
Setelah menghabiskan minumannya Aqila meminta Indi untuk menunggunya di kamar. Indi pun menurutinya.
Aqila segera menemui Lee seusai mengantar Indi ke kamarnya.
"Apa kau sudah menyiapkan semuanya?" tanya Aqila kepadanya
"Tentu saja, semuanya tinggal menunggu perintah dari anda nona," jawab Lee
"Apa kau sudah memasang aromaterapi yang aku kirim padamu kemarin?"
"Aku sudah memasangnya, wewangian di dalam kamar itu pasti sudah mengeluarkan efeknya, aku yakin semuanya berjalan sesuai rencana. Sebentar lagi 7 hingga 8 orang teman-teman ku juga akan segera masuk dan aku sudah mempersiapkan sebuah kamera digital untuk merekamnya," jawab Lee
"Syukurlah kalau semuanya sudah berjalan sesuai rencana," Aqila kemudian menengok ke kamar sebelah di mana Reynold berada di kamar itu sedang berakting menjadi wanita yang sedang dilecehkan.
Lee kemudian memperlihatkan video Reynold tersebut kepada Aqila.
Wanita itu merasa puas dengan pekerjaan Lee kali ini, ia kemudian memberinya uang.
Melihat video kocak Reynold, Aqila kemudian mendatangi kamar Indi dan memperlihatkan kekonyolan Reynold di video tersebut. Namun Indi tak bereaksi apapun saat melihat video itu. Wajahnya datar tanpa ekspresi membuat Aqila kesal dengannya. Ia bahkan mengejeknya memiliki selera rendah karena tidak tertarik saat melihat video tersebut.
"Memang aku ini memiliki selera yang rendah, terutama untuk video tak mendidik seperti itu," jawab Indi seketika membuat Aqila kembali meradang di buatnya
Karena kesal Aqila segera meninggalkan Indira. Bau aroma terapi yang menyengat membuat Indi pusing dan tertidur.
Melihat Indira yang tak sadarkan diri, Lee segera memanggil teman-temannya untuk memasuki kamar Indira.
Saat salah seorang dari mereka hendak menyentuhnya Indira segera melepaskan tendangan kearahnya hingga pria itu terjungkal.
__ADS_1
Mereka segera mengepung Indi dan bersiap menjegalnya Indira segera membuka matanya dan langsung menghajar mereka satu persatu hingga mereka berjatuhan ke lantai.
"Haish siapa yang mengirim kalian ke sini dan mengganggu istirahat siang ku!" seru Indira
Indi tersenyum simpul sinis saat melihat kamera cctv yang terpasang di kamarnya.
"Sial, siapa yang berusaha menjebak ku di sini, aku pastikan kau akan mendapatkan hadiah dariku,"
Tidak lama Lee memasuki ruangan itu. Ia terkesiap saat melihat semua teman-temannya jatuh tersungkur di lantai dengan wajah babak belur.
"Apa yang kamu lakukan kepada mereka?" tanya Lee menatap lekat kearah Indi
"Tentu saja memberi pelajaran kepada mereka yang sudah menganggu istirahat siang ku, bukankah itu tidak sopan?" jawab Indira
"Kenapa kau selalu saja arogan, asal kau tahu, mereka datang ke sini karena panggilan pak Reynold. Mereka akan menjadi lawan main mu dalam adegan selanjutnya. Tapi kamu malah memperlakukan mereka seperti seorang penjahat!" seru Lee
Lee tidak meladeninya dan langsung membawa pergi beberapa temannya.
"Bahkan sekarang dia sudah mulai kurang ajar kepadaku," gerutu Indira
Melihat Lee turun dengan membawa teman-temannya yang babak belur membuat Aqila penasaran apa yang terjadi dengan mereka. Ia segera naik ke atas dan melihat Indira yang sedang memakan apel.
"Terimakasih sudah mengundang ku di vila mu yang sangat nyaman ini dan juga makanannya yang sangat enak, lain kali jika kelak ada hal baik semacam ini lagi, jangan lupa memanggilku lagi. Aku pasti dengan senang hati menerima undangan mu," jawab indira
"Cih , sepertinya kamu memang sudah tak waras!" gerutu Aqila
Ia kemudian memarahi Indi yang sudah membuat rencananya berantakan.
__ADS_1
"Asal kau tahu aku mengundang mu kesini untuk melakukan syuting sesuai dengan arahan dari Reynold, tapi kau malah mengacaukan semuanya. Kau malah bersikap sok jagoan seperti biasa dan menghajar semua lawan main mu bak seorang penjahat. Sekarang aku gak mau tahu kamu harus membayar ganti rugi semua kerugian ku hari ini!" gerutu Aqila
"Tidak mau, suruh siapa Meraka datang ke kamar ku tanpa pemberitahuan. Jika kau jadi aku, aku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama. Ingat kita sama-sama wanita, jadi bagaimana perasaan mu saat kau sedang tidur terus di datangi oleh para lelaki yang seenaknya menyentuh tubuhmu?" jawab Indi
"Apa akan yang kamu lakukan?" ucap Indi mengulang pertanyaannya
"Kalau kau diam berarti kau setuju dengan apa yang aku lakukan jadi kita impas," Indi segera mengambil beberapa buah apel dan bergegas pergi meninggalkan Aqila
Seketika Aqila menggerutu dan mengumpat jika Indi benar-benar wanita yang tidak tahu malu.
"Dasar wanita udik, bagaimana bisa kau bersikap seperti itu padahal sudah jelas bersalah. Dasar tak tahu malu!" cibir Aqila
"Kasian sekali Bridav yang harus menanggung malu karena sudah menyukai wanita tak tahu malu seperti mu. Oh iya... aku akan mengedarkan video kejadian hari ini agar semua orang tahu bagaimana perangai Indira yang tak tahu malu ini!" imbuhnya
"Lakukan saja apa yang kau ingin lakukan aku tak peduli," jawab Indira
"Lihat saja kau pasti apa yang akan terjadi setelah video ini beredar. Bukan hanya kau yang akan malu ataupun menderita karenanya tapi juga aku pastikan Bridav juga akan merasakan hal yang sama denganmu," tandas Aqila
Indi seketika menghentikan langkahnya saat mendengar gadis itu menyinggung tentang Bridav.
"Awas saja kalau kau sampai berani menyentuhnya aku pastikan akan memberikan pelajaran yang tidak akan kau lupakan seumur hidupmu," jawab Indi
"Lakukan saja aku tidak takut dengan ancamanmu," tukas Aqila dengan sombongnya
Tanpa basa-basi Indi langsung meluncurkan tinju pada wajah Aqila.
*Bughhh!!
__ADS_1