
Saat semua orang masih menertawakan Arkan, pria itu segera bangun dan menatap tajam kearah Indi. Matanya yang memerah seakan menunjukkan betapa marahnya ia kepada sosok Indira yang sudah mempermalukannya di depan umum.
Bahkan rasa sakit yang ia rasakan tak sebanding dengan rasa malu yang ia tanggung.
Ia mengepalkan tangannya dan mendekati Indira. Ia kemudian membisikkan sesuatu kepada gadis itu, "Sekarang katakanlah kepada semua orang kalau kamu benar-benar menyukaiku, jika tidak maka bersiaplah menanggung rasa malu seperti yang aku rasakan hari ini, karena aku akan menyebarkan chat pribadimu saat acara live berlangsung,"
"Lakukan saja apa yang membuatmu senang, aku tidak peduli!" jawab Indira dingin
Gadis itu kemudian meninggalkannya.
Arkan menarik lengan Indira, "Cepat minta maaf atau aku akan melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal!" bisik Arkan
"Jangan harap, karena sampai kapanpun aku tidak akan meminta maaf padamu," jawab Indi segera melepaskan tangan pemuda itu dan berlalu pergi
Para penonton benar-benar dibuat penasaran dengan karakter Indira yang begitu misterius. Bagaimana tidak mereka benar-benar tidak percaya jika Indi mencinta Arkan. Bagaimana mungkin perempuan itu bisa bersikap dingin bahkan cenderung kejam kepada kekasihnya sendiri.
Namun tidak sedikit para penonton yang berpikir jika Indi hanya berpura-pura berlaku dingin kepada Arkan untuk menutupi perasaannya kepada pemuda tersebut.
Sementara itu Susan diam-diam tak percaya dengan raut wajah Arkan yang seketika berubah muram saat Indi menolak untuk meminta maaf padanya.
Ia merasa jika lelaki itu sedikit demi sedikit mulai membuka hatinya untuk Indira. Jika dulu sorot matanya selalu terlihat dingin kini ia melihat pandangannya begitu hangat kepada Indi meskipun ia mencoba menyembunyikan perasaannya dengan sikap arogannya.
Namun tetap saja Susan merasa iri karena Indira berhasil mendapatkan perhatian Arkan.
Ia tak habis pikir kenapa Arkan yang dulu begitu membencinya kini justru menyukai gadis itu.
Tidak bisa dipungkiri jika Susan sedikit gusar saat mendengar jika Indira juga menyukai Arkan. Bagaimanapun juga ia masih membutuhkan Arkan untuk membantunya meningkatkan karier keartisannya.
Tentu saja ia belum rela jika harus menyerahkan Arkan sepenuhnya kepada Indira. Karena rasa iri yang mulai menyelimuti dirinya membuat gadis itu bertekad untuk mempermalukan Indira didepan umum sebelum Indira mengungkapkan perasaannya kepada Arkan.
Aku tidak akan membiarkan mu mengungkapkan rasa cintamu kepada Arkan, selama aku disini aku akan menghalanginya dan menggagalkan rencana mu.
__ADS_1
"Indira!!!" teriak Arkan saat Indira tak menghiraukan ucapannya.
Indira terus berlalu tanpa menghiraukan teriakan Arkan.
Semua peserta challenge seketika langsung terdiam mendengar kemarahan Arkan. Mereka hanya menunggu apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu selanjutnya.
Tak jauh beda dengan para talent para Netizen pun bersiap menunggu pertunjukan menarik dari Arkan dan Indira.
Mereka berharap akan ada kejutan untuk hubungan mereka berdua.
Lelaki itu sengaja mengambil sebuah Mix dan sengaja berdiri di atas meja.
Dengan penuh percaya diri ia menatap kamera yang terus menyorotnya.
"Indira!!" serunya lagi
"Sebaiknya kau cepat keluar dan minta maaflah padaku. Kembalilah jadi Indira yang penurut dan jangan membuat ku kesal!" seru Arkan
Lelaki itu kemudian mulai menghitung mundur, ia berharap Indi segera keluar dan meminta maaf padanya dan mengakui jika ia menyukainya di depan para peserta challenge.
"3...2...."
Suasana mendadak hening bercampur tegang, saat Indi tak kunjung keluar dari kamarnya.
Jika ada orang yang paling tegang saat itu, dia adalah Susan. Gadis itu terus mengepalkan tangannya sembari menunggu dengan cemas kemunculan Indira.
Ia begitu was-was jika Indira benar-benar keluar dan mengungkapkan perasaannya karena takut dengan ancaman Arkan.
"Sa... tu!!"
Indira masih belum keluar kamar meskipun Arkan sudah selesai berhitung.
__ADS_1
Semua peserta talent terus menatap kamar Indira dengan cemas. Entah mengapa situasi itu mengingatkan para talent wanita saat pengumuman pemenang challenge pertama.
Semua nampak berdebar-debar menunggu keputusan Arkan.
Bukan hanya para talent yang dibuat tegang oleh Arkan dan Indira, tapi juga para penonton yang tak kalah tegang dibuatnya.
"Baiklah, sepertinya Indira memang tidak berniat untuk meminta maaf karena ia ingin semua orang mengetahui betapa ia diam-diam sangat menyukaiku, meskipun kadang ia mencoba bersikap kasar kepadaku."
Arkan kemudian mengeluarkan ponselnya yang masih belum bisa menyala.
"Tadi pagi Indira berusaha merusak ponselku dengan menyiramnya menggunakan satu ember air. Meskipun ia berdalih melakukan hal itu untuk memberikan hukuman padaku karena bangun kesiangan, tapi aku tidak percaya. Kalian tahu kenapa handphone ini rusak??"
Arkan mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan benda itu ke kamera. Ia bahkan mencoba beberapa kali menyalakannya namun tidak berhasil.
"Handphone ini selalu berada disamping ku, ya bahkan saat aku tidur tidak ponsel ini tak pernah jauh dariku. Indi tahu betul dengan itu hingga sengaja menyiramku dengan seember air sampai membuat ponselku mati karena kerendam air. Apa kalian tahu apa alasan dia sengaja merusak ponsel ku??" lelaki itu coba menarik simpati para talent dan juga penonton untuk mendukung tindakannya.
Semua talent langsung menggelengkan kepalanya kecuali Susan dan Bridav yang hanya diam karena keduanya tahu apa yang disembunyikan oleh Arkan di ponselnya tersebut.
"Jadi... seperti yang kalian tahu jika aku mengalami kecelakaan kemarin malam dan sempat dirawat di rumah sakit untuk mengobati cedera ringan yang aku alami. Di saat kondisiku masih belum stabil dan harus menginap di rumah sakit untuk perawatan tiba-tiba Indira mengirimkan pesan kepada ku yang mengungkapkan kekhawatirannya padaku. Ia bahkan minta maaf karena telah membuat ku celaka hingga harus dirawat di rumah sakit. Ia bahkan sampai menyatakan rasa cintanya untuk meyakinkan aku bahwa dia begitu menyesali perbuatannya. Mungkin kalian tidak percaya dan menganggap ku hanya mengarang cerita. Tentu saja aku bisa memaklumi hal itu, apalagi mengingat diriku yang brengsek ini. Tapi aku akan membuktikan kepada kalian semua jika semua yang aku ceritakan adalah benar adanya dan sama sekali aku tidak mengada-ada. Ponsel ini sebagai buktinya, Aku akan menunjukkan history chat antara aku dan Indi dimalam saat aku dirawat di rumah sakit. Jadi tolong berikan aku waktu satu hari untuk memperbaiki ponsel ini, agar rasa penasaran kalian terpuaskan!" seru Arkan
*Braakk!!
Semua orang begitu terkejut dan memegangi dadanya saat mendengar Indira keluar dari kamarnya.
Akhirnya kau muncul juga Indi,
Arkan tersenyum simpul saat melihat Indira berjalan menghampirinya.
"Indi, apa yang diucapkan Arkan itu benar!" seru Mario mencoba mengklarifikasi keterangan Arkan padanya
"Tentu saja semua itu tidak benar alias Hoax!" sahut Indira membuat Arkan semakin meradang dibuatnya
__ADS_1