
Ia hampir frustasi saat Indi mengatakan jika kucingnya mungkin saja sudah kembali ke hutan atau di tangkap warga dan di serahkan kepada kepolisian.
Si Penjual pura-pura mendengarkan ucapan Indira sambil mengirim pesan kepada anak buahnya untuk segera datang menolongnya.
Indi menyuruh si penjual untuk segera mengatakan harganya, si penjual membuka dengan harga tinggi.
Ia mengira jika Indi adalah seorang yang kaya raya hingga berusaha memberikan harga setinggi mungkin.
Ia mulai dari harga 4 miliar. Akan tetapi dalam beberapa menit ia langsung menaikan lagi harga kotak itu menjadi 5 miliar dengan alasan harga emas dunia naik.
Ia sengaja memberi harga kotak itu sesuai dengan harga emas dunia. Ia juga mengibaratkan harga kotak pengaman itu seperti harga sebuah perumahan. Yang mana harganya selalu naik.
Ia juga memberitahukan sebuah perumahan yang harganya selalu naik setiap tahunnya.
Sang Distributor dan pria botak mengatakan kalau si penjual berhati busuk.
Keduanya kemudian membisikkan sesuatu kepada Indira. Mereka memberi tahu Indi untuk hati-hati dengan pria itu dan jangan mudah terpengaruh dengan omongannya. Karena ia adalah seorang penipu ulung yang sudah terkenal di Jakarta.
Indi kemudian berpikir ingin menawar kotak itu agar membuat hati si penjual kesal
__ADS_1
Ia sengaja menawarkan kotak itu kepada penjual.
Ia juga mengatakan akan menjual barangnya kalau harganya cocok.
Indi mulai menawar dengan harga yang sangat tidak masuk akal, penjual tidak ingin menjualnya dan terus mengulur waktu.
Ia tahu jika Indi hanya main-main. Ia memanggil anak buahnya.
Kemudian para anak buahnya telah datang dan mengatakan tidak menemukan kucingnya.
Si penjual benar-benar marah saat mengetahui kucingnya benar-benar hilang. Seorang anak buahnya mengatakan jika ia hanya menemukan sebuah kalung yang di duga milik kucing si Penjual.
Ia langsung mengambil pistolnya dari saku celananya dan menembakkan pistol tersebut ke atap.
Semua anak buah si Penjual merasa kaget mendengar bunyi suara tembakan hingga mengira jika bos mereka tewas.
Sang penjual menyuruh mereka untuk terus mencari kucing kesayangannya itu apapun yang terjadi.
Ia bahkan mengancam jika kucingnya tidak ketemu maka ia tak segan untuk membunuh semua anak buahnya jika mereka tak menemukan kucing kesayangannya
__ADS_1
Ia kembali mengambil pistolnya dan kali ini ia menodongkan Kepada anak buahnya.
Salah seorang anak buahnya seketika memucat saat si penjual menodongkan senjata apinya.
Indi memanfaatkan hal itu untuk membantu mencari kucing sang penjual yang belum ditemukan.
Si penjual pun senang dan mempersilakan Indi untuk ikut mencari kucing kesayangannya itu.
Indi segera menggunakan trik untuk membuat kucing itu kembali lagi.
Indi mulai dengan memasang makanan kesukaan sang kucing tak jauh darinya.
Ia sangat berharap kucing itu akan ditemukan. Sepertinya jebakan Indi berhasil. Ia melihat seekor kucing berjalan pelan menghampiri piring yang ia beri makanan kucing.
Indi perlahan mendekati kucing itu dan mengusapnya lembut. Setelah berhasil menangkapnya Indi membawa kucing itu kepada penjual.
Lelaki itu begitu bahagia saat melihat kucing kesayangannya ditemukan. Indi kemudian menagih janji si penjual yang akan memberi uang kepada siapapun yang menemukan kucing kesayangannya itu.
Namun siapa sangka jika sang penjual akan membunuh siapapun setelah ia menemukan kucing kesayangannya itu.
__ADS_1