KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 159


__ADS_3

Indi berjalan mendekati sang dokter. Ia tampak mengendus membuat sang dokter berusaha menghindarinya.


Melihat sang dokter yang terus menjauh membuat Indi semakin mencurigainya.


Bagaimana tidak, ia bahkan melihat sesuatu yang mencurigakan dari balik tubuh gempal sang dokter.


Beberapa orang itu melihat Indi semakin mendekat hingga berjarak paling dekat dengan dokter.


Kini keduanya saling menatap curiga. Jika Indi mencurigai sang dokter sebagai pembunuh pasien wanita, maka dokter itu mengira jika Indi akan menyerangnya.


Semua orang terlihat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Indira kepada sang dokter.


Akan tetapi gadis itu tetap diam dan tidak mengatakan apapun saat keduanya sudah berhadapan dengan sang dokter.


Ia membuat semua orang bertambah penasaran dengan tatapan kosong penuh tanda tanya.


Berbeda dengan Indi sang dokter justru semakin khawatir dan was-was saat gadis itu terus terdiam.


Ia tahu jika yang menjadi fokus tatapan Indi adalah bukan dirinya. Tapi sesuatu yang berada dibelakangnya.


Bola matanya berputar saat mengingat kepala palsu yang ia letakkan di lemari tepat di belakangnya.


"Mungkin saja Indi melihatnya sekarang, dan sedang berpikir bagaimana caranya mengungkapkan kejahatan ku," pikir sang dokter


Seperti dugaanya, ia terkejut saat Indi tiba-tiba memegangi lengannya.


Ia tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Keringat dingin kini mulai membasahi keningnya, bahkan wajahnya mulai memucat saat Indi mendekatkan wajahnya kearahnya.

__ADS_1


Bukan hanya sang dokter, semuanya terkejut saat melihat Indira mulai memegangi sang dokter seolah tak membiarkan pria itu pergi, "Apa yang kau sembunyikan?" tanya Indi


Netranya seketika membulat sempurna saat mendengar ucapan gadis itu.


Sang Dokter mulai panik, dan tak tahu harus menjawab apa hingga ia bertanya pada sutradara dengan pelan menggunakan earphone, "Bagaimana selanjutnya,"


Ken mengangkat bahunya, mengatakan dirinya juga tidak tahu.


"Semuanya tidak sesuai alur, aku jadi bingung, jika dilanjutkan sesuai alur maka akan terlihat rancu," jawab Ken


Dokter semakin panik mendengar jawaban sutradara. Ia semakin frustasi saat Indi terus mendesaknya untuk mengaku.


Tentu saja ia tak mau disalahkan jika Indi sampai mengira dirinya yang membunuh Pasien wanita itu. Sebenarnya ia ingin mengaku jika semuanya sudah direncanakan oleh sang sutradara, namun ia tak mau membuat alur yang dibuat oleh Ken berantakan.


Ia bahkan masih berusaha menahan diri meskipun Indi sudah membuatnya hampir menyerah.


Demi menyelamatkan nama baiknya, ia segera mengambil sebuah kardus besar. Ia kemudian mengeluarkan isinya dan melempar kepala palsu yang ia sembunyikan sambil berteriak histeris.


Tentu saja hal itu membuat semua orang langsung menoleh kearahnya.


Bukan hanya para bintang tamu, namun juga para staff dan juga tenaga medis yang ada di tempat itu.


Kedua staf juga terkejut karena teriakan sang dokter dan segera berlari keluar.


Semua orang benar-benar ketakutan saat melihat kepala tergelatak di lantai.


Mereka mengira jika kepala palsu tersebut benar-benar milik pasien wanita.

__ADS_1


"Jadi benar dia yang membunuh pasien wanita itu," ucap seorang pasien membuat semua orang langsung menatap kesal kearah sang dokter


Beberapa orang mulai membicarakan aksi sang Dokter.


Mendengar sang dokter mengeluarkan bukti kepala palsu milik pasien yang dibunuhnya membuat seorang pasien wanita segera keluar dari bangsal perawatannya dan menemui sang dokter.


Ia melihat Indira berusaha menahan sang dokter agar tak keluar dan melarikan diri.


Ia kemudian mendekati mereka dan berkata awalnya ia hanya ingin menggunakan kepala palsu untuk membuat dokter itu mengatakan yang sebenarnya, tidak disangka dokter itu tidak hanya ketakutan, tapi juga mengeluarkan satu-satunya barang bukti yang dimilikinya.


Pengawal juga bertanya bagaimana caranya membuat kepala palsu kepada sang dokter.


Ia begitu penasaran bagaimana bisa lelaki itu membuat sebuah miniatur kepala yang benar-benar tak berbeda dengan kepala manusia.


Saat Lee berbicara, seorang netizen justru memberikan komentar jika kepala yang dilempar sang dokter memang asli dan meminta Indi untuk menyelidikinya.


Sutradara kemudian menunjukkan pesan itu kepada Indira.


Indi kemudian menyuruh pengawal membayar untuk mendapatkan jawabannya.


Seketika semua kru tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Indira. Bukan hanya para staf bahkan sang dokter yang sebelumnya terlihat begitu tegang kini tampak tersenyum mendengar ucapan Indira.


Para penonton memuji Indira yang pandai mencairkan suasana.


Saat Ia berhasil mengalihkan perhatian semua orang, Indi kemudian menatap ke arah Bridav yang tepat berdiri di depan kepala palsu tergeletak.


Lalu lelaki itu dengan tulus berkata jika dirinya benar-benar ingin tahu rahasia di balik kepala palsu tersebut.

__ADS_1


Lalu Indi secara spontan menjawab jika dirinya bisa memberitahu pria itu dengan gratis.


__ADS_2