KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 94


__ADS_3

Hari sudah beranjak sore, Bridav sengaja mengajak Indi keluar saat menjelang waktu magrib. Ia membawanya kesebuah kafe yang biasa ia kunjungi bersama Indira.


Lelaki itu sengaja membawa Indi untuk menemui seorang manajer yang juga merupakan seorang perwakilan dari pihak manajemen artis tempat dimana ia bernaung. Indira terlihat bingung, saat Bridav membawanya kesebuah ruangan VIP sebuah restoran.


"Katanya mau mengajak ku bertemu dengan manajer PH, kok malah kesini?" tanya Indi kebingungan


"Tunggu saja sebentar, dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini," jawab Bridav kemudian segera duduk di kursi kosong. Indi pun duduk di sebelahnya.


Tidak lama seorang pria muncul menghampiri mereka. Lelaki itu tampak tercengang melihat Indira bersama Bridav.


Ia berdiri menatap kearah Indi dan Bridav sembari menggumam.


Sial ku pikir dia datang sendirian, ternyata malah bawa bodyguard,


Bridav yang merasa diawasi oleh seseorang reflek menoleh kearah pria yang terus memandanginya dari kejauhan.


"Om Heru,"


Ia segera beranjak dari duduknya dan menghampiri pria itu.


"Selamat siang Om, kenalin Indi calon istri aku?" ucap Bridav membuat sang paman Heru Harjono tercengang mendengarnya


"Calon istri??" ucap lelaki itu membelakakan matanya

__ADS_1


Tidak jauh berbeda dengan Heru Indi juga terkejut mendengar ucapan Bridav.


Namun gadis itu hanya mengangguk dan menyunggingkan senyumnya dan menghampiri mereka.


Setelah memperkenalkan Indira kepada sang paman, Bridav pun mengajak duduk Heru.


Indira tampak menyunggingkan senyumnya sambil mencubit paha Bridav dengan keras.


"Awww!" teriak Bridav membuat Heru langsung menoleh kearahnya


"Ada apa?" tanyanya penasaran


"Gak papa kok paman, hanya di gigit semut," jawab Bridav menyunggingkan senyumnya meskipun terpaksa


Saat Heru sedang memilih menu makanan Indi langsung membisikkan sesuatu kepadanya.


"Apa maksudmu mengatakan kalau aku calon istrimu?" tanyanya kesal


"Oh itu, sengaja supaya dia tidak memarahi mu," jawab Bridav berkilah


"Kenapa yang datang bukan Ace?" tanya Indi lagi


"Aku tidak tahu, tapi yang jelas jika Paman sudah turun gunung untuk menyelesaikan sebuah kasus maka itu berarti udah lampu merah. Dan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan mu adalah dengan menjadikan mu calon istriku," jawab Bridav seketika membuat Indi terdiam.

__ADS_1


 Keesokan harinya, syuting terus berlanjut, Yulia menghela napas merasa kasihan pada Bridav yang akan merekam adegan mesra, setiap kali selalu terluka.


Sementara itu Indi mulai syuting dengan acuh, setelah selesai Indi kemudian melihat kembali adegan yang diperankannya lalu merasa sedikit tidak puas.


Ia selalu saja kecewa saat melihat aktingnya yang kurang memukau. Indi mengatakan bagian yang paling tidak memuaskan adalah adegan dirinya minum wine, dimana ia merasa jika adegan tersebut sangat kurang. Terutama saat ia minun wine.


Bukannya karena aktingnya yang jelek, tapi lebih karena ia sendiri tidak merasa jika ada yang salah dengan adegannya.


Indi kemudian mengatakan kepada sutradara alasan ia tak suka dengan adegan tersebut.


Sutradara hanya tersenyum saat melihat adegan Indi meminum wine.


"Harusnya anda sebagai sutradara harusnya anda bisa menilai bagaimana adegan tersebut layak tampil atau tidak?" tanya Indira


"Justru aku bahagia, melihat kau berakting begitu natural Indi," jawab Sutradara


"Apa, yang benar saja Pak Sutradara, kau bilang Indi berakting sangat keren, padahal ia terlihat sama sekali tak meminum Wyne malam itu.


Bahkan Indi berani mengatakan jika sebenarnya dia sama sekali tak meminum Wyne melainkan hanya bergaya di sebelah roti tersebut.


"Andai saja aku diijinkan untuk meminum wyne sungguhan bukan setingan adegan tersebut. Hanya saja Bridav mengatakan jika Indi tetap keren meskipun ia sudah menipu banyak orang dengan melakukan syuting adegan itu. Dimana harusnya ia meminum Wine namun nyatanya Indi malah minum cola.


"Jadi bukan Indi yang sudah menipu semua orang tapi Yuli," ucap Bridav

__ADS_1


__ADS_2