KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 84


__ADS_3

Bridav segera menghadang Indira yang berada di belakangnya.


"Tetaplah dibelakang ku dan jangan pernah menjauh dariku!" seru Bridav


Ia berusaha untuk membuat sang harimau tak lari mengejar orang-orang.


Meskipun ia tak bisa menjinakkan hewan itu setidaknya ia sudah berusaha untuk membuat binatang itu tetap tenang dan tak melukai Orang-orang.


Tak lupa ia juga kemudian memberi aba-aba pada yang lainnya untuk mundur perlahan. Meskipun ia tidak tahu cara menjinakkan harimau setidaknya Bridav berusaha untuk membawanya pergi menjauh dari lokasi syuting.


Ia mencoba mengalihkan perhatian sang Harimau agar tidak menyerang para kru drama.


Arnold sedikit lega saat bridav berhasil menjauhkan binatang itu dari lokasi syuting. Setidaknya untuk sementara waktu mereka aman.


"Ada sebuah berita yang mengatakan bahwa seekor harimau di kebun binatang kota ini lepas dari kandang, jadi mungkin saja jika harimau ini adalah binatang yang kabur tersebut!" ucap Arnold dengan suara bergetar


"Benarkah, apa sebaiknya kita menghubungi petugas kebun binatang untuk memberitahukan jika harimau itu ada disini?" tanya Ricky


"Boleh juga, untuk jaga-jaga saja," jawab Arnold


Harimau yang sudah menjauh tiba-tiba kembali lagi.


Kini semua orang terlihat tegang saat harimau itu bergerak maju ke depan. Semua orang berancang-ancang untuk menyelamatkan diri dari terkaman binatang buas tersebut. Tidak terkecuali dengan Indi yang sudah memasang kuda-kuda.


Saat melihat semua orang panik dan berlarian menyelamatkan diri. Harimau itu menghentikan langkahnya dan mulai mengintai siapa yang lengah.


"Sepertinya dia mulai membidik mangsanya!" seru Indira tak berkedip memperhatikan binatang buas itu


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Bridav


"Sebaiknya segera hubungi petugas kebun binatang terdekat," jawab Indi yang mulai mengendap-endap mendekati sang raja Rimba.


Seorang wanita pemain pengganti terkejut saat mendapati seekor Harimau mendekat kearahnya.


Ia terlihat begitu ketakutan hingga tak tahu apa yang harus dilakukannya. Nyali gadis itu seketika menciut, ia berjalan mundur 2 langkah menghindari sang raja hutan.


"Ya Tuhan bagaimana ini, apa aku akan mati menjadi santapan harimau?" ucapnya dengan wajah pucat pasi


Saat ia ingin berlari seketika kakinya terasa kram sehingga tak bisa digerakkan.


Ia ingin berteriak minta tolong namun ketakutan jika Harimau itu langsung menerkamnya.

__ADS_1


Wanita itu mencoba melangkahkan kakinya meskipun masih kram selangkah demi selangkah menjauhi sang raja rimba.


Namun karena harimau itu langsung mengikutinya membuatnya langsung berhenti. Ia berbalik dan menatap pohon besar si sampingnya.


"Apa aku bisa selamat jika memanjat pohon ini?"


Tanpa berpikir panjang wanita iyu langsung memanjati pohon di hadapannya.


Ia berharap sang raja hutan langsung pergi saat ia memanjat pohon, namun bukannya pergi harimau itu justru menunggunya di bawah pohon. Sayangnya kekuatan lengannya tidak mencukupi, sehingga membuat gadis itutidak dapat memanjat pohon itu sampai ke atas.


Seketika air mata wanita itu mengalir tanpa ia sadari.


"Siapapun tolong aku!" seru gadis itu menangis tersedu-sedu


Mendengar suara isak tangis gadis itu, ekor harimau tersebut menegang. Ia mulai mengibas-ibaskan ekornya sambil menatap wanita itu.


Sepertinya sang raja hutan bersiap untuk memanjat pohon.


Melihat harimau melompat ke pohon membuat gadis itu menjerit histeris.


Ia membuka lebar mulutnya dan segera turun dari pohon kemudian berlari ke arah Susan.


"Ah sial, kenapa kesini!" hardik Susan merasa kesal dengan wanita itu


Saat keduanya berlari menghindari sang raja hutan, Harimau itu langsung mengejarnya, membuat kedua wanita itu mempercepat larinya. Suara teriakan keduanya membuat Indi segera mencari keberadaan mereka.


Di tengah perjalanannya, harimau itu menghentikan langkahnya saat bertemu dengan Arkan. Lelaki itu merasakan kakinya seketika kram hingga tak bisa bergerak.


Ia berusaha untuk lari dari kejaran Harimau namun kakinya tak bisa digerakkan. Ia hanya bisa berlutut, sambil memukuli kakinya yang seketika mati rasa. Harimau tersebut seketika langsung menendangnya dan membuat darah memenuhi wajah pria itu.


Arkan mengerang kesakitan membuat semua orang langsung menoleh kearahnya.


"Cepat lari dari sana, jangan diam saja!" seru seorang kru drama memperingatkan Arkan


Semua orang kini berusaha untuk menolongnya, namun melihat sang Raja hutan yang begitu ganas membuat mereka mengurungkan niatnya.


Indi yang mulai menemukan keberadaan sang Raja hutan langsung memasang kuda-kuda.


Saat Melihat harimau itu melukai Arkan membuat Indi langsung menerjang ke arah sang raja hutan.


Ia berguling sambil berusaha menghindari serangan sang raja hutan.

__ADS_1


Wanita itu berusaha menjatuhkan sang raja hutan dari Arkan agar binatang itu tidak melukainya. Bridav yang baru saja tiba juga langsung menjadi serius dan mengikutinya.


Ia ingin menarik Indira saat harimau mencoba mencakarnya. Saat Bridav menarik tubuhnya Indi langsung melepaskan tendangan kearah Arkan hingga lelaki itu terlepas dari cengkraman sang raja hutan.


Keduanya kemudian menggiring sang raja hutan menjauh dari lokasi syuting.


Saat Indi dan Bridav berusaha menjauhkan Harimau dari lokasi Syuting Susan justru tak menyadari keberadaan sang raja Rimba yang mulai mendekat kearahnya.


"Ya Tuhan kenapa dia datang lagi!" serunya begitu ketakutan.


Susan yang tiba-tiba merasakan seluruh tubuhnya mati rasa hanya bisa pasrah saat melihat harimau menerjang ke arahnya dengan mata terbuka. Ia pun menutup matanya. saat binatang buas itu melesat terbang kearahnya.


Wanita itu merasa disayangkan tidak mengucapkan salam perpisahan pada 8 pacarnya.


Namun pada saat harimau itu akan menyentuh sang aktris, Indira terbang di udara dan duduk di punggung harimau dengan stabil.


"Cepat pergi dari sini!" seru Indira membuat Susan langsung berlari pergi menjauh darinya.


Susan langsung mengangguk dan bergegas meninggalkan tempat itu.


Saat melihat binatang itu mulai mengaum, Ia pun segera menekan kepala harimau tersebut, dan memutar arah geraknya.


Kini pandangan semua orang terfokus kepada Indira yang sedang melawan binatang buas itu layaknya seorang gladiator


Selanjutnya, Indi meminta agennya untuk melemparkan tas yang biasanya ia bawa kepadanya.


"Ace, lemparkan tasku kemari!" seru wanita itu


Mendengar ucapan Indi, Ace segera mengambil tas Indi yang tergeletak di sampingnya dan segera melemparnya kearah wanita itu. Namun karena kekuatan sang agen kurang, sehingga tas itu terlempar ke kepala wakil sutradara.


*Bugghhh!


*Awww!!


"Ah sial, kenapa kau malah melempar kepadaku!" pekik Ricky dengan suara kesal


Ricky langsung mengusap kepalanya saat mendapati Ace melemparnya dengan sebuah tas yang begitu familiar baginya.


"Lemparkan kepada Indi!" seru Ace memberinya aba-aba


Wakil sutradara pun segera melempar tas tersebut. Bukannya ia melemparkan tas itu kearah Indi, tapi tas itu malah masuk ke mulut besar harimau.

__ADS_1


Meskipun salah sasaran setidaknya Indi bisa mengendalikan binatang itu saat sang raja hutan tak bisa menggunakan taringnya lagi.


__ADS_2