
Bridav membuka tirai, terlihat seorang dokter dengan kotak hitam yang berisi beberapa ekor tikus hitam besar.
Ia tak melihat ada sesuatu yang mencurigakan pada dokter tersebut.
Bahkan tikus yang dibawanya pun bukan tikus yang berbahaya.
"Lalu apa yang ditakutkan pada dokter itu?" gumam Bridav
"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter itu
Bridav menggelengkan kepalanya, sang dokter kemudian berpamitan setelah tahu mereka tak membutuhkan bantuannya.
Namun tikus milik sang dokter tiba-tiba melompat dan bertengger di lengan Indira membuat gadis itu begitu ketakutan dan berteriak histeris.
Ternyata Indira takut pada tikus, Bridav kemudian menangkap tikus itu dan memasukannya kedalam kotak. Tak lupa ia menutup kotaknya dan memberikannya kepada sang dokter.
Lalu ia mengatakan kepada Indi jika ia sudah bisa turun.
Melihat wajah pucat Indi membuat Bridav bahkan dengan senang mengatakan ini adalah rahasia mereka berdua ia tak akan memberitahukan siapapun tentang kejadian hari itu.
Indi percaya Bridav mampu menyimpan rahasia. Ia bahkan tak takut jika mereka lalu mengakhiri petualangannya.
__ADS_1
Sementara itu Larisa tampak curiga saat melihat wajah indi yang pucat seperti mayat saat ia tiba di kamarnya.
Ia curiga jika Indi dan Bridav baru saja bertemu dengan hantu penunggu tempat itu.
Ia kemudian bertanya apa yang ditakutkan oleh Indira hingga wajahnya menjadi pusat pasi.
Bridav membantu Indira dengan, mengatakan sutradara memberikan misi padanya untuk menakuti mereka hingga membuat Indi harus berakting totalitas agar beliau percaya.
Beberapa orang yang mendengarnya memutar bola matanya dengan malas. Mereka tahu jika Indi bukan tipe orang penakut hingga tak mempercayai apa yang di sampaikan oleh Bridav
Mereka kemudian bertanya ada apa di ruang operasi?. Apa yang terjadi di sana hingga membuat Indi menjadi seperti itu.
Kemudian dokter itu berbicara, ia menyampaikan jika Indira ketakutan saat tikus-tikus miliknya hinggap di lengannya.
"Mana mungkin Indi takut dengan seekor tikus," sahut yang lainnya
"Benar, jangankan tikus ia bahkan berhasil mengalahkan raja hutan. Jadi bagaimana kami percaya jika ia takut dengan tikus,"
Sang dokter kembali menjelaskan dengan sabar. Beberapa orang yang ada di sana mulai menyadari jika dokter ini adalah pria yang ada di dalam alat rekam.
Mereka mulai curiga jika ia adalah seorang penyusup
__ADS_1
Felisia bertanya pada dokter, "Aoa kau kenal dengannya?" tanya Feli menunjukkan foto pasien wanita.
Dokter menggelengkan kepalanya membuat Feli kembali menginterogasinya.
"Aku yakin kau yang sudah membunuh pasien wanita itu, bukan?" cecarnya.
Kembali sang dokter menyangkal. Ia bahkan mengatakan jika dirinya bukan pembunuh pasien wanita yang ada di dalam foto.
Ia mengatakan jika dirinya belum lama bekerja di rumah sakit tersebut.
Seorang perawat juga memebelanya dan mengatakan jika bukan dokter itu pembunuh nya.
Kemudian Indira melempar kepala palsu ke dokter itu, membuat semua orang seketika berteriak ketakutan.
Tiba-tiba kepala palsu itu mengatakan harus mencari dokter yang membunuhnya dan membalaskan dendamnya.
Dokter itu tertegun. Namun ia tetap menyangkal dan terus bersikeras bukan dirinya yang membunuhnya.
Sutradara mulai geram dan segera menghampiri mereka.
Ia mengatakan alurnya tidak sesuai, posisi sutradara telah diambil alih oleh Indira dan ia tak mendengar apa yang di sampaikan oleh sang sutradara.
__ADS_1
Dirinya bahkan tidak mengerti dengan alurnya.