
Setelah berbincang dengan Retno Susan pun keluar. Gadis itu memilih untuk menikmati cahaya rembulan sambil menikmati cola daripada tidur cepat.
Tidak berapa lama, Indi keluar dari kamarnya dan duduk di beranda.
Melihat Indi juga tak bisa tidur membuat Susan menghampirinya dan langsung memberinya cola.
Indi segera membuka minuman kaleng itu dan meneguknya.
"Apa kau sudah mendapatkan apa yang kau cari?" tanya Indi membuka obrolan dengannya
"Sudah, hanya saja tidak sesuai dengan yang ku bayangkan," jawab Susan dengan gurat wajah kecewa
Gadis itu kemudian meremas kaleng minumannya dan melemparnya ke tempat sampah.
"Jangan terlalu berpikir negatif padanya. Karena ia adalah tipe orang yang mudah berubah. Aku tahu pria itu mencoba mencari topik dengannya, tanpa maksud apapun. Tapi sayangnya dia salah mengartikan pembicaraan mereka," ucap Indi
"Sepertinya begitu, lagipula hanya kau yang memahaminya jadi aku tak perlu ragu lagi dengan apa yang kau katakan. Seperti yang kau katakan, dia memang suka bermain alat musik," jawab Susan
Melihat Indi dan Susan yang tiba-tiba saja menjadi dekat membuat Aqila penasaran.
Ia yang selama ini mengetahui keduanya tidak akur dari media merasa janggal saat mengetahui keduanya diam-diam bertemu dan mengobrol begitu lama.
Karena penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh keduanya, diam-diam gadis itu merekam keduanya.
Ia sengaja mencari tempat yang bagus dan tidak terdeteksi oleh keduanya agar bisa mengambil video mereka dengan bagus.
Untuk memuluskan aksinya ia juga meminta pengawal pribadinya untuk berjaga-jaga.
Ia khawatir ada yang memergoki aksinya hingga meminta sang pengawal untuk segera memberitahunya jika ada orang yang datang.
Yuan Shao yang mengetahui sifat buruk Aqila sudah menasihati sang pengawal untuk tidak mencari masalah dengan Indira ataupun Bridav.
__ADS_1
Ia memberitahu pria itu karena ia merasa peduli dengan muridnya itu. Yuan tidak mau Lee menjadi korban keganasan Indira karena terlalu menuruti perintah majikannya.
Lee sangat berterima kasih atas perhatian Yuan kepadanya. Lee memberitahu pria itu jika ia melakukan semua itu karena tuntutan pekerjaan sehingga tak bisa menolaknya karena ia sangat bergantung kepada pekerjaannya.
"Aku tahu, semoga kau bisa mengetahui batasan yang harus kau buat saat harus berurusan dengan Indira. Aku harap kamu juga tidak memberitahu Indi jika kita saling mengenal,"
"Kenapa begitu?" tanya Lee
"Aku sudah kapok berurusan dengan wanita itu, bagiku sudah cukup aku dipermalukan olehnya, jadi jangan libatkan aku jika kau berurusan dengannya," jawab Yuan
"Baik suhu,"
Indi yang mengetahui jika ada seseorang yang sedang memperhatikannya segera beranjak pergi.
"Mau kemana?" tanya Susan
"Aku ada urusan sebentar, maaf aku pamit duluan," jawab Indi
Baru saja pria itu akan melangkahkan kakinya keluar, tiba-tiba Indi langsung menariknya.
"Apa yang kau lakukan disini!" seru Indira
"Aku...aku hanya mencari udara segar," jawab Lee
"Mencari udara segar sambil memata-matai aku?" jawab Indi membuat lelaki itu seketika ketakutan
Bagaimana dia bisa tahu??
Lee tidak mampu menyembunyikan rasa takutnya saat Indi mengetahui jika ia berusaha memata-matainya.
"Sebenarnya aku tidak memata-matai kamu, aku hanya sedang mencari Abang Bri. Aku mengira kau sedang berbincang dengannya makanya aku mengawasi mu," ucap Lee mencoba mencari alasan
__ADS_1
"Memangnya ada urusan apa kau dengan Bridav?"
"Aku hanya ingin berguru dengannya karena aku dengar Bang Bri memiliki kemampuan beladiri yang sama bagusnya dengan dirimu," jawab pengawal itu
Saat melihat Susan akan pergi Lee segera berlari menghampirinya.
Ia mengira wanita itu adalah Bridav dan mengatakan jika ia ingin belajar dengannya.
"Apaan sih orang gue Susan bukan Bridav!" seru Susan menolaknya
Mendengar keributan antara Pengawalnya dengan Indi serta Susan membuat Aqila segera keluar dari persembunyiannya dan berlari menuju kamar Bridav.
Wanita itu kemudian mengetuk pintu kamar Bridav untuk memberitahukan video itu kepada lelaki itu.
Saat melihat Bridav keluar, gadis itu segera mendorongnya dan memperlihatkan video yang direkamnya kepadanya.
"Aku tidak tahu pasti apa yang mereka bicarakan, tapi sepertinya mereka sedang membicarakan dirimu," ucap Aqila begitu bersemangat
"Terimakasih atas perhatiannya," jawab Bridav dengan dingin
pemuda itu kemudian menyuruh Aqila untuk keluar dari kamarnya.
Aqila tak percaya kenapa Bridav begitu dingin padanya.
"Apa kau tidak penasaran dengan apa yang mereka bicarakan??" tanya Aqila berusaha menahan lelaki itu saat hendak masuk ke kamarnya.
"Tentu saja aku sudah tahu, sekarang Indi kelaparan dan aku harus segera memesankan makanan untuknya," jawab Pria itu segera masuk dan menutup pintunya
"Wah dia benar-benar tidak sopan, harusnya ia memberikan apresiasi kepada ku atas apa yang sudah aku lakukan padanya, bukan malah mengusir ku seperti ini. Kau pikir siapa dirimu sampai bisa bersikap dingin kepadaku!" gerutu Aqila meluapkan kekesalannya
"Apa kau sudah puas?" tanya Indi membuat gadis itu terkesiap saat melihatnya tiba-tiba muncul do hadapannya.
__ADS_1
Bridav malah berterima kasih dengan dingin padanya dan berkata ia sudah tahu bahwa protagonis wanita lapar sekarang, ia akan memanggilkan makanan pesan antar untuk wanita tersebut