adalah bagaimana cara memenangkan pertandingan tanpa harus mengeluarkan banyak energi, bukan begitu Indi?" ucap Bridav balik bertanya kepada gadis itu

__ADS_1


Entah kenapa tiba-tiba Indi langsung mendorong pemuda itu, hingga ia terlempar ke tengah-tengah wartawan.


__ADS_2