
Sementara itu Reynold berusaha mencari Bridav. Namun sayangnya is tidak dapat menemukan pemuda itu meskipun sudah mencarinya kemana-mana. Ia meminta Indira untuk mencarinya.
Indira langsung mengangguk mengiyakannya. Saat ia menemukan Bridav, pria itu sedang merokok.
Wanita tersebut menahan tangan Bridav, "Sekarang kamu sudah tertangkap basah melanggar hukum dan tidak bisa mengelak lagi," ucap Indi mengejutkan pemuda itu
Melihat Indi berdiri di sampingnya, Bridav langsung menyundutkan ujung rokoknya. Setelah itu, Indira berkata bahwa ia akan bertanggung jawab pada Bridav.
"Jangan khawatir aku akan bertanggung jawab, jadi santai saja," ucap Indi membuat pria tersebut menjadi muram.
"Kenapa kamu sedih, maafkan aku jika sudah membuatmu jadi seperti ini?" tanya Indi semakin khawatir
"Aku tidak sedih, hanya saja aku ingin diluar sebentar untuk mencari udara segar." jawab Bridav
"Semoga saja kau benar-benar mencari udara segar. Kau tahu kalau aku sangat khawatir saat melihat mi langsung menghilang setelah syuting. Aku minta maaf jika sudah lancang menyentuh sesuatu yang seharusnya tidak aku sentuh. Maafkan aku juga karena sudah membuatku gelisah hingga kau berani melakukan sesuatu yang belum kau lakukan sebelumnya," ucap Indi kemudian mengambil rokok dari tangan Bridav dan membuangnya
"Harusnya aku yang meminta maaf kepada mu karena sudah membuat kamu kebingungan. Entahlah kenapa aku tiba-tiba jadi begini, sepertinya aku harus belajar untuk menjadi aktor profesional agar kedepannya tidak terjadi hal seperti ini lagi," ucap Bridav
"Kamu adalah aktor profesional yang pernah aku kenal, justru akulah yang tidak bisa profesional dalam melakukan pekerjaan ku terutama saat berhadapan denganmu," ucap Indira kemudian mengecup bibir pria di depannya
Bridav begitu terkejut saat melihat gadis itu benar-benar menciumnya.
Ia semakin memperdalam ciumannya hingga membuat Bridav terbawa suasana dan mengikuti alur permainan Indira.
Malam harinya Indira merayakan keberhasilannya dengan memasak dan mengirim foto masakannya di grup variety show. Semua orang memuji kepiawaian
wanita itu dalam memasak. Setelah itu, gadis itu bertanya apakah ada yang ingin bermain air di rumahnya.
Tanpa ragu-ragu Bridav langsung merespons. Tidak sampai 1 menit, pria tersebut sudah sampai di kediaman Indira. Ia berkata ia tinggal di sebelahnya sehingga bisa tiba di rumah Indi dengan cepat.
Reynold yang tak menerima undangan tetap datang ke pesta itu.
"Sungguh terlalu, bisa-bisanya kamu tak mengundang aku ke acara ini!" seru Reynold langsung duduk diantara Indi dan Bridav
Lelaki itu sengaja memisahkan keduanya dan menatap lekat wajah keduanya bergantian.
"Hmm, ternyata selain jago berantem lo juga pandai memasak Ndi. Beruntung banget pria yang akan menjadi suamimu kelak," ucap Reynold menatap kearah Bridav membuat pria itu merasa salah tingkah.
"Jangan baper, aku yakin kamu bukan kriteria cowok idaman Indi," ucapnya kemudian balik menatap Indira
"Bukan begitu Indi?" tanyanya kepada Indira
__ADS_1
Indi tak menghiraukan ucapan Rey, ia terlihat menikmati hidangan seafood di depannya dengan begitu lahap, membuat Reynold seketika menghela nafas.
Ia kemudian meminta Bridav dan Indira untuk mengirim foto kepadanya.
Keduanya langsung mengirim foto kepadanya.
"Bukan foto sendiri-sendiri, tapi foto couple," ucap Reynold membuat keduanya langsung menatapnya tajam
"Memangnya untuk apa?" tanya Indira
"Buat keperluan promo film lah, masa buat gue jual ke media online. Jadi aku harap kalian datang ke studio untuk melakukan sesi foto bersama besok," jawab Reynold
"Ok," jawab Indira
"Aku kira kamu meminta kami mengirimkan foto kami berdua," ucap Bridav
"Boleh kalau mau, asal foto-fotonya yang bagus," jawab Rey
"Sip,"
Selesai makan Reynold langsung berpamitan pulang.
"Sorry Ndi, gue gak bisa bantu cuci piring karena buru-buru. Kalau kamu perlu bantuan, minta saja Bridav untuk membantumu," ucap Reynold sebelum pulang
"Ok,"
Reynold tak habis pikir dengan Indira, bagaimana bisa ia meminta Bridav untuk membantunya mencuci piring. Padahal ia hanya bercanda tapi Indi menanggapinya dengan serius.
Bukan hanya Reynold yang tak paham dengan Jalan pikiran Indi, namun juga Semua orang mengalami hal serupa.
Mereka semakin terkejut saat Bridav langsung membantunya tanpa banyak bicara.
"Wah, kamu benar-benar hebat Ndi, kamu berani banget memerintah Bridav padahal semua orang tidak ada yang berani dengannya," bisik Retno
"Kenapa begitu?"
"Selain dia senior, Bridav juga dikenal tak pernah mau mendengar perintah orang lain kalau tidak berurusan dengan pekerjaan,"
"Oh begitu, tapi sepertinya dia sudah berubah sekarang, jadi kalau kalian butuh bantuan silakan minta bantuannya, pasti ia dengan senang hati membantu kalian," jawab Indi kemudian menyusul Bridav ke dapur
Bahkan kini semua orang menertawakan Bridav yang sedang mencuci piring.
__ADS_1
Mendengar teman-temannya menertawakan Bridav membuat Indi segera menghampiri mereka.
Seketika mereka langsung diam saat melihat tatap mata elang Indira.
Bridav tiba-tiba berhenti mencuci piring saat mendengar pergerakan dari sebelah.
Ia segera berlari ke samping untuk melihat apa yang terjadi.
Pemuda itu melihat sesosok pria melarikan diri saat melihatnya keluar. Ia kemudian menghampiri Indi dan berkata kalau rumahnya kemasukan maling.
Indi segera mengangguk dan pergi meninggalkan rumahnya.
Semu orang tidak memedulikannya. Mereka tetap asyik menyantap hidangan penutup sambil bercengkrama.
Sementara itu Indi yang melihat gelagat mencurigakan di kediaman Bridav segera menuju ke rumah tersebut.
Wanita itu masuk ke rumah Bridav dengan cara mendobrak pintu.
Seorang pria terkejut melihat kedatangan Indira.
Ia berusaha melarikan diri, dan Indi segera mengejarnya. Hanya dengan sekali pukulan Indi berhasil membuat pria itu bertekuk lutut di depannya.
Setelah ia menangkap si maling, ia kemudian menyeret pria itu keluar dari kediaman Bridav
Indi sangat terkejut saat melihat wajah pria itu.
Rupanya pria itu adalah ketua tim B. Ketua itu marah-marah.
Ia kemudian menjelaskan kepada Indi dan Bridav bahwa ia sama sekali tak berniat mengambil sesuatu dari kediaman Indira.
Ia hanya ingin menyelidiki sesuatu makanya ia mendatangi kediaman Indi secara diam-diam.
Mendengar penjelasan dari ketua tim B, Indi kemudian bergegas pergi, namun Bridav segera menahannya dengan camilan.
Melihat Bridav begitu perhatian dengan Indi membuat Ketua tim B memarahi pemuda itu dan berkata bahwa pria itu pilih kasih, karena lebih memerhatikan Indi daripada dirinya.
"Bagaimana kau bisa mengacuhkan Saudara mu dan bersikap begitu perhatian dengan wanita yang jelas-jelas bukan siapa-siapa kamu!" seru Yuan Shao
"Sorry Bro, aku tidak bermaksud untuk mengabaikan dirimu, kau sudah tahu bagaimana karakterku jadi jangan bersikap kekanakan di depan Indi. Kau tahu kenapa aku bersikap seperti ini kepadanya bukan??" jawab Bridav
Melihat keduanya bersitegang membuat Indi menghampiri Yuan Shao dan menatapnya tajam membuat pria itu seketika langsung diam.
__ADS_1
"