
Indi yang kesal terus mengumpat dan Ia pun meminta wine sungguhan sebagai kompensasi kepada Bridav karena ia sudah membohonginya.
Bridav mengaku jika ia memang sengaja mengganti wine tersebut. Ia mengatakan jika dirinya tidak bisa membiarkan Indira mabuk apalagi di depan sang paman.
Ia juga mengingatkan kepada Indi bagaimana perempuan itu saat sedang mabuk.
"Aku tidak mau kau mempermalukan dirimu sendiri di depan umum Indi," tegas Bridav memberikan penjelasan saat Heru sudah pergi.
"Sudahlah jangan beralasan, itu kan dulu, sekarang aku sudah berubah. Sekarang aku bisa kuat minum sebanyak apapun dan aku juga bisa mengontrol diriku saat sedang mabuk," jawab Indira
Ia kembali memarahi Bridav dan terus menyelamatkannya hingga meminta ganti rugi kepadanya.
"Baik kalau begitu, sekarang aku akan mengambilkan sebotol wine dan kau harus menghabiskannya. Jika setelah menghabiskan wine itu kau tidak membuat masalah maka aku akan mengganti semua kerugianmu sekarang juga. Tapi sebaliknya jika kau mabuk dan mengacau di tempat ini maka aku akan mendatangkan beberapa tikus kecil untuk membuat mu sadar jika apa yang ku lakukan itu benar demi kebaikan seorang Indira," jawab Bridav
Mendengar kata tikus Indi pun menyerah. Ia mengalah dan mengatakan tidak perlu syuting ulang.
"Ok baik, jadi kalau itu alasannya sekarang kau tidak perlu bersusah payah untuk membelikan wine untukku. Sepertinya syuting haru ini sudah cukup dan kita tak perlu mengulang lagi adegannya," tandas Indira
Kemudian Yulia mendapatkan telepon dari seorang sutradara, sutradara mengatakan jika ia ingin meminjam Indi pada Yulia.
__ADS_1
Lelaki itu mengatakan jika dirinya bersedia membayar mahal Indi untuk sebuah acara reality show.
Indi langsung menyetujuinya ketika mendengar soal mendapatkan uang dari variety show. Setelah Bridav mengetahui hal ini, dia justru mengajak Indi untuk pulang bersama dengan berjalan kaki.
Sepanjang perjalanan, protagonis pria berbasa-basi mengatakan takut Jika Indi disukai orang lain atau menyukai orang lain, jadi ada hal yang ingin dia bicarakan dengannya saat itu juga.
"Lalu apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Indira
Bridav pun menghentikan langkahnya di depan taman kota. Ia kemudian mengajak Indi duduk di kursi yang menghadap ke jalanan.
Lelaki itu menatap lekat kearah langit yang cerah bertaburan bintang-bintang.
"Hmm, katakan saja apa yang ingin kau katakan jangan basa-basi," sahut Indira dengan ketus.
"Kau selalu saja begini, jutek dan galak. Masih sama seperti saat pertama kali kita bertemu," kenang Bridav
"Tentu saja, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah berubah apapun alasannya," jawab Indi
Bridav tersenyum simpul mendengar ucapan gadis itu. Ia kemudian merapikan rambut Indi yang berantakan karena tertiup angin.
__ADS_1
"Andai saja salah satu dari kita buka artis pasti aku akan lebih cepat mengatakan perasaan ku kepadamu. Tidak seperti sekarang dimana aku terus mengulur waktu saat hendak mengungkapkan perasaan ku kepadamu," ucap Bridav kemudian mengusap lembut rambut perempuan di sebelahnya.
"Begitu banyak perempuan yang selalu berusaha mendekati ku tapi tak satupun yang bisa membuat hatiku berdebar seperti dirimu. Meskipun kau ini seorang yang mudah meledak-ledak saat sedang marah. Kau bahkan bisa melakukan apapun yang tidak bisa dilakukan oleh wanita manapun di dunia ini. Itulah alasannya kenapa aku bisa menyukai mu," tandas Bridav membuat Indi langsung tertunduk malu.
Ia kemudian duduk bersimpuh di depan Indira. Ia menatap lekat kearah gadis itu dan menggenggam tangannya.
"Apapun yang terjadi, sekarang aku tidak mau menyembunyikan perasaan ku lagi kepada mu. Aku ingin menjadi Bridav yang dulu, Bridav yang selalu berani melakukan apapun untuk mendapatkan kebahagiaannya tanpa memikirkan karier ataupun hal lainnya," tukas Bridav begitu lugas
Ia kemudian menggenggam jemari Indira.
"Sudah lama aku ingin mengatakan hal ini kepadamu, namun aku baru memiliki keberanian untuk mengungkapkannya malam ini. Indira sejak pertama kali aku melihat mu aku sudah jatuh hati padamu. Aku selalu ingin dekat denganmu hingga aku tak bisa berhenti dari dunia keartisan saat kau pun memilih menjadi artis seperti ku. Indi, apakah kau mau jadi kekasih ku?" tanya Bridav membuat Indi seketika membelakakan matanya
"Pacaran gitu?" jawab Indi dengan spontan
"Iya jika kau tidak keberatan," jawab Bridav malu-malu
"Bagaimana bisa aku keberatan untuk menjadi kekasih pria yang ku cintai," jawab Indi membuat Bridav tersenyum bahagia
Ia pun kemudian memeluk Indira untuk mengungkapkan bagaimana bahagianya ia karena Indi menerima cintanya.
__ADS_1