
Baru saja Bridav ingin merasa senang, karena ucapannya. Indi seketika memberitahunya jiak ia melakukan hal itu karena Bridav telah membantu menjaga rahasianya selama ini.
Bridav langsung tersenyum getir mendengar ucapan wanita itu. Entah sekarang ia merasa bahagia atau biasa saja. Baginya Indi selalu saja berhasil mempermainkan perasaannya.
Bahkan tak pernah sekalipun ia merasa jika Indi benar-benar tulus menyukainya. Namun ia juga menyadari mungkin saja Indi melakukannya karena ia tak mau pihak agensi mengetahui perasaannya terhadap Bridav.
Ia pasti tak mau terlihat bersalah dan membayar pinalti kontrak makanya memilih untuk berpura-pura menjadi gadis manis selama ini.
Ia tak mau semua orang tahu perasaannya terhadap Bridav.
Namun siapa sangka jika kemudian pengawal marah mendengar ucapan Indira. Sebagai laki-laki ia tahu benar bagaimana perasaan Bridav kepada Indira, dan ia bisa merasakan kekecewaan yang dirasakan olehnya.
Ia berkata jika Bridav berpotensi menjadi kekasih protagonis wanita, tapi dia tidak terlalu menyetujui hal itu karena sebenarnya ia juga sempat menyukai Indira. Namun sayangnya Indi tak menyukainya.
Lee tahu benar jika Indi dan Bridav sama-sama saling menyukai namun karena suatu hal mereka berdua tak bisa menunjukkan rasa sayang mereka di depan umum. Kemudian ia meminta Indi untuk berhati-hati berbicara agar tak menyakiti perasaan Bridav.
__ADS_1
Karena jika itu terjadi maka Lee akan berusaha mendekatinya. Selesai berkata kemudian langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, dokter yang ketakutan berlari menunju ke lorong rumah sakit.
Beberapa orang yang ada di lorong berusaha menangkapnya. Pria itu berlari menyelamatkan diri namu salah seorang pasien berhasil menangkap sang dokter.
Saat dokter melihat Indira, ia menyuruh gadis itu untuk menjauh darinya.
Tentu saja itu karena dia sangat takut pada Indira.
Ia tak membayangkan jika dirinya sampai di penjara hanya karena kasus kepala palsu tersebut. Sementara itu di lobby terlihat suami si pasien wanita berjalan menuju bangsal perawatan pasien.
Dengan wajah bengis lelaki itu mencari sang dokter yang dianggap sudah mencelakai istrinya.
Namun dokter malah menyuruh menyuruh suami si pasien wanita untuk membawanya pergi.
__ADS_1
"Tolong bawa aku pergi dari sini, aku sudah tak bisa melanjutkan alur cerita yang tidak jelas dan malah membuatku seperti seorang pesakitan. Aku sangat lelah karena selalu di jadikan kambing hitam," keluh sang dokter
"Tentu saja kau harus membayar apa yang sudah kau lakukan pada istri ku, itulah kenapa aku datang ke sini!" sahut sang suami
"Jangan gila deh kau sudah tahu semuanya, jadi ayo kita pergi saja dari sini?" ajak sang dokter
"Justru karena aku sudah tahu semuanya aku datang ke sini mencari mu. Aku sengaja datang untuk balas dendam!" teriak sang suami membuat sang dokter mundur beberapa langkah dan menjauh darinya
Tatap mata pria itu memang sudah berbeda, ia bukan lagi seorang teman yang menjadi suami pasiennya. Tapi ia adalah seorang suami yang ingin membalas dendam atas kematian istrinya.
"Tidak, bukan aku yang membunuhnya, bukan aku yang membunuhnya!" seru dokter kemudian berlari menyelamatkan diri
Sementara itu melihat kedatangan suami pasien dan catatan medis pasien wanita Bridav mulai menganalisa alur.
Ia mengetahui jika pasien bunuh diri tak lama setelah masuk rumah sakit jiwa. Dari catatan medis wanita itu sebelumnya tidak memiliki catatan gangguan mental atau sakit yang harus di rawat di rumah sakit jiwa.
__ADS_1
Setelah bertanya kepada adik pasien yang memang bekerja di rumah sakit itu Bridav bary tahu jika Suami pasien wanita memperlakukan pasien wanita dengan tidak baik. Ia bahkan memasukkan pasien wanita ke rumah sakit jiwa untuk dijadikan penelitian, sehingga menyebabkan pasien wanita bunuh diri.