KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 35


__ADS_3

"Akhirnya aku bisa terbebas dari sampah itu dan bisa kembali tidur dengan nyaman," ucap Indi kemudian melompat ke tempat tidur Bridav.


Ruangan kamar yang gelap membuat Indi mengira jika itu adalah kamarnya.


Tanpa berpikir panjang ia segera melompat naik ke atas Ranjangnya hingga membuat Bridav terbangun dan terkejut saat melihat Indi berbaring di sampingnya.


"Apa dia mengidap sindrom berjalan saat tidur hingga tak sadar datang ke kamarku??" ucap Bridav


Ia kemudian segera turun dari ranjangnya dan membiarkan gadis itu tidur di tempat peraduannya.


Ia menyelimuti tubuh gadis itu dan memilih tidur di bawah menggunakan karpet.


Pagi harinya Indi begitu terkejut saat mendapati dirinya berada di kamar orang lain.


Ia lebih terkejut saat tah dirinya berada di kamar Bridav. Indi merasa bersalah saat melihat Bridav tidur di lantai hanya beralaskan karpet.


"Maafkan aku Bri, kamu pasti kedinginan gara-gara aku,"


Indi segera mengambil selimut dan menyelimuti tubuh pria itu sebelum meninggalkan kamarnya.


Ia terlebih dahulu memastikan tidak ada ?seorangpun yang melihatnya saat ia keluar dari kamar Bridav.


Gadis itu segera berlari dengan cepat meninggalkan ruangan itu menuju ke kamarnya.


"Syukurlah tidak ada yang melihatku," ucapnya sambil mengusap dada


Ia berusaha mengingat kejadian malam itu tapi Ia tidak bisa mengingatnya.


"Ah sial, ayo Indi ingat-ingat apa yang terjadi!" ucap gadis itu berusaha mengingat apa yang sudah ia lakukan malam itu.


Namun sekeras apapun ia berusaha untuk mengingat kejadian semalam ia tetap tak berhasil mengingatnya.


Ia berpura-pura baik-baik saja dan bersikap seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada dirinya terutama di depan Bridav.


Ia segera mengambil pakaian olahraganya setelah meyakinkan dirinya. Pagi itu seperti biasa Indi berniat melakukan aktivitas rutinnya yaitu jogging pagi.


Saat ia keluar dari kamarnya, ia melihat beberapa orang staff dan juga Bridav tampak mengerubuti Dirga dengan hidung memar dan mata bengkak.

__ADS_1


"Pagi Indi?" sapa Bridav menghampirinya


"Pagi," jawab gadis itu singkat


Mendengar suara Indi, seketika membuat Dirga ketakutan. Ia langsung bersembunyi dibalik salah satu staff.


Merasa tidak ada masalah dengan Dirga, Indi langsung membalikkan badannya dan berlari keluar meninggalkan Villa.


Bridav mencoba meyusul Indi, namun ia kehilangan jejak karena Indi sudah melesat meninggalkan Villa begitu cepat.


"Wah cepat sekali larinya," ucap Bridav


Cukup lama Indi keluar dari Villa untuk jogging pagi.


Ia kembali ke villa setelah dua jam berlari.


Setibanya di Villa gadis itu terkejut saat melihat beberapa orang peserta challenge yang sedang berkerumun membicarakan tentang pemukulan Dirga.


Mereka mencoba menebak siapa pelakunya karena Dirga tak mau memberitahukan siapa yang sudah menganiaya dirinya. Mereka juga bertanya-tanya kenapa pemuda itu sampai babak belur.


Mario menghampiri Indi, dan memberitahu apa yang didengarnya tentang Dirga. Ia menceritakan kepada gadis itu jika Dirga dipukuli oleh hantu semalam.


Tentu saja Indi terkekeh mendengar cerita Mario.


"Mana ada hantu yang bisa memukul manusia hingga babak belur seperti itu, aku yakin pelakunya pasti manusia," jawab Indira


"Benar juga sih, tapi yang aku dengar sih gitu Ndi. Terserah lo mau percaya apa tidak," sahut Mario


"Yes, aku percaya kok sama kamu,"


Indi kemudian pamit pergi saat ponselnya berdering.


"Maaf Rio sepertinya gue tinggal dulu, ada telpon dari manajer gue," ucap Indi


"Silakan,"


Ace menonton acara live semalam, ia begitu terkejut saat melihat Indira mabuk berat dan merancau di acara tersebut.

__ADS_1


Ia begitu malu hingga harus menelpon gadis itu untuk memberi peringatan kepadanya.


"Aku harap mulai sekarang kau tidak minum alkohol lagi saat acara live, aku takut itu dapat merusak image mu di depan para penggemar mu. Jika image mu hancur maka itu akan mempengaruhi karier mu di dunia hiburan. Kau tahu kan jika orang yang sedang mabuk bisa mengatakan apapun tanpa ia sadari. Aku takut kau akan hilang kendali seperti semalam dan mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya dikatakan," ucap Ace


"Memangnya apa yang aku katakan semalam??" tanya Indi begitu penasaran


"Sebaiknya kau lihat sendiri tayangan tunda acara semalam melalui video streaming," jawab Ace


"Aku harap kau tidak akan mengulangi hal yang sama. Karena dunia hiburan sangat kejam maka kau harus berhati-hati jika ingin terus survive di dunia penuh tipu muslihat ini," imbuh Ace kemudian mengakhiri obrolannya.


Karena penasaran Indi segera membuka ponselnya dan menonton tayangan tunda semalam.


Gadis itu benar-benar lemas setelah melihat tayangan ulang acara tersebut, "Bagaimana mungkin aku bisa tepar hanya dengan meneguk beberapa kaleng bir. Apakah tubuh Indi begitu lemah hingga ia tak bisa minum alkohol. Padahal sebelumnya aku adalah seorang wanita yang sangat kuat minum, bahkan sebanyak apapun minuman yang aku minum tidak akan bereaksi apapun terhadap tubuh ku, tapi kini aku baru meneguk dua kaleng bir saja langsung ambruk, ohh betapa malunya aku. Bagaimana aku harus menghadapi Bridav, apa yang harus aku katakan saat bertemu dengannya," ucap Indira begitu menyesali apa yang terjadi semalam


*******


Sementara itu Susan tidak menyangka jika rencana gagal. Gadis itu benar-benar terkejut saat melihat Dirga yang babak belur.


Aku yakin Indi yang melakukannya, ah bagaimana mungkin dia bisa sadar dan menganiaya Dirga. Tidak ku sangka Indi benar-benar gadis misterius yang begitu bar-bar,


Susan segera menghindar saat Dirga melihat kearahnya. Ia bahkan segera bersembunyi saat pemuda itu berjalan kearahnya.


"Aku tidak boleh bertemu dengannya, bagaimanapun juga ia pasti akan menyalahkan aku dan mungkin akan membalas dendam padaku atas apa yang terjadi padanya. Beruntung Dirga tidak mengaku jika aku yang memerintah dia untuk masuk ke kamar 003. Namun bagaimanapun juga Dirga pantas mendapatkannya karen ia berusaha menmy5entuh Indi." ujar Susan


Susan kemudian berinisiatif menemui Dirga ia tidak mau lelaki itu sampai memberitahukan kepada orang-orang Jika ia yang menyuruhnya untuk masuk ke ruangan ini ke kamar ini.


Dirga berusaha menanyai Gadis itu tentang alasannya, mengapa ia memberikan nomer kamar Indi kepadanya. Namun Susan berkilah jika ia sudah memberikan nomor kamar yang benar yaitu 1003. Hanya saja Dirga salah dengar dan hanya mendengar tiga angkatan terakhirnya saja.


Indi kembali ke kamarnya, ia terkesiap saat menemukan anting Dirga tergeletak di kamarnya.


Apa yang membuat Dirga babak belur adalah aku??


Lalu apa yang dilakukannya hingga aku menghajarnya hingga babak belur???


Indi tidak mau pusing memikirkan Dirga, ia kemudian segera turun kebawah sambil membawa Snack ditangannya.


Ia kemudian menjual Snack tersebut kepada para talent dan juga staff. Alhasil ia mendapatkan pendapatan yang begitu besar dari snack- snack tersebut.

__ADS_1


__ADS_2