KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 85


__ADS_3

"Ace, lemparkan tasku kemari!" seru Indira?


Mendengar ucapan Indi, Ace segera mengambil tas Indi yang tergeletak di sampingnya dan segera melemparnya kearah wanita itu. Namun karena kekuatan sang agen kurang, sehingga tas itu terlempar ke kepala wakil sutradara.


*Bugghhh!


*Awww!!


"Ah sial, kenapa kau malah melempar kepadaku!" pekik Ricky dengan suara kesal


Ricky langsung mengusap kepalanya saat mendapati Ace melemparnya dengan sebuah tas yang begitu familiar baginya.


"Lemparkan tas itu kepada Indi!" seru Ace memberinya aba-aba


Wakil sutradara pun segera melempar tas tersebut. Akan tetapi bukannya ia melemparkan tas itu kearah Indi, justru tas itu malah masuk ke dalam mulut besar harimau.


Indi bermaksud mengontrol mulut sang Harimau agar bisa mengambil tas itu dari mulutnya.


Ia kemudian meminta Bridav untuk mengeluarkan tasnya dari mulut hewan buas itu.


"Bantu aku untuk mengambil tas itu dari mulutnya!" seru Indira dengan suara lantang


Bridav langsung mengangguk dan menghampiri mereka.


Saat melihat Indi mengalihkan perhatian sang harimau Bridav segera berusaha menarik tas itu dari mulut harimau.


"Ayo tarik!" seru Indira


Sementara itu,Pemeran wanita kedua yang sempat pingsan juga sudah siuman sekarang. Ia terkejut saat mendapati dirinya masih hidup.


"Alhamdulillah ternyata aku masih hidup," ucap gadis itu menepuk-nepuk wajahnya


Ia baru ingat jika Indi lah yang telah menyelamatkan nyawanya saat harimau itu hendak memangsanya.


"Terimakasih Indi, aku janji suatu saat aku akan membalas kebaikan mu," ucap gadis itu bersemangat.


Setidaknya ia masih hidup sampai sekarang, Namun senyumnya tiba-tiba memudar saat melihat Indira.


Ia mulai merasa sedih saat melihat Indira sedang bergulat dengan sang harimau. Indi yang terus berusaha mengalahkan binatang itu membuat wanita itu begitu terharu dengan perjuangannya.


"Semoga kamu bisa mengalahkannya Indi," ucapnya memberikan semangat kepada Indi

__ADS_1


Saat melihat Harimau itu masih bergulat dengan Indira, Bridav segera menyuruh Arnold untuk mengevakuasi semua kru drama untuk pergi menyelamatkan diri. Setidaknya itu yang bisa dilakukan agar Indi bisa leluasa melumpuhkan sang raja hutan


Saat tidak banyak orang disana Indi bisa bergerak leluasa tanpa khawatir harimau itu melukai kru drama.


Ia juga tak lupa meminta kepada sutradara untuk segera menghubungi polisi dan juga ambulance untuk mengevakuasi Arkan yang terluka parah.


Arnold segera menyuruh semua orang untuk segera pergi dari tempat itu.


Semua orang langsung bergegas pergi menuju sebuah bus yang sudah dipersiapkan oleh kru drama.


Kini semua orang sudah pergi, hanya tersisa Susan, agen Ace, sutradara dan juga wakilnya serta Arkan yang terluka parah.


Susan sengaja menunggu Arkan yang terluka setelah terkena serangan Harimau. Sambil menunggu kedatangan ambulance Susan membersihkan luka di wajah Arkan sesuai panduan dari Bridav.


Arnold juga telah melaporkan hal ini pada polisi, namun seharusnya butuh waktu beberapa jam hingga polisi tiba di sini. Namun mereka tak kunjung tiba meskipun sudah dua jam berlalu.


Bahkan mobil ambulance pun belum terdengar suara sirinenya.


"Sampai kapan kita harus menunggu?" tanya Arnold


"Sabar saja, mungkin. mereka kesulitan menemukan lokasi ini," jawab Ricky


"Bagaimana mungkin mereka kesulitan sedangkan aku sudah mengirim lokasi tempat ini kepada mereka. Memang sudah menjadi tradisi turun-temurun jika polisi kita selalu datang terlambat," keluh Arnold


Pemuda itu segera mengambil ranting panjang dan berusaha mengambil tas Indira yang masih menyumpal di mulut binatang buas itu.


Akhirnya setelah sekian lama berjuang, Pria tersebut berhasil juga mengambil tas itu dari mulut sang harimau.


Indi meminta pria tersebut untuk mengambil jarum perak di dalam tasnya.


"Ambilkan jarum perak di dalam tas itu dan berikan padaku!" seru Indira


Bridav segera membuka tas itu dan mencari sebuah jarum berwarna perak.


Ia kemudian mengambil sebuah jarum yang tertancap di bawah tas dan kemudian memberikannya kepada Indira.


Indi segera menancapkan jarum tersebut ke titik akupuntur sang raja hutab untuk mengontrol gerakan harimau dengan jarum perak itu. Saat harimau terkulai lemas, protagonis pria menarik turun protagonis wanita.


Indira yang langsung meluncur ke arah Bridav seketika menabrak dada lelaki itu.


*Buuggghhh!!

__ADS_1


Ia jatuh tepat kedalam pelukan lelaki itu, membuat keduanya salah tingkah.


"Sorry!" ucap Indi menatap wajah Bridav yang seketika memerah saat mendapati gadis itu terjatuh diatas tubuhnya.


Melihat wajah Bridav memerah, Indi merasa jika lelaki itu merasa bobot tubuhnya terlalu berat hingga membuat Bridav keberatan menahannya.


Ia buru-buru bangun dan berdiri lagi.


"Maaf, sepertinya tubuhku begitu berat sehingga membuatmu keberatan, apa aku harus kembali diet untuk menurunkannya?" ucap Indira menggaruk-garuk kepalanya


"Ah tidak juga, aku hanya sedikit terkejut tadi," jawab Bridav segera bangun dan berdiri


"Hmm, aku kira kau keberatan menahan berat badanku tadi," Indi kemudian berlalu meninggalkan Bridav dan menghampiri harimau yang terkulai lemas di tanah.


Ia kemudian memeriksa keadaan harimau tersebut.


Ia mencoba memeriksa mulut harimau tersebut. Saat ia membuka mulut sang harimau, Indi menemukan mulut harimau tersebut penuh dengan darah.


"Darah apa ini??" Indi menyalakan lampu ponselnya untuk memeriksa ada apa di dalam mulut harimau tersebut.


"Tidak ada apa-apa," ucapnya sembari mengeceknya lagi


Indi kemudian memeriksa anggota tubuh lainnya.


Gadis itu melihat pada keempat kaki harimau tersebut. Ia menemukan noda darah seperti telah digores pisau oleh seseorang.


"Pasti ini ulah pemburu,"


Saat Indira mencoba mengangkat kaki harimau itu. Binatang tersebut merasa kesakitan, tubuhnya bergerak tak karuan sehingga membuat Indi harus bekerja ekstra keras untuk menenangkan binatang buas itu.


"Tenang, tenang, tenang!" seru Indi mencoba menenangkan binatang itu


Ia kemudian mengusap punggung sang harimau berharap binatang itu akan tenang. Ia tahu jika bintang itu berusaha mencari pertolongan sehingga masuk ke lokasi syuting.


Ia menduga jika seorang pemburu tengah berusaha menangkapnya saat mengetahui binatang itu lepas dari kebun binatang.


Indi kemudian meminta Bridav untuk mengambil kotak P3K yang ada do dalam tasnya.


Ia sengaja mengikat kaki sang harimau untuk menghentikan darahnya yang terus mengalir.


Merasa terancam binatang itu kembali mengamuk membuat tubuh Indira terombang-ambing saat berusaha untuk menenangkannya.

__ADS_1


Bridav yang khawatir dengannya langsung memeluk Indira dan menahannya di tanah. Pria itu begitu panik, terdapat bulir-bulir keringat yang menempel di dahinya. Meskipun ia sendiri ketakutan namun ia tak memperdulikannya dan berusaha menyelamatkan Indira agar tak terkena serangan Harimau itu.


Mereka akhirnya berhasil menenangkan sang raja Rimba, saat Pemuda itu bangun napasnya mulai sedikit terengah-engah setelah bergulat menahan amukan sang harimau, deru napas tersebut menerpa wajah Indira tak beraturan.


__ADS_2