KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 70


__ADS_3

"Sutradara sangat marah padamu karena kau pulang telat, ia bahkan sampai mogok makan karena masalah ini, sebaiknya kau temui dia dan mintalah maaf padanya," ucap assisten sutradara


"Apa dia benar-benar marah??" tanya Indi tidak percaya


"Tentu saja, kau bisa melihat sendiri di kamarnya. Jangan lupa nyanyikan sebuah lagu untuk membujuknya," jawab assisten sutradara membuat Indi seketika melotot mendengarnya


"Kalau begitu aku datang besok saja," jawab Indi


"Kalau kau datang besok pagi aku takut sutradara akan pingsan karena ia sudah mogok dua kali yaitu makan siang dan malam. Jadi sebaiknya segeralah jenguk dia dan bujuk dia agar mau makan," ucap assisten sutradara


"Baiklah kalau begitu,"


Keduanya kemudian menuju ke kamar Reynold. Setibanya di sana Indi segera menyanyikan lagu "Aku adalah ayahmu".


Setibanya di kamar Reynold Indi bertanya kepada Assisten sutradara tentang lagu kesukaan sutradara. Lalu pria itu menjawab jika lagu kesukaan Reynold adalah Aku adalah ayahmu.


"Lagu apa itu?" tanya Indi


"Itu adalah lagu yang paling menyentuh dan sangat sedih," jawab Assisten sutradara


Indi kemudian mengambil ponselnya dan mencari lagu itu di google. Setelah mengetahui lirik lagu itu, ia kemudian bersiap menyanyikannya.


Assisten sutradara segera menutup telinganya saat mendengar Indi mulai bernyanyi.


Sementara itu emosi Reynold seketika meledak saat mendengar lagu itu.


Seketika ia menghempaskan selimutnya serta bangkit dan berteriak keras di depan Indira. Alhasil saat Reynold berdiri makan terekspos lah camilan yang ia miliki di atas kasur.


Indi langsung tertawa melihat makanan ringan itu. Berbeda dengan Indi Assisten sutradara justru kesal dan kepada Reynold yang sudah menipunya. Ia merasa menyesal telah mengkhawatirkan Reynold.


Assisten sutradara yang marah segera keluar dari ruangan itu sambil membanting pintu kamar tersebut.


*Brakkkll!!


Indi langsung menghampiri Reynold dan mengambil cemilan miliknya.


"Makanya jangan suka berbohong, jadi ribet kan masalahnya. Kalau kau marah padaku karena aku pulang terlambat katakan saja. Marahi saja aku, tidak apa-apa. Aku takan marah, karena aku sadar sudah melakukan kesalahan. Tapi kau malah memanfaatkan assisten mu untuk dan membohonginya, ah benar-benar parah!" seru Indi


Ia kemudian membawa beberapa camilan milik Reynold keluar dari kamarnya.


"Ah sial... bukannya Indi yang kena batunya, malah aku yang kena batunya!" cibir Reynold


***********


Langit mulai gelap, dan sudah saatnya untuk beristirahat. Saat semua orang mulai merebahkan tubuhnya keatas tempat tidur, Indi justru tak bisa tidur karena ia baru ingat jika dirinya masih harus berkencan dengan Bridav.


"Astaga kenapa aku sampai lupa," ucap Indi langsung meloncat dari ranjangnya


Gadis itu segera memoles wajahnya dengan bedak tipis dan tak lupa memakai lipstik merah muda agar tak terlihat pucat.

__ADS_1


Setelah merapikan rambut dan juga berganti pakaian, ia segera menuju kamar Bridav.


*Tok, tok, tok!!


Gadis itu mengetuk pelan pintu kamar pemuda itu karena takut membangunkannya.


"Apa dia sudah tidur, atau dia marah padaku karena terlambat pulang?" ucap Indi merasa bersalah


Saat gadis itu membalikkan badannya, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.


Ia segera menoleh kebelakang dan tersenyum simpul menatap Bridav.


"Maafkan aku karena terlambat pulang," ucap Indi memperlihatkan penyesalannya


"Tidak apa-apa, aku tahu kenapa kau pulang terlambat," jawab Bridav


"Apa kau marah?" tanya Indi lagi


"Tidak mungkin aku marah padamu, lagian, apa hak ku marah padamu. Hari ini kau telah berjuang keras agar bisa menyelesaikan misi dari Sutradara jadi aku tidak akan menambah beban mu lagi," jawab Bridav


"Wah aku sangat terharu mendengar kau tidak marah padaku, sekali lagi terimakasih,"


Bridav menganggukkan kepalanya dan kemudian menutup pintu kamarnya.


Ia kemudian mengajak Indi keluar dari penginapan.


"Malam ini kamu ingin makan apa?" tanya Bridav sebelum meninggalkan halaman penginapan.


"Baiklah kalau gitu, malam ini aku akan mentraktir mu dinner di restoran Perancis!" sahut Bridav membuat Indi langsung meloncat bahagia dan memeluknya erat.


"Terimakasih Bri, sepertinya hanya kamu satu-satunya yang paling ngertiin aku," ucap Indi


"Kalau begitu ayo kuta jalan," ucap Bridav segera menggandeng Indira dan mengajaknya menuju ke sebuah restoran Perancis.


Tidak jauh dari penginapan ada sebuah restoran Perancis yang sangat besar dan mewah. Indo begitu senang saat Bridav membawanya ke restoran itu.


"Silakan duduk," ucap Bridav menarikkan kursi untuknya


"Thanks," jawab Indi tersipu


Bridav juga sudah menyiapkan bucket mawar merah dan memberikannya kepada Indi.


"Wah cantik sekali," ucap Indi langsung mencium bunga itu


Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka dan memberikan menu makanan padanya.


"Kamu mau makan apa?" tanya Bridav


"Apa aja yang penting enak," jawab Indi

__ADS_1


"Baiklah,"


Bridav kemudian memesankan dua buah steak daging lengkap dengan hidangan penutup dan juga minuman khas Perancis.


Saat ia akan memberikan pesanannya, tiba-tiba Indi meminta agar Bridav memesan red wine untuknya.


Saat menunggu pesanannya datang Indi bertanya kepada pemuda itu apa yang membuatnya berbeda dengan bintang tamu wanita lainnya.


Bridav langsung tertawa mendengar pertanyaan itu. Baginya terlalu banyak perbedaan antara indi dengan para talent wanita lainnya.


"Ayolah kasih tahu aku satu saja apa yang membuat aku berbeda dengan bintang tamu wanita lainnya?" desak Indi


"Baiklah kalau gitu, tapi aku tidak bisa menceritakannya sekaligus di sini karena pasti waktunya tidak cukup. Aku akan melanjutkan ceritanya pelan-pelan saat makan malam berikutnya, jadi kau harus sabar menunggu," sahut Bridav


"Ah itu terlalu lama, aku sudah tidak sabar," jawab Indi menggelengkan kepalanya


"Kamu adalah wanita yang spesial dan tidak bisa di bandingkan dengan wanita manapun," ucap Bridav menatap lekat Indira


"Salah," ucap Indi menggelengkan kepalanya lagi


"Perbedaan terbesar antara aku dan para bintang tamu wanita lainnya adalah, jika wanita pada umumnya menyukai Red wine maka aku menyukai borsch soup, itulah bedanya aku dengan mereka," imbuhnya


Bridav hanya tersenyum menanggapi ucapan Indi. Tidak lama pesanan mereka pun datang.


Bridav segera memotong-motong steak dagingnya dan menukarnya dengan milik Indira.


"Sekarang makanlah," ucapnya lirih


"Terimakasih," jawab Indi tersipu-sipu dengan perlakuan manis Bridav


Ia kemudian menanyakan kepada Bridav tentang Red winenya.


"Winenya belum datang tunggu sebentar lagi," ucap Bridav sambil menatap kearah kameraman di sebelahnya


Indi mengira jika Bridav melarangnya minum wine di depan kamera, dan memperbolehkannya minum setelah acara live berakhir. Saat acara live selesai dan kamera di matikan ia segera menarik lengan Bridav dan mengajaknya minum.


Namun pemuda itu langsung menolaknya hingga membuat Indi sangat marah.


Kameraman kemudian memberitahu mereka untuk segera menyelesaikan misinya. Mereka harus berpisah selama setengah jam untuk menyiapkan hadiah untuk pasangannya.


Setengah jam kemudian Bridav kembali dengan membawa hadiah untuk Indira.


Sementara itu, Indi segera membuka ponselnya dan membuka sebuah aplikasi.


Karena ia bingung akan membelikan


hadiah apa untuk Bridav maka iapun membeli beberapa hero game online untuk pemuda itu. Ia tahu jika Bridav suka bermain game online jadi mungkin lebih berguna jika ia membeli beberapa hero untuknya daripada membeli benda-benda lain.


Tidak ada yang bisa aku beli untuknya, mungkin hero-hero ini bisa menemaninya melepas penat setelah sibuk syuting seharian.

__ADS_1


Komentar para penonton membanjiri acara live malam itu. Terutama saat Indi lebih memilih memberikan hadiah yang unik kepada Bridav yaitu Hero game online.


__ADS_2